Prabowo Ngaku Diprotes 29.000 Tengkulak Pupuk karena Pangkas Alur Distribusi

Prabowo Ngaku Diprotes 29.000 Tengkulak Pupuk karena Pangkas Alur Distribusi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengaku diprotes para distributor alias tengkulak (middle man) karena mengeluarkan kebijakan pemangkasan alur distribusi pupuk bersubsidi.

Lewat kebijakan itu, distribusi pupuk dari pabrik langsung disalurkan kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan).

"Ada yang datang ke saya, (mengatakan), ‘Ada 29.000 distributor yang marah sama bapak’. Saya jawab, ‘Oh ya?’," kata Prabowo saat menemui investor hingga ekonom di Menara Mandiri, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/2025).

Namun, menurut Prabowo, jumlah itu tidak sebanding dengan jumlah petani yang memanfaatkan kebijakan pemangkasan alur tersebut.

Oleh karenanya, dia memilih membela para petani yang mencapai 30 juta orang.

"Ada berapa petani di Indonesia? (Yang melapor ke saya menjawab), ‘Hampir 30 juta, Pak’. ‘(Berapa jumlah) keluarga mereka?’. Empat. 29.000 lawan 120 juta, menang siapa? Oh, lebih baik saya membela 120 juta rakyat daripada mereka-mereka itu," tandasnya.

Prabowo menyatakan, rakyat memiliki hak untuk berdaulat di bidang pangan.

Ia sebagai Presiden pun perlu menjalankan mandat dari masyarakat, setelah terpilih dan dilantik pada 20 Oktober 2024.

Meski dirinya tidak memungkiri bahwa akan banyak pihak yang kecewa mengenai hal itu.

"Tapi dibandingkan dengan ratusan juta rakyat kita yang akan merasa bahagia, ya itu tugasnya pemerintah. Kenapa terlalu banyak perantara, middle man-middle man, hak apa itu mereka mengutip-ngutip uang rakyat," jelas Prabowo.

Sumber