CPO

Dalami Suap Ketua PN Jaksel, Kejagung Jemput Hakim Kasus Ekspor CPO

Dalami Suap Ketua PN Jaksel, Kejagung Jemput Hakim Kasus Ekspor CPO

()

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Agung akan menjemput tiga hakim yang menyidangkan kasus pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) kepada tiga korporasi, yaitu PT Wilmar Group, PT Permata Hijau Group, dan PT Musim Mas Group.

Ketiga orang hakim ini belum diperiksa untuk kasus perkara dugaan pemberian suap kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Muhammad Arif Nuryanta (MAN), untuk mengatur kasus terkait tiga korporasi tersebut.

“Jadi, majelis hakim yang menangani perkara tersebut sampai saat ini sedang kami lakukan penjemputan,” ujar Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Abdul Qohar saat konferensi pers di Lobi Kartika, Kejaksaan Agung, Sabtu (12/4/2025).

Di Hadapan Pengusaha, Prabowo Klaim Banyak Negara Minta Sawit RI

Di Hadapan Pengusaha, Prabowo Klaim Banyak Negara Minta Sawit RI

()

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengeklaim bahwa kelapa sawit Indonesia banyak diminati oleh sejumlah negara. Hal itu terbukti dari banyaknya pihak-pihak yang meminta kelapa sawit dari Indonesia.

Kepala Negara mengatakan, kelapa sawit sebagai miracle crop lantaran memiliki nilai ekonomi yang tinggi, banyak diminati oleh sejumlah negara.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada agenda Silaturahmi Ekonomi Bersama Presiden RI yang dihadiri investor, pengusaha hingga ekonom di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025). 

Prospek Emiten CPO Usai Donald Trump Kenakan Tarif 32% ke Indonesia

Prospek Emiten CPO Usai Donald Trump Kenakan Tarif 32% ke Indonesia

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah AS di bawah komando Presiden Donald Trump mengenakan tarif resiprokal untuk Indonesia sebesar 32%. Analis mengatakan dampak dari pengenaan tarif ini tergolong minim ke emiten sektor crude palm oil (CPO).

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan dampak dari pengenaan tarif resiprokal sebesar 32% ini bersifat sementara. Menurutnya, dengan penerapan tarif Trump ini, pemerintah bisa memaksimalkan potensi konsumsi domestik CPO tersebut, sekaligus memaksimalkan diplomasi ekonomi.

Indonesia Kena Tarif Trump 32%, Bagaimana Dampaknya ke Emiten CPO?

Indonesia Kena Tarif Trump 32%, Bagaimana Dampaknya ke Emiten CPO?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah AS mengenakan tarif resiprokal untuk Indonesia sebesar 32%. Analis mengatakan dampak dari pengenaan tarif ini tergolong minim ke emiten sektor crude palm oil (CPO). 

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan dampak dari pengenaan tarif resiprokal sebesar 32% ini bersifat sementara. Menurutnya, dengan penerapan tarif Trump ini, pemerintah bisa memaksimalkan potensi konsumsi domestik CPO, sekaligus memaksimalkan diplomasi ekonomi. 

"Indonesia juga bisa meningkatkan penetrasi pasar untuk produk CPO agar bisa diterima di negara-negara utama BRICS, seperti India dan China misalnya," ujar Nafan, Senin (7/4/2025). 

Ekspor CPO RI Bisa Terimbas Tarif Trump, Ekonom Desak Kemendag Rampungkan IEU-CEPA

Ekspor CPO RI Bisa Terimbas Tarif Trump, Ekonom Desak Kemendag Rampungkan IEU-CEPA

()

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom mendesak agar pemerintah segera merampungkan perundingan perdagangan Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) imbas dari adanya kebijakan tarif impor resiprokal sebesar 32% yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump.

Pasalnya, komoditas ekspor unggulan Indonesia ke AS, seperti minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya dapat terdampak. 

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menuturkan bahwa AS merupakan negara tujuan ekspor CPO kelima terpenting, meski dari sisi nilai bukanlah yang terbesar. 

Gapki Waswas Potensi Ekspor CPO RI ke AS Diambil Alih Malaysia  Amerika Latin

Gapki Waswas Potensi Ekspor CPO RI ke AS Diambil Alih Malaysia Amerika Latin

()

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mewanti-wanti potensi ekspor sawit atau crude palm oil (CPO) Indonesia ke Amerika Serikat diambil alih oleh negara lain seperti Malaysia dan Amerika Latin. 

Kekhawatiran tersebut dipicu tingginya tarif impor resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat (AS) ke Indonesia sebesar 32%, sementara tarif yang dikenakan untuk komoditas asal Malaysia 24%. 

Ketua Umum Gapki Eddy Martono mengatakan, Indonesia saat ini menguasai pangsa pasar ekspor CPO ke AS sebesar 89%. Kebijakan tarif tinggi ke AS dapat memengaruhi kinerja ekspor CPO secara signifikan. 

Efek Tarif Trump, Pertumbuhan Ekonomi RI Sulit Capai 5%

Efek Tarif Trump, Pertumbuhan Ekonomi RI Sulit Capai 5%

()

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan sulit mencapai level 5% akibat pengenaan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Indonesia.

Sebagaimana diketahui, tarif impor tersebut resmi diumumkan oleh Trump, Rabu (2/4/2025), waktu setempat. Seluruh negara diganjar tarif impor 10%, sedangkan beberapa negara seperti Indonesia turut dikenakan tarif resiprokal (reciprocal tariffs) lebih tinggi berdasarkan hambatan perdagangan dengan AS. Adapun, Indonesia dikenakan tarif impor bea masuk perdagangan sebesar 32%.

Astra Agro (AALI) Incar Produksi CPO 1,2 Juta Ton Sepanjang 2025

Astra Agro (AALI) Incar Produksi CPO 1,2 Juta Ton Sepanjang 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) menargetkan volume produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebanyak 1,2 juta ton pada 2025. 

Target itu lebih tinggi dari realisasi produksi CPO pada 2024 sebanyak 1,12 juta ton. Namun, target itu sama dengan produksi pada 2023 sebanyak 1,27 juta ton. 

Dalam Laporan Tahunan 2024, manajemen AALI menyampaikan bahwa Oil World masih memprediksi bahwa produktivitas minyak nabati dunia pada 2025 masih mengalami penurunan. Penurunan itu tidak sejalan dengan kebutuhan yang meningkat setiap tahunnya sehingga dapat menciptakan kenaikan harga minyak nabati. 

Teladan Prima Agro (TLDN) Bidik Kenaikan Pendapatan 10% pada 2025

Teladan Prima Agro (TLDN) Bidik Kenaikan Pendapatan 10% pada 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten kelapa sawit yang terafiliasi dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, PT Teladan Prima AgroTbk. (TLDN) membidik target pertumbuhan pendapatan 10% pada 2025. 

Pada 2024, perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 5,1% dibandingkan dengan 2023 menjadi Rp4,21 triliun. Peningkatan itu didorong oleh naiknya harga jual rata-rata crude palm oil (CPO) dan PK sepanjang tahun.

“Dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global, regional, dan domestik, serta dinamika industri dan prospek usaha sepanjang 2024, perseroan memperkirakan kenaikan pendapatan sebesar 10% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya,” tulis manajemen TLDN dalam Laporan Tahunan 2024 yang dikutip Jumat (4/4/2025).