Amerika Serikat

AS Kasih Tenggat hingga 9 April ke RI untuk Negosiasi Kebijakan Tarif Trump

AS Kasih Tenggat hingga 9 April ke RI untuk Negosiasi Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengaku telah ditenggat untuk mengungkap langkah Indonesia terkait dengan kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat hingga Rabu (9/4/2025).

Airlangga menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih terus berkomunikasi dengan United States Trade Representative (USTR), U.S. Chamber of Commerce, dan negara mitra lainnya untuk membahas persoalan tersebut.

"Kita dikenakan waktu yang sangat singkat, yaitu 9 April, diminta untuk merespons. Indonesia menyiapkan rencana aksi dengan memperhatikan beberapa hal, termasuk impor dan investasi dari Amerika Serikat,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Minggu (6/4/2025).

Prospek IHSG Pekan Depan Pasca Libur Lebaran, Kena Hantam Tarif Impor Trump?

Prospek IHSG Pekan Depan Pasca Libur Lebaran, Kena Hantam Tarif Impor Trump?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami tekanan pada perdagangan pekan depan setelah libur lebaran. Tekanan datang dari global, seiring dengan telah diresmikannya kebijakan tarif impor AS oleh Presiden Donald Trump. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengalami penguatan 0,59% ke level 6.510,62 pada perdagangan sebelum libur Lebaran, Kamis (27/3/2025). Namun, IHSG mengalami pelemahan 8,04% sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) atau sepanjang kuartal I/2025.

US$2 Triliun Lenyap dari Indeks SP 500 setelah Pengumuman Tarif Trump

US$2 Triliun Lenyap dari Indeks SP 500 setelah Pengumuman Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Valuasi Indeks S&P 500 di bursa saham New York lenyap sekitar US$2 triliun pada perdagangan Kamis (3/4/2025) waktu setempat di tengah kekhawatiran investor terhadap kebijakan tarif impor terbaru yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Langkah proteksionis Trump membuat Wall Street memerah, dengan koreksi saham terdalam dialami oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap rantai pasok manufaktur luar negeri.

Apple Inc., yang memproduksi sebagian besar perangkatnya di China untuk dijual di AS, terpantau anjlok hingga 9,5%. Saham perusahaan apparel Lululemon Athletica Inc. dan Nike Inc., turun lebih dari 12%. Kedua perusahaan tersebut tercatat memiliki jaringan produksi dengan Vietnam yang diganjar tarif impor timbal balik sebesar 46% oleh Trump.