Amirul Wicaksono

Bank DKI Sudah Laporkan Gangguan Sistem ke Bareskrim Polri

Bank DKI Sudah Laporkan Gangguan Sistem ke Bareskrim Polri

()

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank DKI telah melaporkan kasus gangguan sistem layanan Bank DKI ke Bareskrim Polri.

Hal ini disebutkan sudah diterima oleh Bareskrim Polri pada 1 April 2025 lalu.

“Dari awal kejadian, Bank DKI sudah melakukan pelaporan dan saat ini proses pemeriksaan sudah berjalan. (Pelaporan) Iya, tanggal 1 April 2025,” ujar Direktur Utama Bank DKI Agus Haryoto Widodo saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (10/4/2025).

Agus mengapresiasi pihak Bareskrim Polri yang sudah bergerak cepat.

Profil Amirul Wicaksono, Eks Direktur IT Bank DKI yang Dicopot Pramono Anung

Profil Amirul Wicaksono, Eks Direktur IT Bank DKI yang Dicopot Pramono Anung

()

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Eks Direktur IT Bank DKI Amirul Wicaksono dicopot dari jabatannyaoleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Pencopotan tersebut dilakukan dalam rapat terbatas antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan jajaran direksi Bank DKI pada Selasa (8/4/2025).

Amirul Wicaksono dinilai lalai dalam menjaga sistem informasi Bank DKI terkait insiden gangguan layanan digital Bank DKI yang terjadi sejak akhir Maret 2025.

Tidak hanya pencopotan, Pramono juga akan melaporkan insiden ini ke Bareskrim POLRI karena menduga adanya unsur kelalaian yang melibatkan pihak internal Bank DKI.

Pramono Anung Copot Direktur IT Bank DKI

Pramono Anung Copot Direktur IT Bank DKI

()

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung mencopot Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI Amirul Wicaksono buntut gangguan layanan perbankan yang dikeluhkan nasabah sejak akhir Maret 2025.

Keputusan itu disampaikan Pramono saat rapat terbatas bersama Direksi Bank DKI di Balai Kota Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Dia menyampaikan langsung pernyataan tersebut melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @pramonoanungwa.

“Jadi untuk itu saya akan putuskan pembebastugasan direktur IT-nya segera dilakukan dan harus dilakukan sekarang," ujar Pramono.