Era Digital, KemenPPPA: Perempuan Jangan Hanya Diam dan Main TikTok

KemenPPPAJAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Bidang Kesetaraan Gender pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Amurwani Dwi mengingatkan agar perempuan Indonesia jangan hanya berdiam diri dan berselancar di media sosial.
Amurwarni mengatakan, perempuan juga perlu meningkatkan kemampuan dan keterampilan agar dapat bersaing di era digital seperti saat ini.
"Bagaimana perempuan juga bisa menyampaikan gagasan, itu penting, jangan hanya diam. Kita harus memanfaatkan dunia digital, bukan hanya untuk main TikTok, main medsos (media sosial), tapi untuk ekonomi digital," ujar Amurwani saat ditemui di Kantor KemenPPPA, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2025).
Amurwani menyebut, peluang yang sama juga bisa didapatkan perempuan jika mereka memanfaatkan media sosial secara positif.
"Bagaimana mereka berpeluang punya karya, kalau pembatik, upload karya batiknya, di situlah (media sosial) bisa memasarkan (menjual)," katanya.
Di era digital ini, menurut Amurwani, perempuan harus bisa memanfaatkan peluang media sosial untuk berkarya dan tidak hanya mengurus rumah tangga.
"Jadi, jangan hanya melihat di situ (bermain medsos) tapi harus lebih memanfaatkan, mencari peluang, memasarkan karya," ujarnya.
Lebih lanjut, Amurwani memahami bahwa setiap perempuan juga menanggung beban yang tidak mudah karena harus membagi dua tugas.
"Tentu tidak mudah bagi perempuan karena beban ganda (mengurus rumah tangga dan bekerja) yang sudah menempel di masyarakat. Ini yang harus diapresiasi," katanya.
Oleh karena itu, KemenPPPA mendorong agar para perempuan mau memberdayakan diri sendiri dengan mengasah kemampuan.
"Kami melakukan beberapa pemberdayaan, melalui upskilling, memberikan keterampilan untuk para perempuan, termasuk program Ruang Bersama Indonesia (RBI)," ujar Amurwani.



