Perjuangan Anak Kereta Naik KRL dari Stasiun Manggarai, Berlarian Bak Zombie

JAKARTA, KOMPAS.com - Bukan perkara mudah bagi "anker" alias anak kereta untuk sehari-hari bermobilisasi naik KRL Jabodetabek.
Bagaimana tidak, saat jam berangkat dan pulang kerja, gerbong KRL dan stasiun bak arena "pertempuran" saking banyaknya penumpang.
Hal ini dirasakan oleh warga yang tiap hari naik dan turun KRL di Stasiun Manggarai, stasiun transit yang mempertemukan berbagai jalur kereta, baik arah Jakarta, Depok, Bogor, hingga Bekasi.
Tak jarang penumpang harus berlarian untuk berganti peron dan mengejar KRL di Stasiun Manggarai. Desak-desakan antarpenumpang pun menjadi pemandangan sehari-hari.
Alissa (20), salah seorang pengguna KRL yang sehari-hari transit di Stasiun Manggarai mengatakan, setiap hari stasiun seakan dipenuhi zombie.
“Julukan zombie di Stasiun Manggarai benar banget, itu cara bertahan hidup. Karena kalau di Stasiun Manggarai harus desak-desakan dan lari-larian, seperti zombie,” kata Alissa kepada Kompas.com, Rabu (9/4/2025).
Alissa yang merupakan seorang mahasiswa itu setiap hari naik KRL dari Stasiun Bekasi Timur, lalu transit di Stasiun Manggarai, dan turun di Stasiun Lenteng Agung.
Mau tak mau ia berdesak-desakan dengan penumpang lain setiap jam sibuk.
“Desak-desakan di kereta itu menguras energi banget. Bahkan, saya kalau sudah sampai kampus itu enggak berani ngajak orang ngomong karena harus charge energi abis melewati Manggarai yang ramai banget ini,” jelas dia.
Alissa pun menilai, orang yang tak pernah transit di Stasiun Manggarai tak akan pernah tahu rasanya menjadi "anker" di stasiun tersebut saat jam sibuk.
“Saya sering baca komen orang yang bertanya, ‘Kenapa orang harus lari-lari sih?’ Kalau orang yang enggak merasakan enggak bakal tau rasanya di Manggarai beneran seperti zombie,” ungkapnya.
Pengguna KRL lainnya, Randi (31) juga mengatakan demikian. Sehari-hari Randi naik KRL dari Stasiun Bekasi ke Stasiun Gondangdia dan transit di Stasiun Manggarai.
“Dianggap zombie memang benar karena pengguna KRL ramai banget di Manggarai, apalagi pas jam berangkat kerja dan pulang kerja,” kata Randi.
Randi mengaku lelah setiap kali harus berdesak-desakan naik KRL. Namun, KRL tetap menjadi transportasi pilihannya untuk berangkat dan pulang kerja karena ongkosnya murah dan cepat.
“Saya harus berdesak-desakan. Capek banget karena minimal transit di Manggarai harus desek-desakan, udah pasti itu,” tutur dia.

