Baru Tiba di Jakarta, Pendatang Antusias Ikut Program Pelatihan Kerja

Baru Tiba di Jakarta, Pendatang Antusias Ikut Program Pelatihan Kerja

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pemudik telah kembali memasuki Jakarta setelah libur panjang Lebaran, termasuk pendatang yang dibawa oleh keluarganya.

Mereka datang bukan tanpa tujuan, melainkan mencoba mengadu nasib di Jakarta. Untuk itu, mereka juga menyadari perlunya kemampuan dalam dirinya.

Beberapa dari mereka menyatakan niat untuk memanfaatkan program balai latihan kerja (BLK) yang digagas oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.

Ajeng, seorang perempuan berusia 25 tahun, adalah salah satu pendatang yang baru saja dibawa suaminya, Ridwan, dari Semarang.

Meskipun sebelumnya tidak mengetahui tentang program BLK, Ridwan mengungkapkan bahwa ia pernah mendengar sekilas informasi mengenai program tersebut.

“Iya, kemarin sempat denger sekilas beritanya. Kalau memang ada, kayaknya mau didaftari, soalnya Mbaknya ini cepet sih belajarnya, bisa lah sekalian nambah skill,” ungkap Ridwan.

Sebelum pindah ke Jakarta, Ajeng bekerja sebagai kasir dan pelayan di toko minuman lokal.

“Kalau waktu di kampung, pernah kerja jadi kasir dan pelayan begitu, di toko minuman,” jelasnya.

Berbeda dengan Ajeng, Kasih, 38 tahun, datang dari Tegal dan tidak memiliki pekerjaan tetap saat dibawa suaminya, Azis, ke Jakarta.

Meski demikian, Azis mengatakan bahwa Kasih akan bekerja bersamanya berdagang nasi goreng. Keduanya juga membawa anak perempuan mereka.

“Enggak ada pekerjaan sih, tapi nanti ikut kerja sama saya. Dia biasa masak juga kan di kampung, sering jual makanan kalau puasa,” kata Azis.

Azis menambahkan, ia kekurangan tenaga kerja di warung nasi gorengnya setelah rekan kerja sebelumnya berhenti untuk menikah.

“Kebetulan suami butuh orang di warung nasi gorengnya, yang biasa bantu udah berhenti karena nikah di kampung, jadi kata saya ya kita aja ya lah kerja sama dia gitu,” jelas Kasih.

Meski Kasih dan Azis belum mengetahui lebih jauh mengenai program pelatihan kerja, Kasih mengaku tertarik untuk belajar keterampilan, terutama di bidang menjahit.

“Mau aja sih sebenarnya kalau ada beneran. Kami kan di rumah kadang ngejahit juga ya, walaupun enggak rapi. Kalau ada pelatihannya sih boleh juga,” ungkapnya.

Azis pun setuju dengan keinginan istrinya. Ia menambahkan bahwa jam operasional warung nasi gorengnya mendukung Kasih untuk mengikuti pelatihan.

“Kan kalau dagang dari sore, bisa lah kalau si ibu ikut pelatihannya siang, lumayan kalau gratis, nanti tak coba cari infonya,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anun menyatakan, Pemprov Jakarta siap menyambut gelombang pendatang dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia menekankan pentingnya pendatang memiliki kemampuan untuk bersaing di dunia kerja.

“Bagi siapa pun mau datang ke Jakarta, monggo, monggo saja. Tapi sekali lagi, kami tentunya sebagai pemerintah Jakarta mengharapkan orang yang datang ke Jakarta bisa capable untuk bekerja dengan baik,” ungkap Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta.

Untuk memastikan kesiapan pendatang, Pemprov Jakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) akan mencatat data para pendatang.

Pramono juga menegaskan tidak akan ada operasi justisia atau razia seperti yang diterapkan di pemerintahan sebelumnya.

Selain itu, Pemprov Jakarta juga menyediakan pusat pelatihan dan mengadakan bursa kerja (job fair) di setiap wilayah administrasi provinsi.

Sumber