1.000 Koperasi di Jateng Ditargetkan Jadi Koperasi Desa Merah Putih pada April 2025

1.000 Koperasi di Jateng Ditargetkan Jadi Koperasi Desa Merah Putih pada April 2025

SEMARANG, KOMPAS.com – Sebanyak 6.000 koperasi konsumen dan produsen existing di Provinsi Jawa Tengah akan diverifikasi oleh dinas koperasi tingkat kabupaten/kota.

Dari jumlah tersebut, 1.000 koperasi ditargetkan dapat bertransformasi menjadi Koperasi Desa Merah Putih, sebuah program prioritas nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto mulai April 2025.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Eddy S Bramiyanto, menyatakan pihaknya telah melakukan persiapan merujuk pada Peraturan Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2025 tertanggal 18 Maret 2025.

Bramiyanto memaparkan bahwa Jawa Tengah mengusung tiga model pengembangan koperasi, yaitu pendirian koperasi baru, pemanfaatan koperasi yang sudah ada (existing), dan revitalisasi koperasi.

"Jawa Tengah sementara akan memakai model yang kedua dulu. Koperasi yang ada dulu. Kita konsentrasi di koperasi konsumen sama koperasi produsen. Ada hampir 6.000 lebih koperasi konsumen sama koperasi produsen," ujar Bramiyanto saat dikonfirmasi, Rabu (9/4/2025).

Untuk proses transformasi menjadi Koperasi Desa Merah Putih, ia menjelaskan bahwa diperlukan perubahan anggaran dasar (PAD) yang harus didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM.

Secara keseluruhan, Jawa Tengah memiliki sekitar 11.000 koperasi, termasuk koperasi jasa, koperasi simpan pinjam, dan koperasi pemasaran. Namun, 6.000 koperasi konsumen dan produsen menjadi fokus verifikasi awal oleh dinas terkait.

"Masih kita verifikasi mana yang sudah siap, semoga April bisa tercapai 1.000. April kami targetan 1.000 sih, tapi kemarin kan liburan Lebaran cukup lama ini ya. Tapi kita tetap optimis," katanya.

Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah berperan dalam mengorganisasi, mengoordinasikan, dan mengkomunikasikan pelaksanaan program koperasi desa tersebut.

Terkait jumlah koperasi baru yang akan didirikan, Bramiyanto menyatakan masih dalam tahap koordinasi dan evaluasi kapasitas 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

"Kalau koperasi desa itu kan nanti koperasi yang akan didirikan oleh desa. Ya, jadi nanti kita koordinasi dengan Dispermades karena ada 7.000 lebih desa di Jateng, dan kita sudah koordinasi dengan Dispermades kalau memang nanti supporting-nya itu desa mendirikan koperasi, itu akan jalan lebih baik," jelasnya.

Ia menambahkan, program ini diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara signifikan.

"Ya. Jadi ceruk pasar ekonomi di desa itu luar biasa. Kan kita tahu nih bank apa saja yang ada di koperasi yang ada di desa, kemudian apa koperasi mana apa saja yang di kemudian tumbuh ya," tandasnya.

Sumber