Program Kuliah Gratis Kalteng Gandeng 12 Kampus, Targetkan 10.000 Mahasiswa

PALANGKA RAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk program kuliah gratis bagi warga kurang mampu.
Program ini melibatkan 12 perguruan tinggi yang tersebar di wilayah provinsi setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengungkapkan bahwa 12 perguruan tinggi tersebut meliputi
“12 perguruan tinggi tersebut merupakan bagian dari 32 kampus yang telah bekerja sama dalam implementasi program kuliah gratis yang kini sudah berjalan,” ungkap Reza kepada Kompas.com melalui keterangan tertulisnya pada Jumat (11/4/2025).
Reza menjelaskan bahwa program kuliah gratis ini menyediakan kuota sebanyak 10.000 mahasiswa, di mana setiap perguruan tinggi akan mengajukan kuota masing-masing.
“Ini langkah nyata mendukung visi Gubernur agar tidak ada lagi anak-anak Kalteng yang tertinggal dalam pendidikan tinggi,” jelasnya.
Pemprov Kalteng telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk program kuliah gratis melalui Biro Kesra Setda Kalteng.
“Diharapkan, program ini turut mencetak tenaga pendidik muda dan berkualitas yang siap membangun daerah,” tuturnya.
sementara itu, Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, dalam beberapa kesempatan menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kalteng melalui program unggulan, yaitu sekolah gratis dan kuliah gratis.
“Pendidikan adalah kunci utama kemajuan daerah. Kita ingin anak-anak dari pelosok bisa menempuh pendidikan tanpa beban biaya. Karena itu, saya mengajak seluruh pihak, termasuk para rektor, untuk bersinergi menyukseskan program ini,” kata Agustiar pada Kamis (10/4/2025).
Gubernur juga menambahkan bahwa Kartu Huma Betang berfungsi sebagai solusi terintegrasi untuk mendukung akses pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.
Program ini merupakan bagian dari visi besar untuk mewujudkan cita-cita “Satu Rumah, Satu Sarjana” yang dia ungkapkan dalam kampanye pilkada 2024 lalu.
Agustiar mengajak seluruh bupati dan wali kota di Kalteng untuk berkolaborasi mendukung program prioritas ini demi pendidikan yang lebih inklusif dan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kalteng yang lebih baik di masa depan.
“Kolaborasi adalah kunci. Jika kita solid, maka sekolah dan kuliah gratis bukan hanya mimpi, tetapi akan menjadi kenyataan bagi seluruh masyarakat Kalteng,” tutup Gubernur Agustiar Sabran.





