Enggan Pindah ke Rusun meski Rumah Langganan Banjir, Warga: Lebih Nyaman di Sini

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, mengaku enggan pindah ke rumah susun (rusun) kendati langganan terdampak banjir.
Amel (30) salah satunya. Ia mengaku lebih nyaman tinggal di rumahnya yang kerap terendam banjir dibanding harus pindah ke rusun.
“Saya sudah betah di sini dari kecil. Ibaratnya lebih nyaman juga di sini walaupun banjir,” kata Amel kepada Kompas.com di lokasi, Senin (7/4/2025).
Amel khawatir harus mengeluarkan biaya lebih banyak jika tinggal di rumah susun.
“Rumah di sini juga enggak kontrak karena rumah sendiri, kalau di rusun bayar. Kalau di sini, cuma bayar listrik doang enggak terlalu mahal,” jelas dia.
Selain itu, tempat tinggal Amel saat ini berdekatan dengan keluarganya.
“Di sini saya dekat sama keluarga, termasuk tetangga juga rasa saudara. Tapi kalau direlokasi, malah jadi mencar,” ujar dia.
Ketimbang merelokasi warga ke rusun, Amel menyarankan agar pemerintah membangun tanggul guna mencegah banjir.
“Lebih baik dibangun tanggul biar enggak banjir lagi, biar saya enggak digusur atau dipindahkan,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua RT 13 RW 04 Kebon Pala, Sanusi, yang mengaku enggan direlokasi ke rumah susun.
“Saya enggak mau pindah ke rumah susun karena bagaikan hidup dari awal lagi dong. Adaptasi dulu, terus usaha kita juga harus memikirkan lagi. Kan di sini yang sudah jualan punya langganan, kalau pindah, nanti hilang,” ucap Sanusi.
Sanusi menyampaikan, ada banyak kenangan di rumah yang sudah ia tempati sejak kecil itu.
Selain itu, Sanusi mengatakan, kehidupan bertetangga di sekitar rumahnya sudah seperti keluarga.
“Tetangga juga ibarat keluarga karena sudah saling mengerti. Kalau kehilangan satu, rasanya seperti ada yang kurang,” lanjut dia.
Menurut Sanusi, normalisasi kali menjadi solusi banjir yang lebih baik ketimbang relokasi warga ke rusun.
“Lebih baik normalisasi karena biar banjirnya juga berkurang di beberapa daerah. Kalau relokasi kan tetap saja di sini banjir,” ungkap dia.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengajak warga Jakarta yang terdampak banjir untuk pindah ke rumah susun yang telah disediakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.
Rano mengeklaim, kualitas sejumlah rusun di Jakarta setara dengan yang ada di Singapura.
“Saya selalu mensosialisasikan kesempatan ini, ‘Ayo, kita pindah ke rusun’. Kita baru kelar nih rusun di Jagakarsa. Saya minta maaf, kualitasnya sama dengan Singapura,” ungkap Rano saat ditemui di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Selasa (4/3/2025).






