Cerita Fatmawati, Tunggu 6 Jam Demi Tuntaskan Tunggakkan Motor 2 Tahun di Samsat Karanganyar

KARANGANYAR, KOMPAS.com - Fatmawati (27), warga Delingan, Karanganyar menunggu 6 jam agar tunggakan pajak motornya selama 2 tahun lunas.
Saat berbincang dengan Kompas.com di loket pengambilan plat nomor Samsat Karanganyar Jumat (11/5/2025), ia juga membeberkan alasan pajak motornya nunggak 2 tahun.
Fatmawati mengaku tiba Kantor Samsat pukul 09.00 WIB.
Keperluannya adalah untuk menuntaskan tunggakkan pajak kendaraan bermotor (PKB) serta mengganti plat nomor kendaraan yang ia miliki.
"Antri agak lumayan. Tadi jam 09.00 WIB sampai sini, ini baru selesai jam 14 50 WIB," kata dia.
Wanita bertinggi sekitar 165 cm itu mengungkapkan bahwa jatuh tempo pembayaran pajak dan pembaruan plat nomor motor Honda Vario tahun 2010 miliknya jatuh pada pada bulan Maret 2025 kemarin.
Namun, ia masih memiliki tunggakkan selama dua tahun.
"Menunggak dua tahun. Sudah ganti plat bulan lalu bulan 3, tapi baru sempat sekarang," bebernya.
Fatmawati beralasan, jika keterlambatannya membayar PKB tahunan karena belum bisa memenuhi syarat kelengkapan berkas. Pasalnya, ia tidak tercatat sebagai pemilik motor.
"Lupa, terus KTP-nya itu dibawa sama kakak. Belum ketemu sama kakak gitu belum diambil KTP-nya. Motornya itu atas nama bapak," kata dia.
Uang Rp 448.000 dikeluarkan untuk menyelesaikan tunggakan PKB dan pembaruan plat nomor.
"Program pemutihan ini cukup lumayan karena bisa meringankan beban masyarakat. Paling tidak kami dapat keringanan," kata dia.
Sementara itu, pihak Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah ( UPPD) atau Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Karanganyar mencatat ada 2.000 an dokumen PKB pada dua hari pertama diterapkannya program pemutihan.
Kepala Samsat Karanganyar Saryningsih Wurijati merespon antusiasme masyarakat dengan menambah titik layanan di kawasan kantor.
Ia memaparkan, mobil Samsat yang biasanya melayani pembayaran PKB di kantor kecamatan dipindahkan di depan Kantor Samsat.
"Kemudian di Mall Pelayanan Publik kami buka juga untuk hari Senin-Kamis," kata dia.
Soal piutang, Sary menjabarkan jika pada tahun 2025 selama periode bulan Januari-Februari tercatat ada 14.000 an kendaraan belum dibayarkan pajak tahunannya. Nilainya mencapai Rp 3,9 miliar.
"Mudah-mudahan ini kesadaran masyarakat meningkat karena sudah dibantu banyak. Besok lagi jangan tidur lagi," katanya.






