Presiden Perancis Bahas Situasi Gaza dengan Pemimpin Mesir dan Raja Yordania

CAIRO, KOMPAS.com - Presiden Perancis Emmanuel Macron pada Sabtu (5/4/2025) mengumumkan rencananya mengadakan pertemuan puncak trilateral terkait situasi di Gaza.
Pertemuan ini akan melibatkan Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi dan Raja Yordania Abdullah II.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan, ketika Israel berusaha merebut wilayah-wilayah di Gaza setelah kegagalan gencatan senjata yang berlangsung singkat dalam perangnya dengan Hamas.
Macron menjelaskan, serangan Israel ini merupakan strategi untuk memaksa kelompok bersenjata Palestina membebaskan para sandera yang masih ditahan.
Dalam pernyataannya yang diunggah di platform X, Macron menyatakan, "Menanggapi keadaan darurat di Gaza dan selama kunjungan saya ke Mesir atas undangan Presiden El Sisi, kami akan mengadakan pertemuan puncak trilateral dengan presiden Mesir dan raja Yordania."
Kunjungan Macron ke Mesir dijadwalkan pada Minggu malam (6/4/2025). Ia akan bertemu dengan Presiden El Sisi pada Senin (7/4/2025) pagi.
Pada saat yang sama, ketegangan juga meningkat di Lebanon dan Suriah, dengan Israel memperluas serangannya.
Pertemuan puncak trilateral akan berlangsung pada hari yang sama di Cairo, ibu kota Mesir, sebagaimana disampaikan oleh kantor kepresidenan Macron.
Pada Selasa, Macron dijadwalkan mengunjungi pelabuhan El Arish, yang terletak sekitar 50 kilometer di sebelah barat Jalur Gaza, untuk bertemu dengan pekerja kemanusiaan dan memperlihatkan dukungannya terhadap gencatan senjata yang terus didorong.
El Arish merupakan titik transit utama bagi bantuan internasional menuju Gaza.





