Bursa Efek Indonesia

Saham Emiten Teknologi WIFI, GOTO, hingga BUKA Meroket Imbas Penundaan Tarif Trump

Saham Emiten Teknologi WIFI, GOTO, hingga BUKA Meroket Imbas Penundaan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah emiten-emiten di sektor teknologi tercatat melesat ke zona hijau pagi ini, seiring dengan penundaan tarif yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump. Saham WIFI, GOTO, hingga BUKA meroket ke zona hijau pagi ini. 

Berdasarkan data dari RTI Infokom, sampai pukul 10.45 WIB, saham afiliasi Hashim Djojohadikusumo PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) menjadi salah satu saham dengan penguatan tertinggi di sektor teknologi pagi ini. Saham WIFI menguat 17,03% ke level Rp1.855 per saham. 

Trump Tunda Tarif Impor 90 Hari, Bursa Asia Dapat Angin Segar

Trump Tunda Tarif Impor 90 Hari, Bursa Asia Dapat Angin Segar

()

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa saham di kawasan Asia seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Indonesia menghijau setelah mendapat angin segar dari langkah Presiden AS Donald Trump memberikan jeda atas kebijakan tarif impornya selama 90 hari.

Dilansir dari Bloomberg, indeks saham di Jepang, Topix misalnya naik sebanyak 8,3% dan Nikkei 225 Stock Average naik 9%. Namun, obligasi pemerintah berjangka 10 tahun di Jepang jatuh karena geliat investor menghindari risiko telah mereda. 

Di Jepang, 33 subsektor pengukur indeks Topix menguat, dengan eksportir seperti peralatan listrik dan pembuat mobil sebagai kontributor terbesar terhadap kenaikan indeks.

Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham MAPI dan AKRA Paling Cuan

Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham MAPI dan AKRA Paling Cuan

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 dibuka menguat ke level 457,24 pada perdagangan hari ini, Kamis (10/4/2025). Saham MAPI dan AKRA mengalami penguatan paling tinggi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.05 WIB, indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia dan BEI tersebut naik 4,89% ke level 457,24.

Indeks Bisnis-27 bergerak pada rentang 455,64 hingga 467,03 pada pembukaan perdagangan hari ini. Dari 27 konstituen, semua saham menguat dan menghijau.

Trump Tunda Tarif Impor, IHSG Melesat ke Level 6.280

Trump Tunda Tarif Impor, IHSG Melesat ke Level 6.280

()

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau hari ini, Kamis (10/4/2025), seiring dengan penundaan tarif yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump. Saham BMRI, BBCA, hingga GOTO tercatat melesat ke zona hijau pagi ini.

Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka menguat pada posisi 6.270,61. Sebanyak 1,35 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp1,2 triliun. Adapun sesaat setelah pembukaan, IHSG dibuka melesat 5,24% ke level 6.280.

IHSG Dibuka Melejit 4%, Saham BMRI, BBRI, GOTO, BREN Tancap Gas

IHSG Dibuka Melejit 4%, Saham BMRI, BBRI, GOTO, BREN Tancap Gas

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) tancap gas pada awal perdagangan hari ini, Kamis (10/4/2025), setelah Presiden AS Donald Trump menunda penerapan tarif impor selama 90 hari. 

Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka di level 6.270,61 pada hari ini. IHSG bermanuver dan menguat 262,09 poin atau melejit 4,39% ke level 6.230,08.

Pada akhir perdagangan Rabu (9/4/2025), IHSG parkir di level 5.967,98. Di level itu, IHSG merosot 15,71% sepanjang tahun berjalan 2025.

IHSG Berpeluang Rebound ke Level 6.500 Usai Trump Tunda Tarif Impor

IHSG Berpeluang Rebound ke Level 6.500 Usai Trump Tunda Tarif Impor

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi memantul ke kisaran 6.300—6.500 mengekor rebound tajam Wall Street setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan jeda 90 hari atas pemberlakuan tarif timbal balik (reciprocal tariff). 

Seperti diberitakan Bisnis, Donald Trumptelah mengumumkan pada Rabu (9/4/2025) dini hari waktu Amerika Serikat, bahwa skema tarif timbal balik yang lebih tinggi dihentikan sementara selama 90 hari sebagai tanggapan atas pendekatan dari puluhan negara.

Meski begitu, bea masuk atas impor dari China akan tetap dinaikkan menjadi 125% karena "kurangnya rasa hormat" dari pemerintah Beijing.

IHSG Diproyeksi Uji Resistance 6.100, Lirik Saham INDF, BRIS, DEWA

IHSG Diproyeksi Uji Resistance 6.100, Lirik Saham INDF, BRIS, DEWA

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi masih melanjutkan konsolidasi dengan menguji level resistance pada hari ini, Kamis (10/4/2025). 

Sepanjang tahun berjalan 2025, IHSG melorot 15,71% dan parkir di level 5.967,98 hingga akhir perdagangan Rabu (9/4/2025). 

Tim Analis MNC Sekuritas mengatakan IHSG terkoreksi 0,47% ke 5.967 pada perdagangan kemarin dan masih didominasi oleh tekanan jual. Saat ini, IHSG diperkirakan dalam posisi yang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [v]. 

BEI Catat Investor Saham Nambah 38.676 Selama Libur Lebaran

BEI Catat Investor Saham Nambah 38.676 Selama Libur Lebaran

()

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan jumlah investor saham meningkat selama libur Lebaran pada 28 Maret 2025 hingga 8 April 2025.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan investor saham bertambah hingga 38.676 single investor identification (SID) selama periode tersebut. 

“Tanggal 28 Maret sampai 8 April, ada penambahan 38.676 investor saham. Artinya, lebih dari 10% dari awal tahun sampai hari ini terjadi di hari libur,” ujarnya kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (9/4/2025).

Indeks Bisnis-27 Ditutup Menguat saat IHSG Melemah

Indeks Bisnis-27 Ditutup Menguat saat IHSG Melemah

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup menguat pada zona hijau hari ini, Rabu (9/4/2025). Saham ISAT, ANTM, hingga KLBF menopang laju penguatan Indeks Bisnis-27 hari ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini naik 4,55 poin atau naik 1,05% ke level 435,92. Indeks bergerak di kisaran 431,76 hingga 443,41 hari ini.

Dari 27 konstituen, sebanyak 17 saham yang ditutup di zona hijau, satu saham stagnan, dan sembilan saham lainnya ditutup di zona merah.

IHSG Ditutup Loyo, Saham BBRI, GOTO hingga PANI ke Zona Merah

IHSG Ditutup Loyo, Saham BBRI, GOTO hingga PANI ke Zona Merah

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,47% ke level 5.967 pada perdagangan Rabu (9/4/2025). Saham BBRI, GOTO, hingga PANI menjadi saham-saham yang melemah sore ini.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.949-6.092. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp10.205 triliun.

Berdasarkan data RTI Infokom, sebanyak 298 saham menguat, 307 saham melemah, dan 188 saham stagnan pada hari ini. Sejumlah 18,6 miliar saham ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp12,08 triliun.

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Rabu 9 April 2025

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Rabu 9 April 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih dalam tekanan akibat sentimen negatif tarif Trump dan gelombang koreksi pasar saham global. Ke mana arah pergerakan IHSG pada hari ini, Rabu (9/4/2025)?

Pada Selasa (8/4/2025), IHSG ditutup anjlok 7,9% ke posisi 5.996,14. IHSG sempat mengalami trading halt akibat jeblok 9,19% ke level 5.912,06 pada pukul 09.00 WIB. 

Di level penutupan perdagangan kemarin, IHSG sudah merosot 15,31% sepanjang tahun berjalan 2025. Pada periode yang sama, LQ45 anjlok 19,22% dan IDX30 turun 16,72%.Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 8 April 2025

Proyeksi Support IHSG saat Perang Dagang AS-China Kian Sengit

Proyeksi Support IHSG saat Perang Dagang AS-China Kian Sengit

()

Bisnis.com, JAKARTA – Kiwoom Sekuritas Indonesia memproyeksikan zona support psikologis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di kisaran 5.900 - 6.000, yang jika dapat dipertahankan membuka peluang untuk teknikal rebound. 

Meski demikian, apabila tekanan eksternal kembali meningkat terutama dari eskalasi dagang antara Amerika Serikat (AS) – China, koreksi lanjutan menuju level 5.750 dinilai sebagai skenario realistis terburuk jangka pendek.

“Support psikologis IHSG berada di sekitar 5.900-6.000, namun mengingatkan risiko koreksi lebih dalam ke sekitar arah 5.750 jika situasi global memburuk,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata, Rabu (9/4/2025). 

Pendapatan Cetak Rekor, Harga Saham Antam (ANTM) Menanjak

Pendapatan Cetak Rekor, Harga Saham Antam (ANTM) Menanjak

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten tambang emas PT Aneka Tambang Tbk. (AMTM) atau Antammencatatkan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah pada tahun buku 2024. Harga sahamnya pun kini menanjak sebagai respons positif dari pasar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham ANTM menanjak 11,43% dan terparkir di level Rp1.560 per lembar pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (9/4/2025). 

Saham ANTM pun masuk zona hijau, naik 2,3% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025. ANTM pun termasuk saham yang banyak diburu asing dengan catatan nilai beli bersih atau net buy asing sebesar Rp239 miliar sepanjang 2025.

Intra Golflink (GOLF) Gelontorkan Rp323,3 Miliar untuk Capex 2025

Intra Golflink (GOLF) Gelontorkan Rp323,3 Miliar untuk Capex 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — PT Intra GolfLink Resorts Tbk. (GOLF) menganggarkan capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar Rp323,3 miliar untuk 2025. 

General Manager Project GOLF Hamdani Parulian Pane mengatakan bahwa dana capex akan digunakan utamanya untuk projek The Links Golf Villa. Adapun, pembangunan The Links Golf Villa disebut membutuhkan dana sekitar Rp90 miliar-Rp100 miliar.

Selain itu, emiten berkode saham GOLF ini juga akan merenovasi lapangan golf dan club house yang akan membutuhkan biaya sekitar Rp60 miliar.

Pasar Saham Lagi Bearish, Dapen Minat Serok Bawah?

Pasar Saham Lagi Bearish, Dapen Minat Serok Bawah?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) sedang dibayangi awan gelap akibat sentimen perang dagang dan konflik geopolitik global. Di sisi lain, sederet saham dengan fundamental positif diperdagangkan dengan valuasi relatif murah. Bagaimana strategi perusahaan pengelola dana pensiun (dapen)? 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatatkan penurunan sebesar 7,90% atau 514,47 poin ke posisi 5.996,1 pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (8/4/2025). IHSG pun melorot 15,31% sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) atau sejak perdagangan perdana 2025.

Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham ANTM Naik Paling Tinggi

Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham ANTM Naik Paling Tinggi

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 dibuka menguat ke level 442,90 pada perdagangan hari ini, Rabu (9/4/2025). Saham ANTM mengalami penguatan paling tinggi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.00 WIB, indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia dan BEI tersebut naik 2,67% ke level 442,90.

Indeks Bisnis-27 bergerak pada rentang 431,76 hingga 443,41 pada pembukaan perdagangan hari ini. Dari 27 konstituen, terdapat 25 saham menguat, 1 saham melemah, serta 1 saham stagnan.

Saham Bank Jumbo BMRI, BBCA Cs Naik ke Zona Hijau, IHSG Rebound 1,12%

Saham Bank Jumbo BMRI, BBCA Cs Naik ke Zona Hijau, IHSG Rebound 1,12%

()

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada ke zona hijau pada perdagangan hari ini, Rabu (9/4/2025). Saham BMRI, TLKM, hingga ASII tercatat menguat pagi ini.

Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka melemah pada posisi 5.978,44. Sebanyak 429,07 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp352,2 miliar.

Hingga pukul 09.20 WIB, IHSG sudah menguat 66,98 poin atau 1,12% ke posisi 6.063,12.

Tercatat, 315 saham menguat, 158 saham melemah, dan 151 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau menjadi Rp10.392 triliun.

PT Timah (TINS) Cetak Laba Bersih Rp1,19 triliun pada 2024, Melesat 364%

PT Timah (TINS) Cetak Laba Bersih Rp1,19 triliun pada 2024, Melesat 364%

()

Bisnis.com, JAKARTA - PT Timah Tbk. (TINS) membukukan kenaikan pendapatan dan laba di sepanjang 2024. Realisasi cemerlang itu didukung oleh kenaikan penjualan dan harga jual rata-rata timah.

Berdasarkan Laporan Keuangan, TINS membukukan pendapatan sebesar Rp10,86 triliun atau naik 29,37% secara tahunan (yoy) dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp8,39 triliun.

Selanjutnya beban pokok pendapatan ikut naik 1,26% yoy menjadi Rp8,03 triliun dari sebelumnya Rp7,93 triliun. Adapun, laba usaha tercatat Rp1,76 triliun dengan EBITDA sebesar Rp2,71 triliun atau melesat 396% dari posisi tahun sebelumnya.

IHSG Dibuka Naik ke Kisaran 6.000 Terdorong Rebound Saham BMRI, TLKM, ASII

IHSG Dibuka Naik ke Kisaran 6.000 Terdorong Rebound Saham BMRI, TLKM, ASII

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka turun kemudian memantul ke zona hijau pada hari ini, Rabu (9/4/2025).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG dibuka di level 5.978,44. Lantas, IHSG menguat 53,68 poin atau 0,9% ke posisi 6.049,82. 

IHSG mencoba rebound setelah IHSG anjlok 7,9% ke posisi 5.996,14 pada Selasa (8/4/2025). Kemarin, IHSG sempat mengalami trading halt akibat jeblok 9,19% ke level 5.912,06 pada pukul 09.00 WIB. 

Di level penutupan perdagangan kemarin, IHSG sudah merosot 15,31% sepanjang tahun berjalan 2025. Pada periode yang sama, LQ45 anjlok 19,22% dan IDX30 turun 16,72%. 

Dana Asing Lari Rp3,87 Triliun Dalam Sehari, Saham BMRI, BBCA, hingga ADRO Paling Banyak Dilego

Dana Asing Lari Rp3,87 Triliun Dalam Sehari, Saham BMRI, BBCA, hingga ADRO Paling Banyak Dilego

()

Bisnis.com, JAKARTA —Investor asing kabur dari pasar saham Indonesia dengan mencatat jual bersih (net sell) sebanyak Rp3,87 triliun pada perdagangan kemarin, Selasa (8/4/2025), usai perdagangan dibuka kembali selepas libur Lebaran. Deretan saham seperti bank jumbo banyak dilego asing.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pasar saham Indonesia mencatatkan nilai jual bersih atau net sell asing sebesar Rp3,87 triliun. Alhasil, net sell asing sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) atau sejak perdagangan perdana 2025 mencapai Rp33,79 triliun. 

IHSG Masih Rawan Koreksi Mengekor Penurunan Wall Street

IHSG Masih Rawan Koreksi Mengekor Penurunan Wall Street

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi lanjut melemah pada perdagangan hari ini mengekor kinerja Wall Street. 

Pada Selasa (8/4/2025), IHSG ditutup merosot 7,9% ke posisi 5.996,14. IHSG sempat mengalami trading halt akibat jeblok 9,19% ke level 5.912,06 pada pukul 09.00 WIB. 

Di level kemarin, IHSG sudah merosot 15,31% sepanjang tahun berjalan 2025. Pada periode yang sama, LQ45 anjlok 19,22% dan IDX30 turun 16,72%. 

Dari Amerika Serikat, BRI Danareksa Sekuritas mencatat indeks bursa Wall Street kompak melemah pada perdagangan Selasa (8/4/2025). 

IHSG Diproyeksi Uji Support 5.825, Cek Saham BRPT, GOTO, hingga PGAS

IHSG Diproyeksi Uji Support 5.825, Cek Saham BRPT, GOTO, hingga PGAS

()

Bisnis.com, JAKARTA -Indeks harga saham gabungan diproyeksi menguji level support 5.825 pada perdagangan hari ini, Rabu (9/4/2025), setelah terpuruk pada perdagangan kemarin. 

Pada Selasa (8/4/2025), IHSG ditutup jeblok 7,9% ke posisi 5.996,14. IHSG sempat mengalami trading halt akibat jeblok 9,19% ke level 5.912,06 pada pukul 09.00 WIB. 

Di level kemarin, IHSG sudah merosot 15,31% sepanjang tahun berjalan 2025. Pada periode yang sama, LQ45 anjlok 19,22% dan IDX30 turun 16,72%. 

Saham penekan utama IHSG pada Selasa (8/4/2025) ialah BBRI -10,12%, BBCA -8,53%, BMRI -10,19%, BREN -13,82%, GOTO -14,46%, AMMN -14,23%, dan DCII anjlok 10,69%. 

Uji Taji Revisi Trading Halt  ARB 15% Meredam Koreksi IHSG

Uji Taji Revisi Trading Halt ARB 15% Meredam Koreksi IHSG

()

Bisnis.com, JAKARTA — Sesuai prediksi, pasar saham Indonesia merosot tajam setelah libur panjang Lebaran akibat sentimen tarif impor Presiden AS Donald Trump. Meski begitu, penurunan IHSG diredam oleh revisi auto rejection bawah (ARB) dari simetris menjadi maksimal 15% untuk semua fraksi saham. 

Keputusan untuk merevisi aturan auto rejection bawah (ARB) diumumkan Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Selasa (8/4/2025) pagi atau beberapa jam sebelum perdagangan saham dimulai usai libur sejak 28 Maret 2025. 

IHSG Ambrol 7,9%, Investor Perlu Optimistis atau Pesimistis?

IHSG Ambrol 7,9%, Investor Perlu Optimistis atau Pesimistis?

()

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih rawan mengalami koreksi lanjutan dengan target terdekat menuju level 5.500. Kendati demikian, potensi penguatan indeks tetap terbuka ke depan.

Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ambles sebesar 7,90% atau 514,47 poin menuju posisi 5.996,14 hingga penutupan perdagangan Selasa (8/4/2025). Hari ini, IHSG dibuka di 5.914,28 dan sempat menyentuh level 6.036,55.

Tercatat, sebanyak 30 saham meningkat, 672 saham turun, dan 95 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar alias market cap mencapai Rp10.310 triliun. 

IHSG Terjun Bebas, Liberation Day Donald Trump Jadi Mimpi Buruk

IHSG Terjun Bebas, Liberation Day Donald Trump Jadi Mimpi Buruk

()

Bisnis.com, JAKARTA –  Kebijakan tarif dagang terbaru Amerika Serikat (AS) kini resmi menjadi mimpi buruk bagi pasar global. Alih-alih merayakan apa yang disebut Presiden Donald Trump sebagai Liberation Day, pelaku pasar justru panik. 

Head of Investment Specialist Manulife Investment Management, Freddy Tedja, mengatakan bahwa hal itu membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk hampir 8% dan bursa saham global mencatat penurunan mingguan terdalam.

IHSG sempat anjlok 9% pada pembukaan perdagangan Selasa (8/4/2025), memicu penghentian sementara atau trading halt selama 30 menit. Meski sempat pulih, indeks tetap ditutup di zona merah di level 5.996,14 atau melemah 7,9%.

IHSG Ambles 7,9% Setelah Idulfitri, Kemenkeu: Masih Moderat

IHSG Ambles 7,9% Setelah Idulfitri, Kemenkeu: Masih Moderat

()

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) angkat bicara terkait tren pelemahan pada pasar saham Indonesia setelah usainya periode Libur Idulfitri 1446 H/2025. IHSG ditutup ambrol ke level 5.996,14 pada perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan pelemahan pada pasar keuangan RI masih lebih moderat bila dibandingkan dengan negara lain. 

"Jadi dari 2—8 April, pelemahan pasar saham di bawah 8%, sekitar 7,9%. Kalau negara-negara lain, dalam periode yang sama, banyak yang turunnya jauh lebih tajam. Jadi kita tadi berada di tengah-tengah," kata Febrio dalam acara Sarasehan Ekonomi Nasional di Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Intra Golflink (GOLF) Bidik Pendapatan Tumbuh Lebih dari 45% di 2025

Intra Golflink (GOLF) Bidik Pendapatan Tumbuh Lebih dari 45% di 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten anak Tommy Soeharto PT Intra GolfLink Resorts Tbk. (GOLF) membidik pertumbuhan pendapatan lebih dari 45% secara year on year (yoy) pada 2025.

Direktur Utama GOLF Dwi Febri Astuti mengatakan bahwa perseroan juga membidik pertumbuhan laba bersih di atas 30% pada 2025. 

"Untuk tahun 2025 ini, kita memang menargetkan [pendapatan] tumbuh di atas 45%, dan sebagian besar bersumber dari The Links Golf Villa," katanya saat Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Ramai Pasar Saham Trading Halt, Ini Ketentuannya di Bursa Regional

Ramai Pasar Saham Trading Halt, Ini Ketentuannya di Bursa Regional

()

Bisnis.com, JAKARTA - Pembekuan sementara perdagangan saham atau trading halt mewarnai bursa di kawasan Asia Pasifik pada awal pekan ini. Tak hanya Bursa Efek Indonesia (BEI), pasar saham di Jepang hingga Korea Selatan sudah lebih dulu mengerem perdagangan saham ketika harga jatuh terlalu dalam.

Adapun, perang dagang yang berlarut-larut lewat penerapan tarif impor dari Amerika Serikat menjadi momok di pasar saham. Sejumlah negara yang bahkan terbilang jarang memberlakukan trading halt pun kini terpantau menghentikan sementara perdagangan karena volatilitas terlalu tinggi dipicu aksi jual besar-besaran (panic selling).

IHSG Longsor ke Level 5.996, Bos LPS: Sekarang Good Time to Buy

IHSG Longsor ke Level 5.996, Bos LPS: Sekarang Good Time to Buy

()

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) saat ini dapat menjadi momentum penting bagi investor. 

Menurutnya, setelah melalui tahun penuh tantangan, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat pada awal 2025. Hal ini menjadi sinyal bagi investor, yang menantikan waktu terbaik untuk masuk ke pasar saham.

Dia menuturkan bahwa tahun lalu kondisi ekonomi sempat memburuk yang ditandai dengan penurunan penjualan mobil, motor, semen, hingga indeks manufaktur (PMI) yang turun di bawah 50. Namun, sejumlah indikator kini berbalik ke arah positif.

Arwana Citramulia (ARNA) Bicara Dampak Kebijakan Tarif AS Bagi Kinerja

Arwana Citramulia (ARNA) Bicara Dampak Kebijakan Tarif AS Bagi Kinerja

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten keramik PT Arwana Citramulia Tbk. (ARNA) turut menanggapi perihal dampak kebijakan tarif Trump bagi industri keramik Tanah Air. Adapun, kebijakan tarif impor AS yang telah diresmikan Presiden Donald Trump memicu kekhawatiran perang dagang secara global.

Sebagaimana diketahui, tarif impor AS resmi diumumkan oleh Trump pada Rabu pekan lalu (2/4/2025), waktu setempat. Seluruh negara diganjar tarif impor 10%, sedangkan beberapa negara turut dikenakan tarif timbal balik (reciprocal tariffs) lebih tinggi berdasarkan hambatan perdagangan dengan AS, termasuk Indonesia.