Hadiah TV dan Mesin Cuci bagi ASN Pemkab Magelang yang Hadir Paling Pagi Usai Libur Lebaran...

MAGELANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memberikan hadiah berupa televisi dan mesin cuci kepada aparatur sipil negara (ASN) yang mengisi daftar kehadiran lebih awal pada hari pertama kerja usai libur Lebaran, Selasa (8/4/2025).
Sebanyak sepuluh pegawai di lingkungan Pemkab Magelang tercatat hadir lebih awal dari jadwal masuk kerja pukul 07.30 WIB.
Salah satunya adalah Kartika Adiwibowo, seorang operator operasional layanan di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Magelang.
Adi, sapaan akrabnya, tercatat mulai bekerja pada pukul 05.01 WIB setelah mengantar Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, ke Semarang untuk acara halalbihalal dengan Gubernur Jawa Tengah.
"Saya tadi mengantar Pak Bupati ke Semarang untuk halalbihalal dengan Gubernur Jawa Tengah," ungkapnya di sela acara halalbihalal yang berlangsung di Gor Gemilang, kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang.
Atas kedatangannya yang lebih awal, Adi pun berhak mendapatkan hadiah televisi LED 32 inch.
"Saya baru tahu kalau dapat hadiah. Alhamdulillah bisa untuk nonton anak-anak," tambahnya.
Selain Adi, Neneng Sutanti, Analis Kebijakan Ahli Muda di Bagian Administrasi Pembangunan, juga menerima hadiah berupa setrika setelah tercatat hadir pada pukul 06.39 WIB.
"Enggak menyangka dapat hadiah," ujarnya.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyoroti bahwa dari sepuluh pegawai yang berhak mengambil hadiah, hanya enam yang maju.
Ia menduga sisanya hanya mengisi presensi dan pergi tanpa keterangan.
"Ini jadi koreksi di BKPPD," cetusnya, merujuk pada Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah Kabupaten Magelang.
Selain televisi dan setrika, Pemkab Magelang juga menyediakan hadiah lain seperti mesin cuci, rice cooker, dan kompor.
Grengseng menekankan bahwa pemberian hadiah tersebut bertujuan untuk mengapresiasi kinerja pegawai.
Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menambahkan, ke depan, apresiasi serupa tidak hanya akan diberikan kepada individu, tetapi juga kepada instansi daerah yang memiliki prestasi.
"Itu konsekuensi dari meritokrasi. Ada reward bagi yang berprestasi," tutupnya.

