Bambang Pacul Sebut Investasi SDM Lebih Penting dari Infrastruktur di Jateng

Bambang Pacul Sebut Investasi SDM Lebih Penting dari Infrastruktur di Jateng

SEMARANG, KOMPAS.com - Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto ‘Pacul’ menyebut, investasi sumber daya manusia (SDM) menjadi tantangan sebenarnya di Jawa Tengah.

Dia menilai meski infrastruktur juga penting, tapi pembenahan karakter SDM di Jawa Tengah menjadi hal yang perlu diutamakan.

Hal itu diungkapkan usai menghadiri acara Forum Senayan Peduli Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu, (9/4/2025).

Wakil Ketua MPR RI itu memahami bahwa Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi ingin membangun infrastruktur di Jawa Tengah, utamanya akses jalan dapat mulus 100 persen.

Namun menurutnya persoalan peningkatan SDM disebut lebih penting.

“Forum ini saya kasih jempol. Jadi nanti mesti kita bicarakan. Pak Gub pengin infrastruktur semua halus, tapi lebih bagus kita membangun karakter bangsa. Karakter bangsa harus seperti apa, tantangan ke depan sebenarnya investasi SDM,“ ungkap Pacul.

Pacul meyakini Jateng mampu membangun SDM sebagai investasi jangka panjang. Dalam hal itu, Ketua DPD PDI-P Jawa Tengah itu juga mendorong kontribusi anggota DPR RI yang berasal dari Dapil se-Jawa Tengah.

“Dalam pembangunan Jateng, tentu prosesnya harus selesai, satu per satu harus diorganisasi by system. Itu harus clear,” tutur dia.

Kontribusi tersebut dapat dimulai dari tingkat desa yang belum makmur. Lalu penyaluran aliran listrik hingga ketersediaan air bersih di desa-desa.

“Bambang Pacul bisa ditanya, ‘kamu ngasih kontribusi Jateng apa Pacul?’ Aku bisa langsung menjawab, ‘Apakah itu riil seperti yang diharapkan Pak Gubernur? Apa aku bisa nyalakan listrik dari desa satu dua desa yang belum ada listrik, itu yang aku punya. Sampai ada desa gak ada air bersih. Baru setelah ada kolaborasi antara DPR RI dan DPRD Provinsi, makanya mereka bisa mandi tiga kali sehari, dari tidak ada air, itu kan hal yang bagus,” tandas dia.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi memaparkan, problem, solusi, hingga target pembangunan jangka 5 tahun kedepan.

Forum itu sendiri diadakan karena pembangunan Jateng tidak bisa dilakukan sendirian, lantaran keterbatasan anggaran. Dukungan anggaran APBN sangat diperlukan, karena Pendapatan Asli daerah (PAD) tak akan mencukupi.

"Sudah sepakat, ke depan ditindaklanjuti dengan forum-forum informal per komisi. Harapannya, ada gandulkan (program) dengan kementerian terkait," kata Ahmad Luthfi.

Luthfi juga memaparkan terkait program pembangunan Jateng di 2025. Yakni menuntaskan infrastruktur yang meliputi jalan, pendidikan dan infrastruktur swasembada pangan.

Sumber