Ibu di Manggarai Timur NTT Lahirkan 4 Bayi Kembar tetapi Meninggal

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Publik di Manggarai Timur dan sekitarnya dikejutkan dengan unggahan di media sosial Facebook yang menyebutkan 4 bayi kembar lahir dan dikabarkan tidak selamat, pada Jumat (11/4/2025).
Hasil penelusuran Kompas.com dan menurut informasi berbagai sumber, ternyata ibu yang melahirkan bayi kembar 4 tersebut berasal dari Kampung Carang, Desa Bea Waek, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur.
Informasi mengenai ibu yang melahirkan bayi kembar 4 tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, Dr Surip Tintin.
Ia mengatakan, ibu hamil tersebut dirujuk dari puskesmas Mano, ibu kota Kecamatan Lamba Leda Selatan, ke RSUD Ruteng pada Kamis (10/4/2025) dan melahirkan pada Jumat (11/4/2025).
"Ibu melahirkan kemarin di RSUD Ruteng, kembar 4. Ibu sehat, bayi meninggal semua," ungkap Tintin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Sabtu siang.
Ia membeberkan, berat badan masing-masing bayi tersebut antara lain 500, 400, 400, dan 600 gram.
Berat badan 4 bayi tersebut terlalu kecil, sehingga menjadi sulit untuk hidup di luar kandungan.
"Terlalu kecil BB-nya tidak sampai 1000. Jadi sulit untuk mampu hidup di luar kandungan," terang dia.
Ia mengatakan, usia kandungan 4 bayi tersebut cukup bulan.
Kemudian, pemantauan oleh bidan dilakukan.
"Sudah lama bidan curiga tentang kehamilan kembarnya, tetapi ibu selalu menolak untuk dirujuk pemeriksaan USG. Setelah ada tanda mau melahirkan, baru mau dirujuk," kata dia.
Ia menambahkan, ibu melahirkan bayi kembar 4 merupakan peristiwa pertama di Manggarai Timur.
