Berpose dari Balik Bilik Foto, Tren Anak Muda yang Kembali Digeluti

SEMARANG, KOMPAS.com – Anak muda masa kini memiliki beragam cara untuk mengabadikan momen. Di tengah perkembangan teknologi dan tren digital, bilik foto atau photobox kembali diminati oleh kalangan remaja, khususnya di Kota Semarang.
Di dalam bilik berukuran 150 x 150 sentimeter, dua remaja, Aimee (17) dan Noura (17), tampak bergaya dengan ekspresi ceria di depan kamera.
Bilik foto kecil yang populer dengan sebutan photobox ini dilengkapi dengan kamera digital, layar sentuh untuk pengaturan foto, serta printer terintegrasi yang dapat langsung mencetak hasil foto.
Dengan biaya sekitar Rp25.000, pengguna bisa mendapatkan hasil dalam bentuk soft file serta dua strip cetak foto sebagai kenang-kenangan.
“Kalau photobox kan ada bukti fisiknya, jadi keliatan estetik, mudah dibawa kemana-mana, dan pastinya sama buat kenang-kenangan,” ucap Aimee kepada KOMPAS.com, Rabu (9/4/2025).
Ia mengaku senang menempelkan hasil cetak photobox di dinding kamarnya sebagai hiasan sekaligus memorabilia.
Aimee juga menyebut telah mencoba berbagai lokasi photobox di Semarang, seperti di Java Mall, Tekodeko, Koopman Kota Lama, Mall Tentrem, hingga Kola Compound.
“Pernah di Java Mall, Tekodeko, Koopman Kota Lama Semarang, Mall Tentrem, Kola Compound juga pernah. Sekarang sudah ada banyak,” tambahnya.
Senada dengan Aimee, Noura (17) menilai photobox sebagai cara seru untuk mengabadikan momen. Ia menekankan pengalaman unik saat berada di dalam bilik foto karena waktu pengambilan gambar dibatasi.
“Pasalnya, di dalam photobox para pengguna diberi waktu yang sangat terbatas, yaitu sekitar 15 menit,” ujarnya.
Meski demikian, justru keterbatasan waktu inilah yang membuat aktivitas photobox terasa lebih menarik bagi kalangan muda.
“Tapi jadi lebih menarik anak-anak muda, karena sudah menjadi tren,” ungkap Chilla (23), pengguna photobox lainnya.
Chilla mengaku telah berkali-kali berfoto di photobox bersama teman-temannya sejak masa SMA. Baginya, hasil foto dari photobox memiliki nilai sentimental yang lebih dibandingkan foto dari kamera ponsel.
“Berkali-kali foto di photobox, lumayan banyak sih 10 kali ada. Soalnya dari zaman SMA, makanya ke sini buat kenang-kenangan. Kalau foto pakai HP kan cuma gitu-gitu saja. Kalau photobox berbeda,” katanya.
Selain kesan unik, Chilla juga menilai harga photobox cukup terjangkau sehingga bisa dilakukan berulang kali.
“Harganya lebih murah, lebih lucu juga. Kalau kita berenam, jadinya gantian dua-dua. Biar photoboxnya cukup,” tutupnya.






