Aksi Korporasi

BEI Sebut 32 Calon Emiten Antre IPO, 12 Perusahaan Miliki Aset Jumbo

BEI Sebut 32 Calon Emiten Antre IPO, 12 Perusahaan Miliki Aset Jumbo

()

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan terdapat 32 calon emiten berada dalam daftar atau pipeline penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga 10 April 2025.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan bahwa sebanyak 32 perusahaan masuk dalam pipeline pencatatan saham BEI.

"Dari 32 calon perusahaan tercatat tersebut, 12 perusahaan memiliki aset skala besar, atau di atas Rp250 miliar," katanya Jumat (11/4/2025).

Dia melanjutkan, terdapat 17 perusahaan skala menengah dengan nilai aset antara Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar yang mengantre untuk IPO. Sementara itu, terdapat 3 perusahaan dengan aset skala kecil, atau dengan aset di bawah Rp50 miliar.

OJK: 21 Emiten Rancang Buyback Tanpa RUPS, Siapkan Anggaran Rp14,97 Triliun

OJK: 21 Emiten Rancang Buyback Tanpa RUPS, Siapkan Anggaran Rp14,97 Triliun

()

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan pembelian kembali saham atau buyback tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tercatat, sebanyak 21 emiten merancang buybcak saham dengan total anggaran yang disiapkan mencapai  Rp14,97 triliun

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Inarno Djajadi mengatakan mempertimbangkan kondisi pasar terkini, OJK pun langsung ambil langkah, salah satunya kebijakan memperbolehkan emiten buyback tanpa RUPS.

Pada perkembangannya, hingga 9 April 2025, terdapat 21 emiten yang berencana buyback tanpa RUPS. Total anggaran yang disiapkan emiten mencapai Rp14,97 triliun. Lalu, 15 di antara emiten itu telah melakukan buyback dengan realisasi Rp429,72 miliar.

Matahari Department Store (LPPF) Dapat Restu Guyur Dividen Rp300 per Saham

Matahari Department Store (LPPF) Dapat Restu Guyur Dividen Rp300 per Saham

()

Bisnis.com, JAKARTA — PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menetapkan dividen tunai final sebesar Rp300 per saham dari laba bersih perseroan tahun buku 2024. 

Keputusan tersebut disetujui dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 2024 yang dilaksanakan pada Kamis (10/4/2025). 

“RUPST menyetujui pembagian dividen final dari laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024 sejumlah Rp300 per saham,” tulis manajemen LPPF dalam keterbukaan informasi, Kamis (10/4/2025). 

Menyambut Musim Semi Dividen Emiten, Mampu Jadi Suntikan Tenaga IHSG?

Menyambut Musim Semi Dividen Emiten, Mampu Jadi Suntikan Tenaga IHSG?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Bulan ini semakin banyak emiten yang menjadwalkan RUPST untuk membahas alokasi dividen dari tahun buku 2024. Mampukah sentimen dividen emiten menjadi suntikan tenaga bagi IHSG? 

Sepanjang tahun berjalan 2025, indeks harga saham gabungan (IHSG) melorot 15,71% dan parkir di level 5.967,98 hingga akhir perdagangan kemarin, Rabu (9/4/2025). 

IHSG terombang-ambing oleh sentimen tarif impor Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan meruncingnya konflik geopolitik. Di dalam negeri, sentimen pasar saham berasal dari gelaran RUPST emiten yang membahas agenda pembagian dividen dari laba bersih tahun buku 2024. 

Alamtri Resources (ADRO) Rancang Buyback Saham Rp4 Triliun, Ini Alasannya

Alamtri Resources (ADRO) Rancang Buyback Saham Rp4 Triliun, Ini Alasannya

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten afiliasi Garibaldi ‘Boy’ Thohir PT Alamtri Resources IndonesiaTbk. (ADRO) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback. ADRO menyiapkan dana sebesar Rp4 triliun untuk buyback ini. 

Manajemen ADRO dalam keterbukaan informasi BEI menyampaikan pembelian kembali saham ini akan dilakukan melalui BEI dan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan.

Dalam rencana buyback ini, ADRO akan melakukan RUPST pada 15 Mei 2025. Apabila agenda buyback ini telah disetujui pada RUPST, pembelian kembali saham perseroan akan dilakukan terhitung sejak 16 Mei 2025.