Pertemuan Prabowo-Megawati Dinilai Wajar, tetapi...

Pertemuan Prabowo-Megawati Dinilai Wajar, tetapi...

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menilai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri adalah hal yang biasa.

Pasalnya, kedua tokoh ini memiliki hubungan baik dan pernah berpasangan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada pemilihan presiden 2009 lalu.

"Itu pertemuan dua tokoh yang secara pribadi maupun sebagai tokoh partai memiliki hubungan yang baik dan sudah lama. Jadi sebetulnya pertemuan itu penting dan wajar belaka karena keduanya punya peran penting dalam pemerintahan dan dalam politik," ujar Djayadi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (9/4/2025).

Akan tetapi, Djayadi memperingatkan bahwa pertemuan Prabowo dan Megawati dapat berpengaruh terhadap konstelasi politik nasional.

Menurut dia, jika hasil pertemuan bermuara pada masuknya PDI-P sebagai anggota koalisi pemerintahan, ada kemungkinan dampak akses dan posisi jabatan politik untuk partai berlambang banteng itu.

"Dalam jangka pendek PDI-P dapat kekuasaan," ucap Djayadi.

Jika hal itu terjadi, demokrasi di Indonesia dinilai dapat mengalami dampak buruk karena tidak ada partai yang berperan sebagai oposisi atau penyeimbang pemerintah.

Akibatnya, pemerintahan akan menjadi seperti pemerintahan satu partai yang super gemuk, sedangkan kelompok kritis masyarakat sipil kehilangan mitra untuk mengontrol pemerintah.

"Kualitas pemerintahan kita akan melemah," imbuh Djayadi.

Namun Djayadi meyakini Megawati tak langsung memberikan sikap ikut pemerintah karena kekuatan di dalam PDI-P masih berimbang antara menginginkan menjadi oposisi atau bergabung menjadi koalisi.

"Mega tampaknya berusaha bersikap imbang setelah beberapa waktu belakangan terkesan lebih kritis terhadap pemerintahan," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Prabowo akhirnya bertemu dengan Megawati pada Senin (7/4/2025) malam di rumah Megawati, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Dasco mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan Prabowo dalam rangka silaturahmi di tengah momentum Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

Dasco menyebutkan, salah satu topik yang dibicarakan kedua tokoh tersebut adalah upaya pemerintah dalam menghadapi situasi global.

Ia mengatakan, Megawati berbagi pengalamannya ketika mengatasi krisis yang terjadi di Indonesia pada masa kepemimpinannya.

“Ya sebenarnya kan lebih bagaimana menghadapi situasi global yang pada saat ini juga banyak menimpa negara-negara lain dan kedua tokoh saling bertukar pikiran dan juga bertukar pengalaman,” kata Dasco.

“Apalagi Ibu Megawati kan berpengalaman juga memimpin Indonesia di waktu yang lalu juga menghadapi saat-saat yang kurang lebih juga ada masa-masa krisis,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Prabowo akhirnya bertemu dengan Megawati pada Senin (7/4/2025) malam di rumah Megawati, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan Prabowo dalam rangka silaturahmi di tengah momentum Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

Dasco menyebutkan, salah satu topik yang dibicarakan kedua tokoh tersebut adalah upaya pemerintah dalam menghadapi situasi global.

Ia mengatakan, Megawati berbagi pengalamannya ketika mengatasi krisis yang terjadi di Indonesia pada masa kepemimpinannya.

“Ya sebenarnya kan lebih bagaimana menghadapi situasi global yang pada saat ini juga banyak menimpa negara-negara lain dan kedua tokoh saling bertukar pikiran dan juga bertukar pengalaman,” kata Dasco.

“Apalagi Ibu Megawati kan berpengalaman juga memimpin Indonesia di waktu yang lalu juga menghadapi saat-saat yang kurang lebih juga ada masa-masa krisis,” ujar dia.

Sumber