Dukcapil Jaktim Pakai Sistem Jemput Bola untuk Data Pendatang

JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sudin Dukcapil) Jakarta Timur akan melakukan "jemput bola" untuk mendata pendatang baru di Jakarta Timur.
Pelaksana Tugas (Plt) Sudin Dukcapil Jakarta Timur, Ponirin Ariadi Limbong menjelaskan, sejak hari kedua Lebaran, sudah ada pendatang yang tiba di wilayah Jakarta.
"Mulai hari ini kami sudah mulai melakukan pelayanan jemput bola di seluruh kecamatan di wilayah Jakarta Timur pada titik-titik padat penduduk dengan tujuan mempermudah pelayanan pendataan bagi masyarakat," kata Ponirin saat dikonfirmasi, Kamis (10/4/2025).
Menurut Ponirin, pendataan sistem jemput bola ini dilakukan Dukcapil bekerja sama dengan Rukun Tetangga (RT) guna pemutakhiran data penduduk.
"Sekaligus kolaborasi dengan RT/RW untuk pemutakhiran data penduduk dan juga sosialisasi kepada masyarakat yang baru saja datang pada arus balik," ungkap Ponirin Ariadi.
Ponirin pun meminta pendatang memahami pentingnya tertib administrasi kependudukan.
Selain menunggu layanan jemput bola pemerintah, pendatang bisa lapor diri ke RT/RW, kelurahan, ataupun kecamatan dengan membawa sejumlah dokumen.
"Seluruh loket pelayanan Dukcapil di Kelurahan, Kecamatan, dan juga Suku Dinas. membawa KTP, KK dan juga Surat Keterangan Pindah (SKP), jika memang untuk memindahkan dokumennya ke jakarta ditambah jaminan tempat tinggal," ungkap Ponirin.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur meminta pendatang di Jakarta melaporkan status kependudukan mereka ke pengurus Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW) setempat.
Selain itu, pihak penjamin pendatang diharuskan yang memiliki KTP Jakarta.
"Selama ini kan sifatnya operasi yustisi, tapi kan saat ini tidak ada yustisi. Harapannya masyarakat ya kita imbau agar masyarakat memiliki jaminan KTP DKI yang tinggal di Jakarta," kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Timur Iin Mutmainnah saat dikonfirmasi, Rabu (9/4/2025).
Iin menyampaikan, pendatang baru di Jakarta harus mengikuti prosedur administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Iin, pendatang akan mulai ramai sebulan setelah Hari Raya Idul Fitri. Biasanya, ada saja masyarakat yang membawa anggota keluarganya merantau ke Jakarta.




