Arus Balik di Bakauheni Melandai, Ratusan Ribu Pemudik Belum Balik ke Jawa

LAMPUNG, KOMPAS.com – Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyampaikan bahwa arus balik di Pelabuhan Bakauheni mulai melandai meskipun masih ada ratusan ribu pemudik yang belum kembali ke Pulau Jawa.
Heru menyebutkan, pelandaian arus balik ini terjadi karena dua kali puncak kepadatan pemudik telah berlangsung pada Sabtu dan Minggu (5–6 April 2025) lalu.
"Hari ini sudah mulai melandai," ujar Heru saat konferensi pers di Pelabuhan Bakauheni, Senin (7/4/2025).
Ia mengakui masih terdapat puluhan ribu kendaraan dan ratusan ribu pemudik yang belum melakukan perjalanan balik ke Jawa.
"Memang beban kendaraan yang belum kembali ke Jawa itu ada sekitar 72 ribu," jelasnya.
Namun, menurut Heru, hal tersebut masih dalam batas yang dapat dikendalikan. Ia meyakini arus kendaraan akan terbagi secara merata dalam dua hari ke depan, sehingga tidak akan terjadi kepadatan berlebihan.
"Kita masih ada waktu 2 hari lagi kemungkinan akan terbagi hari ini dan esok sebelum masyarakat masuk kerja lagi," tambahnya.
Lebih lanjut, Heru memperkirakan tidak akan ada lagi lonjakan besar arus balik di Pelabuhan Bakauheni dalam waktu dekat.
"Prediksi kami sudah tidak ada lagi arus balik susulan, jadi puncak arus balik itu sudah terjadi 2 kali, walaupun kita lihat dari data yang belum kembali ke Jawa itu 72 ribu (kendaraan)," kata dia.
Berdasarkan data ASDP per 6 April 2025 (24 jam), jumlah total pemudik yang menyeberang ke Sumatera selama arus mudik mencapai 983.082 orang.
Hingga saat ini, baru 612.774 orang yang kembali ke Jawa, baik sebagai pejalan kaki maupun dalam kendaraan. Artinya, masih ada sekitar 370.308 pemudik yang belum kembali.






