Sekolah Rakyat Usung Konsep “Multi Entry Multi Exit”, Apa Maksudnya?

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat bakal mengusung konsep multi entry multi exit.
Sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 terkait Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem yang telah diterbitkan, Sekolah Rakyat menjadi instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.
"Sekolah Rakyat akan dikembangkan berbeda dengan sekolah biasa. Siswa bisa masuk kapan saja tanpa mengikuti tahun ajaran, multi entry multi exit," kata Mu’ti, dikutip dalam keterangan resmi, Kamis (10/4/2025).
Karena kurikulum yang berbeda dengan sekolah lainnya, Sekolah Rakyat bakal melakukan pendekatan individual atau pemetaan peserta didik di awal.
Dengan demikian, siswa-siswi di Sekolah Rakyat memiliki capaian belajarnya masing-masing.
"Multi entry multi exit jangan dimaknai bisa keluar kapan saja. Tapi, bisa masuk kapan saja dan mencapai capaian pembelajaran kapan saja. Tidak harus semua siswa disamakan," tutur Mu’ti.
"Yang penting adalah mereka bisa belajar dan karakternya terbentuk melalui asrama," sambung dia.
Sementara itu, untuk proses rekrutmen peserta didik akan melalui dapodik yang diintegrasikan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Kalau mereka yang masuk desil 1 dan desil 2 tidak terdata pada dapodik, berarti mereka adalah anak yang putus sekolah. Sekolah Rakyat tidak akan mengambil peserta didik yang sudah bersekolah," kata dia.
Berkaitan dengan tenaga pengajarnya, guru yang nantinya mengajar di Sekolah Rakyat tidak terikat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Guru yang dikontrak tidak terikat ASN, dan memang dikontrak untuk mengajar di situ (Sekolah Rakyat)," ucap Mu’ti.
Mu’ti menambahkan, kualifikasi guru yang telah lulus PPG akan dimintakan kualifikasi agar bisa mengajar full-time di Sekolah Rakyat.
"Yang pertama harus full-time dan ini disampaikan di awal. Guru-guru ini juga nantinya akan bisa mengajar lebih dari satu mata pelajaran," imbuh dia.






