Bursa Efek Indonesia

10 Saham Paling Boncos Saat IHSG Anjlok 7,9%, Ada PANI, INCO hingga RAJA

10 Saham Paling Boncos Saat IHSG Anjlok 7,9%, Ada PANI, INCO hingga RAJA

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) merosot 7,9% pada perdagangan Selasa (8/4/2025). Ini deretan saham paling anjlok pada hari ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatatkan penurunan sebesar 7,90% atau 514,47 poin menuju posisi 5.996,14. Sepanjang hari ini, IHSG dibuka pada level 5.914,28 dan sempat menyentuh level terendah 5.882,6. 

Bloomberg mencatat sebanyak 24 saham meningkat, 685 saham turun, dan 201 saham stagnan. 

Pada perdagangan hari ini, Bursa Efek Indonesia menerapkan pembekuan perdagangan sementara (trading halt). Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menjelaskan trading halt sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan pada Selasa (8/4/2025) pukul 09 00 00 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). 

Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham MAPI, UNTR  ANTM Terperosok

Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham MAPI, UNTR ANTM Terperosok

()

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah seiring penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (8/4/2025). Saham MAPI, UNTR, hingga ANTM terpantau turun paling dalam.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama Bursa dengan harian Bisnis Indonesia ini ditutup melemah 8,37% atau 39,41 poin ke level 431,37. 

Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) memimpin dengan penurunan sebesar 14,81% menuju level Rp1.150, diikuti saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang menorehkan penurunan sebesar 14,65% ke Rp20.100 per saham. 

IHSG Ambles ke Level 5.996, Saham PANI, AMMN  BREN Jatuh Terdalam

IHSG Ambles ke Level 5.996, Saham PANI, AMMN BREN Jatuh Terdalam

()

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambrol ke level 5.996,14 pada perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025). Di tengah penurunan indeks, saham PANI, AMMN, BREN, dan BMRI jatuh paling dalam. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatatkan penurunan sebesar 7.90% atau 514,47 poin menuju posisi 5.996,14. Sepanjang hari ini, IHSG dibuka pada level 5.914,28 dan sempat menyentuh level tertingginya 6.036,55. 

Tercatat, sebanyak 30 saham meningkat, 672 saham turun, dan 95 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar alias market cap mencapai Rp10.310 triliun.

Petrosea (PTRO) Kantongi Kontrak Jasa Pertambangan Rp16 Triliun dari Vale (INCO)

Petrosea (PTRO) Kantongi Kontrak Jasa Pertambangan Rp16 Triliun dari Vale (INCO)

()

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, PT Petrosea tbk (PTRO) mengamankan kontrak kerjasama jasa pertambangan dengan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dengan estimasi nilai perjanjian mencapai sekitar Rp16 triliun.

Sekretaris Perusahaan Petrosea Anto Broto mengatakan perseroan menandatangani jasa pertambangan dengan PT Vale Indonesia Tbk. pada 8 April 2025.

"Jangka waktu perjanjian adalah 10 tahun dengan estimasi dari nilai perjanjian adalah sekitar Rp16 triliun," tulis Anto lewat keterbukaan informasi, Selasa (8/4/2025).

IHSG Ambrol ke Level 6.000, Analis: Cermin Awal Perlambatan Ekonomi Riil

IHSG Ambrol ke Level 6.000, Analis: Cermin Awal Perlambatan Ekonomi Riil

()

Bisnis.com, JAKARTA – Koreksi tajam yang terjadi pada indeks harga saham gabungan (IHSG) dinilai akan menjadi cerminan dari kondisi ekonomi riil Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.

IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar 7,72% menuju level 6.008,47 pada sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025). Pada awal sesi, indeks juga sempat turun hingga 9% seiring dengan respons negatif terhadap kebijakan tarif Donald Trump.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Dimas Krisna Ramadhani, mengatakan bahwa pergerakan IHSG yang membentuk level terendah baru merupakan leading indicator terhadap kondisi ekonomi nasional. Artinya, dinamika indeks saham saat ini dapat mencerminkan tantangan ekonomi dalam waktu dekat.

Rencana BPJS dan Taspen Bikin Tekanan Jual Mereda?

Rencana BPJS dan Taspen Bikin Tekanan Jual Mereda?

()

Bisnis.com, JAKARTA – IHSG mulai rebound setelah terkoreksi 9,19% pada pembukaan pasar Selasa (8/4). Analis menilai sejumlah fund manager dan investor mulai melakukan akumulasi saham di tengah IHSG yang terkoreksi termasuk kabar rencana BPJS Ketenagakerjaan dan Taspen. 

Analis Phintraco Sekuritas Aditya Prayoga menilai turnover perdagangan mencapai Rp12,575 triliun pada sesi I mencerminkan ada fund manager dan investor yang memilih untuk mengakumulasi di tengah panic selling akibat kebijakan tarif Trump yang akan berlaku mulai besok, Rabu 9 April 2025.

Hasnur Internasional (HAIS) Tebar Dividen Rp15,37 per Saham

Hasnur Internasional (HAIS) Tebar Dividen Rp15,37 per Saham

()

Bisnis.com, JAKARTA - PT Hasnur Internasional Shipping Tbk. (HAIS) mengumumkan pembagian dividen kepada pemegang sahamnya sebesar Rp15,37 per saham.

Berdasarkan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), emiten berkode saham HAIS ini menetapkan 33,34% dari laba bersih perseroan untuk dibagikan menjadi dividen. Adapun, dividen akan dibagikan Rp15,37 per saham atau senilai total Rp40,36 miliar.

Selanjutnya, sisa laba bersih perseroan sebesar 66,66% atau Rp80,69 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan untuk penguatan modal dan pengembangan usaha.

IHSG Ambruk 7,72% Sesi I Hari Ini, Ada Harapan Menguat?

IHSG Ambruk 7,72% Sesi I Hari Ini, Ada Harapan Menguat?

()

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 7,72% menuju level 6.008,47 pada sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025).

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan bahwa pada awal sesi, IHSG sempat terkoreksi hingga 9% seiring dengan respons negatif pasar terhadap kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Seluruh indeks sektoral mengalami tekanan yang disertai dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang ikut terdepresiasi hingga level Rp16.842,” ujar Valdy. 

IHSG Anjlok Kena Tarif Trump, Ini Strategi Investasi Dapen BCA

IHSG Anjlok Kena Tarif Trump, Ini Strategi Investasi Dapen BCA

()

Bisnis.com, JAKARTA— Dana Pensiun (Dapen) Bank Central Asia (BCA) menegaskan strategi investasinya tetap konservatif di tengah gejolak pasar global dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pasca libur panjang Lebaran. 

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG dibuka anjlok 9,19% ke level 5.912,06 pada awal perdagangan Selasa (8/4/2025). Penurunan tajam usai libur panjang Idulfitri 2025 ini menunjukkan koreksi IHSG sebesar 598,55 poin, dengan hanya 9 saham menguat, sementara 552 saham melemah dan 65 stagnan.

Laba Bersih Itama Ranoraya (IRRA) Melesat 924,6% Sepanjang 2024

Laba Bersih Itama Ranoraya (IRRA) Melesat 924,6% Sepanjang 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten distributor alat kesehatan PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) membukukan kenaikan laba bersih yang melesat 924,6% secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang 2024.

Berdasarkan Laporan Keuangan, IRRA mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp53,2 miliar pada 2024 naik dibandingkan periode yang sama 2023 sebesar Rp5,19 miliar.

Sejalan dengan itu, IRRA juga mencetak penjualan bersih yang naik 40,38% yoy menjadi Rp977,4 miliar pada 2024, dari periode yang sama 2023 sebesar Rp696,3 miliar.

Aturan Lama VS Baru BEI Soal Trading Halt dan Auto Rejection Bawah (ARB)

Aturan Lama VS Baru BEI Soal Trading Halt dan Auto Rejection Bawah (ARB)

()

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan peraturan baru mengenai batas Auto Rejection Bawah (ARB) dan trading halt hari ini, Selasa (8/4/2025). Terdapat sejumlah perbedaan dari peraturan baru dan lama terkait dua peraturan ini.

Dalam konferensi pers hari ini, Bursa menyampaikan telah menyesuaikan batasan persentase Auto Rejection Bawah  menjadi 15% bagi efek berupa saham pada Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru, kemudian Exchange-Traded Fund (ETF), serta Dana Investasi Real Estat (DIRE) untuk seluruh rentang harga.

Deretan Saham yang Kena Auto Rejection Bawah (ARB) 15% dari INCO, SMGR, RATU, hingga AMMN

Deretan Saham yang Kena Auto Rejection Bawah (ARB) 15% dari INCO, SMGR, RATU, hingga AMMN

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih terpuruk di bawah level 6.000 setelah mengalami trading halt pada awal perdagangan Selasa (8/4/2025). Sederet saham terpantau anjlok hingga menyentuh level auto rejection bawah (ARB) maksimal 15%. 

Berdasarkan data BEI hingga pukul 10.15 WIB, IHSG amblas 549,57 poin atau 8,44% ke level 5.961,05. IHSG sempat menyentuh level terendah 5.883 pada awal perdagangan pascalibur Lebaran ini. 

Anjloknya IHSG dibebani oleh kinerja saham emiten-emiten berkapitalisasi pasar besar. Di sisi lain, sederet saham emiten lainnya jatuh ke level ARB. 

Pengertian Trading Halt, Alarm BEI saat IHSG Ambrol Lebih dari 8%

Pengertian Trading Halt, Alarm BEI saat IHSG Ambrol Lebih dari 8%

()

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan mekanisme trading halt usai indeks harga saham gabungan (IHSG) ambles lebih dari 9% pada perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025).

Data RTI Business pukul 09.01 WIB menunjukkan, IHSG terkoreksi 9,19% atau 598,55 poin ke level 5.912,06 pada awal sesi perdagangan. Rentang pergerakan IHSG berada di antara 5.912 hingga 5.914.

Total perdagangan saham mencapai 1,59 miliar lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp1,92 triliun dan frekuensi sebanyak 64.620 kali. Tercatat 9 saham menguat, 552 saham melemah, dan 65 saham stagnan. Kapitalisasi pasar atau market cap Bursa tercatat mencapai Rp11.280 triliun.

IHSG Anjlok, Ini Tahapan Trading Halt hingga Trading Suspend BEI Terbaru

IHSG Anjlok, Ini Tahapan Trading Halt hingga Trading Suspend BEI Terbaru

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pasar saham Indonesia mengalami pembekuan perdagangan sementara (trading halt) setelah IHSG ambruk 9,19% pada pembukaan perdagangan Selasa (8/4/2025). Simak tahapan trading halt hingga trading suspend terbaru yang dirilis Bursa Efek Indonesia hari ini. 

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menjelaskan BEI telah melakukan tindakan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (8/4/2025) pukul 09 00 00 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).

IHSG Trading Halt, Saham Big Caps BBCA, BREN, hingga DCII Anjlok Belasan Persen

IHSG Trading Halt, Saham Big Caps BBCA, BREN, hingga DCII Anjlok Belasan Persen

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) ambrol ke level 5.900 pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025). Saham 10 emiten big caps kompak merosot tajam. 

Berdasarkan data RTI Business, IHSG anjlok 598,56 poin atau 9,19% ke level 5.912,06 pada pembukaan perdagangan hari ini atau usai libur panjang Lebaran. 

Ambruknya IHSG itu membuat Bursa Efek Indonesia menempuh pembekuan sementara perdagangan pasar saham sesuai aturan baru Surat Keputusan Direksi Bursa Nomor Kep-00196/BEI/12-2024. 

Perdagangan Perdana Hari Ini, IHSG Anjlok 9,19% Auto Kena Trading Halt

Perdagangan Perdana Hari Ini, IHSG Anjlok 9,19% Auto Kena Trading Halt

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok 9,19% ke level 5.912,06 pada perdagangan perdana hari ini, Selasa (8/4/2025) usai libur panjang Lebaran Idulfitri 1446 H.

Data RTI Business pukul 09.01 WIB menunjukkan, IHSG terkoreksi 9,19% atau 598,55 poin ke level 5.912,06 pada awal sesi perdagangan. Rentang pergerakan IHSG berada di antara 5.912 hingga 5.914.

Total perdagangan saham mencapai 1,59 miliar lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp1,92 triliun dan frekuensi sebanyak 64.620 kali. Tercatat 9 saham menguat, 552 saham melemah, dan 65 saham stagnan. Kapitalisasi pasar atau market cap Bursa tercatat mencapai Rp11.280 triliun.

Alasan BEI Ubah Ketentuan Auto-Reject Bawah (ARB)  Trading Halt

Alasan BEI Ubah Ketentuan Auto-Reject Bawah (ARB) Trading Halt

()

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) membeberkan alasan melakukan penyesuaian terhadap ketentuan auto-rejection bawah dan trading halt pada perdagangan perdana hari ini, Selasa (8/4/2025), usai libur Lebaran Idulfitri 1446 H.

Manajemen BEI dalam keterangan resminya mengatakan perubahan tersebut dilakukan dalam rangka memastikan perdagangan efek dapat berjalan secara teratur, wajar, dan efisien.

"BEI dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penyesuaian terhadap Surat Keputusan Direksi Bursa perihal Perubahan Peraturan II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan Surat Keputusan Direksi Bursa tentang Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia Dalam Kondisi Darurat," kata Manajemen BEI, Selasa (8/4/2025).

Dibayangi Sentimen Tarif Trump, IHSG Rawan Aksi Sell Off Menuju Level 5.950

Dibayangi Sentimen Tarif Trump, IHSG Rawan Aksi Sell Off Menuju Level 5.950

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mendapatkan tekanan dengan aksi sell-off pada perdagangan selepas libur Lebaran, Selasa (8/4/2025).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengalami penguatan 0,59% ke level 6.510,62 pada perdagangan sebelum libur Lebaran, Kamis (27/3/2025). Namun, IHSG mengalami pelemahan 8,04% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sepanjang kuartal I/2025.

IHSG kemudian akan memulai perjalanannya kembali pada kuartal II/2025 selepas libur Lebaran hari ini, Selasa (8/4/2025).

Perdagangan Perdana Hari Ini, BEI Ubah Ketentuan Auto-Reject Bawah  Trading Halt

Perdagangan Perdana Hari Ini, BEI Ubah Ketentuan Auto-Reject Bawah Trading Halt

()

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penyesuaian terhadap ketentuan auto-rejection bawah dan trading halt pada perdagangan perdana hari ini, Selasa (8/4/2025), usai libur lebaran Idulfitri 1446 H.

Manajemen BEI dalam keterangan resminya mengatakan dalam rangka memastikan perdagangan efek dapat berjalan secara teratur, wajar, dan efisien, BEI dengan dukungan OJK melakukan penyesuaian terhadap Surat Keputusan Direksi Bursa perihal Perubahan Peraturan II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan Surat Keputusan Direksi Bursa tentang Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia Dalam Kondisi Darurat.

Harap-Harap Cemas IHSG, Alarm Trading Halt di Selasa Kelabu?

Harap-Harap Cemas IHSG, Alarm Trading Halt di Selasa Kelabu?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan akan tertekan oleh sejumlah sentimen negatif pada perdagangan usai libur Lebaran, Selasa (8/4/2025). Salah satu sentimen negatif yang menyertai adalah kebijakan tarif impor AS yang telah diresmikan Presiden Donald Trump.

Equity Research Analyst Panin Sekuritas Felix Darmawan menilai tekanan ke IHSG akan terjadi pada esok hari seiring dengan dibukanya kembali perdagangan saham pasca libur Lebaran. 

"Tekanan karena tarif Trump sangat besar dan juga jadi penyebab anjloknya bursa saham di global beberapa hari kemarin," ujar Felix, Senin (7/4/2025).

Laba MAP Aktif (MAPA) Susut 2,48% ke Rp1,35 Triliun Sepanjang 2024

Laba MAP Aktif (MAPA) Susut 2,48% ke Rp1,35 Triliun Sepanjang 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA — PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) membukukan penurunan laba bersih sebesar 2,48% secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang 2024.

Berdasarkan Laporan Keuangan, MAPA mencetak laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,35 triliun, turun dibandingkan periode yang sama 2023 sebesar Rp1,38 triliun.

Meski begitu, MAPA mencetak pendapatan yang naik 26,74% yoy menjadi Rp17,18 triliun pada 2024, dari periode yang sama 2023 sebesar Rp13,55 triliun.

Lebih rinci, pendapatan MAPA ditopang dari segmen penjualan eceran sebesar Rp15,44 triliun pada 2024, meningkat 30,5% yoy dari tahun sebelumnya sebesar Rp11,83 triliun. 

Cuan Miliaran Lo Kheng Hong dari Dividen OCBC  Bank Danamon

Cuan Miliaran Lo Kheng Hong dari Dividen OCBC Bank Danamon

()

Bisnis.com, JAKARTA – Investor kawakan Lo Kheng Hong diperkirakan menikmati cuan sebesar Rp15,25 miliar dari pembagian dividen PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN). 

Melansir laman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Senin (7/4/2025), agenda pembagian dividen NISP akan memasuki periode cum date pada Selasa, 8 April 2025. 

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) NISP telah memutuskan pembagian dividen total senilai Rp2,43 triliun dari kinerja 2024. Alhasil, pemegang saham NISP berhak mendapatkan jatah dividen sebesar Rp106 per saham.

Electronic City (ECII) Bukukan Pendapatan Rp2,42 Triliun pada 2024

Electronic City (ECII) Bukukan Pendapatan Rp2,42 Triliun pada 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten ritel elektronik PT Electronic City Tbk. mencatatkan penjualan sebesar Rp2,42 triliun per 2024, relatif di bawah realisasi tahun sebelumnya yang Rp2,46 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan, emiten berkode saham ECII ini membukukan pendapatan bersih senilai Rp2,42 triliun atau terkoreksi 1,62% secara tahunan dari tahun sebelumnya yang Rp2,46 triliun.

Dilihat dari kontributor pendapatan, penjualan barang elektronik bermerek mengalami kontraksi 1,15% yoy menjadi Rp2,30 triliun dari sebelumnya Rp2,33 triliun.

Tarif Impor AS Bikin Cuan Bursa Asia Menguap Sekejap Mata

Tarif Impor AS Bikin Cuan Bursa Asia Menguap Sekejap Mata

()

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham di pasar negara berkembang (emerging market) kompak berguguran dalam penurunan paling dalam sejak krisis keuangan global 2008. Implementasi tarif impor oleh Amerika Serikat dikhawatirkan membawa resesi.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks MSCI berjangka yang mengukur harga saham di masa depan jatuh hingga 7,3% pada Senin (7/4/2025). Koreksi itu merupakan penurunan harian terparah sejak 2008, dengan indeks komposit di China,  Hong Kong, Korea Selatan, dan Taiwan seluruhnya anjlok berjamaah.

Laba Ramayana (RALS) Naik 4,5% Walau Tutup 6 Gerai pada 2024

Laba Ramayana (RALS) Naik 4,5% Walau Tutup 6 Gerai pada 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten ritel pakaian PT Ramayana Llestari Sentosa Tbk. (RALS) mencetak laba tahun berjalan sebesar Rp314 miliar sepanjang 2024.

Berdasarkan Laporan Keuangan, Ramayana mencetak kenaikan laba sebesar 4,5% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp300,3 miliar pada periode yang sama 2023.

Kenaikan itu sejalan dengan pendapatan emiten berkode RALS ini sebesar Rp2,76 triliun pada 2024 naik 0,7% yoy dari Rp2,74 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan Ramayana sejauh ini ditopang oleh penjualan per segmen, di antaranya penjualan di Sumatera berkontribusi sebesar Rp448,3 miliar, penjualan di Jawa, Bali, Nusa Tenggara berkontribusi Rp1,72 triliun, penjualan di Kalimantan berkontribusi Rp276,2 miliar, Sulawesi dan Papua berkontribusi sebesar Rp314,5 miliar sepanjang 2024.

IHSG Ambrol 11,46% ke Level 5.700 di Google, BEI Buka Suara

IHSG Ambrol 11,46% ke Level 5.700 di Google, BEI Buka Suara

()

Bisnis.com, JAKARTA — Mesin pencarian Google pada Senin (7/4/2025) menampilkan data bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) ambrol hingga 11,46% ke level 5.730,34. Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara untuk menanggapi hal tersebut. 

Data Google itu terus bergerak sejak Senin pagi hingga pukul 10.40 WIB. Selain IHSG, Google juga menampilkan harga saham sejumlah emiten kapitalisasi pasar jumbo seperti saham BBCA, BBRI, BBNI, BMRI, hingga TLKM mengalami penurunan harga di kisaran 19%-25%. 

Jadwal Buka Bursa Saham Setelah Liburan Panjang Lebaran 2025

Jadwal Buka Bursa Saham Setelah Liburan Panjang Lebaran 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — Perdagangan saham akan segera buka kembali usai melewati periode liburan panjang Lebaran 2025 atau Idulfitri 1446 Hijriah.

Pada Senin (7/4/2025), perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih libur. Hal itu bersamaan dengan Cuti Bersama Idulfitri 1446 Hijriah.

Adapun, perdagangan saham buka kembali setelah libur panjang Lebaran 2025 pada Selasa (8/4/2025).

Sebagaimana diketahui, perdagangan saham telah libur sejak Jumat (28/3/2025) sehubungan dengan Cuti Bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947.

BEI Imbau Investor Tetap Tenang meski IHSG Diprediksi Volatil Akibat Tarif Trump

BEI Imbau Investor Tetap Tenang meski IHSG Diprediksi Volatil Akibat Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — (Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami tekanan pada perdagangan pekan depan setelah libur Lebaran disebabkan oleh faktor global, yakni kebijakan tarif impor AS. Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai agar investor tidak perlu panik.

Sebagaimana diketahui, tarif impor AS telah resmi diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada Rabu (2/4/2025), waktu setempat. Seluruh negara diganjar tarif impor 10%, sedangkan beberapa negara turut dikenakan tarif resiprokal (reciprocal tariffs) lebih tinggi berdasarkan hambatan perdagangan dengan AS.

Prospek IHSG Pekan Depan Pasca Libur Lebaran, Kena Hantam Tarif Impor Trump?

Prospek IHSG Pekan Depan Pasca Libur Lebaran, Kena Hantam Tarif Impor Trump?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami tekanan pada perdagangan pekan depan setelah libur lebaran. Tekanan datang dari global, seiring dengan telah diresmikannya kebijakan tarif impor AS oleh Presiden Donald Trump. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengalami penguatan 0,59% ke level 6.510,62 pada perdagangan sebelum libur Lebaran, Kamis (27/3/2025). Namun, IHSG mengalami pelemahan 8,04% sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) atau sepanjang kuartal I/2025.

Beda Nasib Cuan Indomobil (IMAS)  Astra (ASII) saat Penjualan Otomotif Lesu 2024

Beda Nasib Cuan Indomobil (IMAS) Astra (ASII) saat Penjualan Otomotif Lesu 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA — Raupan laba emiten otomotif PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) dan PT Astra International Tbk. (ASII) berbeda nasib pada 2024 seiring dengan penjualan otomotif yang melorot.

Berdasarkan Laporan Keuangan, IMAS mencatatkan laba yang diatribusikan kepada entitas pemilik induk sebesar Rp233,73 miliar pada 2024, turun 63,04% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba bersih pada 2023 sebesar Rp632,52 miliar.

Indomobil sebenarnya telah mencatatkan peningkatan pendapatan neto yang naik 1,47% yoy menjadi Rp29,31 triliun pada 2024. Kemudian, beban pokok naik 1,38% yoy menjadi Rp23,32 triliun pada 2024. Alhasil, laba kotor IMAS sebenarnya naik 1,82% yoy menjadi Rp5,99 triliun.