BUMN Karya

BUMN Karya PTPP Diusulkan Tak Bagi Dividen Tahun Buku 2024

BUMN Karya PTPP Diusulkan Tak Bagi Dividen Tahun Buku 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten BUMN Karya PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) kembali diusulkan untuk tidak membagikan dividen atas kinerja tahun buku 2024.  

Kebijakan tersebut tercantum dalam laporan tahunan perusahaan terkait proyeksi kinerja dan alokasi laba 2025. Dengan demikian, PTPP tercatat sudah empat tahun berturut-turut absen membagikan dividen.

Emiten konstruksi pelat merah ini terakhir kali membagikan dividen kepada pemegang saham pada 2020. Kala itu, perseroan menebar dividen sebesar Rp33,84 per saham dengan rasio pembagian 22,5% dari laba bersih tahun buku 2019.

PTPP Optimistis Nilai Kontrak Baru Bisa Tumbuh 11% di 2025

PTPP Optimistis Nilai Kontrak Baru Bisa Tumbuh 11% di 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten BUMN Karya, PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) memperkirakan nilai kontrak baru dapat tumbuh 7%-11% secara tahunan pada 2025. 

Melansir laporan tahunan perusahaan, Kamis (10/4/2025), PTPP mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp27,09 triliun sepanjang 2024. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan dengan target yang ditetapkan sebesar Rp32 triliun. 

Manajemen menjelaskan bahwa belum tercapainya target kontrak baru dipengaruhi oleh relokasi anggaran APBN pada kuartal IV/2024 setelah pelantikan pemerintahan baru, serta mundurnya proses lelang dari berbagai proyek belanja modal (capital expenditure/capex) BUMN dan swasta ke tahun berikutnya. 

Utang Waskita (WSKT) Susut 17,5% jadi Rp69,3 Triliun Berkat Restrukturisasi

Utang Waskita (WSKT) Susut 17,5% jadi Rp69,3 Triliun Berkat Restrukturisasi

()

Bisnis.com, JAKARTA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) mencatat penurunan total utang sebesar 17,5% sepanjang tahun lalu menjadi Rp69,3 triliun. Sebelumnya, utang perseroan tembus Rp84 triliun pada 2022 dan 2023.

Corporate Secretary Ermy Puspa Yunita menjelaskan penurunan itu terjadi berkat dekonsolidasi utang sekitar Rp5 triliun atas divestasi PT Trans Jabar Tol (TJT), serta adanya pembayaran pinjaman bank dan efek restrukturisasi utang pinjaman.

“Kinerja positif ini tidak lepas dari keberhasilan restrukturisasi yang sudah efektif per September 2024. Ke depannya, perseroan akan terus menekan komposisi utang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (9/4/2025).

Wijaya Karya (WIKA) Gelar Maraton RUPO  RUPSU April 2025

Wijaya Karya (WIKA) Gelar Maraton RUPO RUPSU April 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten konstruksi pelat merah atau BUMN, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), akan menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) pada 21 April 2025. 

Agenda rapat akan fokus pada pembahasan atas kelalaian perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan sebagaimana diatur dalam perjanjian.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (7/4/2025), RUPO mencakup Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 dan Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022, sedangkan RUPSU terkait Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021.