Prabowo Sebut Hasil Kerja Tak Bisa Secepat Kilat: Yang Bisa Seketika Hanya Nabi Musa...

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, hasil kerja pemerintahannya tidak akan bisa dilihat secepat kilat semenjak dimulai pada 20 Oktober 2024.
Dia menyebut, target kerja memerlukan manajemen usaha, perencanaan yang baik, dan pelaksanaan yang baik.
"Tidak ada dalam manajemen suatu usaha, dalam manajemen suatu organisasi dalam menjalankan suatu proyek tidak bisa seketika," kata Prabowo saat menemui investor hingga ekonom di Menara Mandiri, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/2025).
Kepala Negara lantas berseloroh, hasil seketika hanya bisa dilakukan oleh Nabi Musa. Diketahui, tongkat Nabi Musa bisa membelah Laut Merah untuk diseberangi saat dikejar Raja Firaun, mengeluarkan air dari batu, dan berubah menjadi ular.
"Yang bisa seketika itu hanya Nabi Musa yang punya tongkat. Kita manusia tidak bisa seketika, semua itu adalah perencanaan. Perencanaan yang matang, perencanaan dasarnya adalah pengumpulan data yang benar," ujar Prabowo.
Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) ini mengungkapkan, pelaksanaannya juga harus baik. Sebab, rencana dan gagasan terbaik tidak akan bisa berhasil tanpa orang yang bisa melaksanakan.
Setelah dilaksanakan dengan baik, menurut Prabowo, maka hasilnya akan terlihat.
"Ini adalah fenomena hidup, enggak bisa kita tanam pohon kita minta buahnya turun lusa. Enggak mungkin ini melawan hukum alam. Kita cari benih yang bagus, kita cari tanah yang cocok kita harus ada sumber air, harus ada cuaca yang baik, kita tanam kita rawat baru hasilnya mungkin lima tahun, enam tahun," kata Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan, pemerintah yang dipimpinnya sejatinya sudah mulai bekerja dengan mengumpulkan tim kecil usai dirinya ditetapkan sebagai pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Ketua Umum Partai Gerindra ini pun mengatakan, kerja itu tanpa diliput oleh media.
"Jadi saya pikir begitu saya ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU, saya kumpulkan tim kecil dan kita mulai bekerja. Lima bulan kita bekerja terus tanpa diliput media. Kadang-kadang diliput media malah kerjanya sulit. Karena media ingin bukti seketika," ujar Prabowo.






