Jokowi Hadapi Gugatan Mobil Esemka, Tegaskan Tak Pernah Ada Perjanjian

Jokowi Hadapi Gugatan Mobil Esemka, Tegaskan Tak Pernah Ada Perjanjian

SOLO, KOMPAS.com - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mulai mempersiapkan diri untuk melawan, gugatan wanprestasi gagalnya produksi massal mobil Esemka. 

Jokowi digugat bersamaan dengan Ma’ruf Amin dan PT Solo Manufaktur Kreasi dalam perkara nomor 96/Pdt.G/2025/PN Skt, dengan tergugat Aufaa Luqmana Re A.

Jokowi telah memberikan kuasa kepada pengacaranya, YB Irpan dan telah mendiskusikan atas gugatan tersebut, di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, pada Jumat (11/4/2025).

"Saya baru mempelajari ya, tentang isi daripada gugatan itu sendiri yang pada pokoknya bahwa gugatan wanprestasi itu karena adanya hubungan kontraktual," kata YB Irpan, saat ditemui setelah pertemuan dengan Jokowi.

Dia menjelasakan dalam persoalan tersebut, pihaknya akan mencari hubungan secara hukum antara Jokowi, Ma’ruf Amin dan PT Solo Manufaktur Kreasi tersebut, ada suatu perikatan mengenai perjanjian dengan pihak penggugat.

Menurutnya, wanprestasi memiliki karakteristiknya adanya perjanjian yang sah.

Kemudian, salah satu pihak tidak memenuhi adanya kewajiban atau prestasi sebagaimana telah diperjanjiankan, maka itu dinamakan cegah janji atau wanprestasi.

"Dan ini tadi saya sudah matur dengan Pak Jokowi bahwa selama ini tidak pernah adanya suatu pengikatan dalam bentuk perjanjian," ujarnya. 

Jokowi mengaku tidak kenal dengan pengugat yang saat ini berusai 19 tahun, dan merupakan anak Boyamin Saiman tersebut. 

"Sebab kalau saya melihat dari segi usianya ya, ketika mobil Esemka untuk diwacanakan sebagai mobil nasional, yang bersangkutan umurnya 6 tahun ya," jelasnya. 

Persidanan akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo, Jawa Tengah, pada 24 April 2025, pukul 10.00 WIB, di ruang Wiryono Projo Dikiro.

Dalam persidangan nanti, Irpan mengaku saat ini pihaknya belum berkomunikasi dengan pihak tergugat lainnya. 

"Belum ada koordinasi baik dengan pak Ma’ruf Amin maupun kepada Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi. Jadi semuanya saya menunggu dawuh dari pak Jokowi. Sebelum ada dawuh tentu saja saya tidak akan melangkah terlalu jauh," katanya. 

Sumber