Teror Kepala Babi Tempo, Prabowo Duga Ada yang Ingin Adu Domba

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyorot soal teror kepala babi dan bangkai tikus kepada Redaksi Tempo saat berbincang dengan tujuh pimpinan media di Hambalang, Jawa Barat pada Minggu, 6 April 2025.
Kepala Negara menyebut bahwa teror ini sebagai upaya mengadu domba.
"Saya kira yang lakukan itu ingin mengadu domba," kata Prabowo dikutip dari YouTube Harian Kompas, Senin (7/4/2025).
Prabowo menilai bahwa pelaku teror diduga ingin menciptakan suasana yang tidak baik.
"Ingin menciptakan suasana yang tidak baik. Menurut saya itu," ujar Prabowo.
Diketahui, Redaksi Tempo mengalami dua kali teror. Teror pertama adalah pengiriman kepala babi pada Kamis, 20 Maret 2025, yang ditujukan ke salah satu jurnalis Tempo yakni Francisca Christi oleh pengirim anonim.
Dua hari kemudian, kantor redaksi Tempo kembali dikirim dengan sejumlah tikus dalam kondisi kepala terpenggal.
Wakil Pimpinan Redaksi Tempo Bagja Hidayat menerangkan, ketika dibuka, kondisi kepala babi itu mengeluarkan bau busuk serta terbungkus dengan kardus, styrofoam, dan plastik.
"Jadi kardus, di dalamnya itu ada styrofoam, di dalamnya dibungkus plastik lagi kepalanya (babi)," kata Bagja pada Kamis, 20 Maret 2025.






