&lt;?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0"><channel><title>SwaraFakta - Baca berita terbaru hari ini</title><link>https://swarafakta.my.id/</link><description>SwaraFakta - Berita hukum, politik, ekonomi indonesia terbaru</description><generator>Hugo -- https://gohugo.io/</generator><lastBuildDate>Sun, 13 Apr 2025 07:20:05 WITA</lastBuildDate><language>id</language><item><title>Kekerasan terhadap Jurnalis Berulang, Kebebasan Pers Terancam</title><link>https://swarafakta.my.id/berita/kekerasan-terhadap-jurnalis-berulang-kebebasan-pers-terancam-47340/</link><pubDate>Mon, 07 Apr 2025 06:03:44 UTC</pubDate><guid>https://swarafakta.my.id/berita/kekerasan-terhadap-jurnalis-berulang-kebebasan-pers-terancam-47340/</guid><media:content url="https://asset.kompas.com/crops/fGL7IPxctbcpV8GqzLZf7D8yZRY=/0x16:940x643/1200x800/data/photo/2019/09/29/5d8fea2f09c97.jpg" medium="image"/><description><p>JAKARTA, KOMPAS.com - Akademisi Fakultas Hukum Universitas Pamulang Halimah Humayrah Tuanaya menilai, berulangnya kasus kekerasan terhap jurnalis dalam tiga bulan terakhir merupakan ancaman serius bagi demokrasi di Indonesia.</p><p>"Prihatin sekali dalam tiga bulan, terjadi enam peristiwa (kekerasan) yang dialami teman-teman wartawan. Ini ancaman serius bagi kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi," kata Halimah dalam keterangan tertulis, Senin (7/4/2025).</p><p>Pengurus Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia Pimpinan Pusat &lsquo;Aisyiyah ini mengatakan bahwa peristiwa kekerasan yang terjadi pada jurnalis merupakan bentuk intimidasi nyata yang bisa membungkam kebebasan pers.</p></description></item></channel></rss>