Donald Trump

IHSG Terjun Bebas, Liberation Day Donald Trump Jadi Mimpi Buruk

IHSG Terjun Bebas, Liberation Day Donald Trump Jadi Mimpi Buruk

()

Bisnis.com, JAKARTA –  Kebijakan tarif dagang terbaru Amerika Serikat (AS) kini resmi menjadi mimpi buruk bagi pasar global. Alih-alih merayakan apa yang disebut Presiden Donald Trump sebagai Liberation Day, pelaku pasar justru panik. 

Head of Investment Specialist Manulife Investment Management, Freddy Tedja, mengatakan bahwa hal itu membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk hampir 8% dan bursa saham global mencatat penurunan mingguan terdalam.

IHSG sempat anjlok 9% pada pembukaan perdagangan Selasa (8/4/2025), memicu penghentian sementara atau trading halt selama 30 menit. Meski sempat pulih, indeks tetap ditutup di zona merah di level 5.996,14 atau melemah 7,9%.

Setujui Usulan Buruh, Prabowo Segera Bentuk Satgas PHK

Setujui Usulan Buruh, Prabowo Segera Bentuk Satgas PHK

()

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendukung usulan dari serikat buruh terkait dengan pembentukan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK).Menurutnya, pembentukan satgas penting untuk mengantisipasi PHK. Pernyataan Prabowo itu disampaikan untuk merespons masukan dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal terkait dengan pembentukan Satgas PHK untuk mengantisipasi terjadinya badai PHK usai adanya kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump.Prabowo mengatakan, Satgas PHK itu nantinya akan berisi para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan serikat buruh."Saya kira bentuk Satgas PHK segera, libatkan pemerintah, libatkan serikat buruh, libatkan dunia akademik, libatkan rektor-rektor, libatkan BPJS dan sebagainya," kata Prabowo dalam acara Sarasehan Ekonomi 2025 di Jakarta, Selasa (8/3/2025).Mantan Menteri Pertahanan itu pun menekankan bahwa hak buruh harus dibela. Oleh karena itu, dia meminta agar kelak Satgas dapat memetakan potensi PHK dan peluang lapangan kerja di setiap daerah.Dengan begitu, Satgas bisa memadupadankan potensi lapangan kerja itu dengan jumlah pekerja yang terkena PHK."Di mana ada peluang lapangan kerja, di mana ada PHK, kita bisa link and match dan pemerintah akan bantu," jelas Prabowo.Namun, Prabowo mengingatkan andai ada PHK di Jawa, buruh harus siap jika mendapat peluang di wilayah lain. Menurutnya, hal ini dilakukan agar ada pemerataan."Kalau umpamanya, ada perusahan yang PHK di Jawa, kita tawarkan yang PHK, saya bisa salurkan Anda bekerja tapi mungkin di Kalimantan, atau Halmahera, atau Waingapu, atau di Merauke," katanya.Sebelumnya, Said Iqbal menyarankan Prabowo untuk membentuk Satgas PHK. Hal ini menyusul potensi PHK imbas kebijakan penerapan tarif impor timbal balik (reciprocal tariff) sebesar 32% dari Amerika Serikat (AS) kepada Indonesia.Menurutnya, dari hasil kalkulasi serikat buruh, terdapat 50.000 pekerja yang dibayangi PHK. Said pun menyebut Satgas PHK bisa berisi unsur pengusaha, serikat buruh, pemerintah, dan DPR."Satgas berperan aktif berkontribusi kalau ada PHK apa langkahnya. Dan satgas ini untuk mendeteksi potensi pemogokan bilamana terjadi PHK yang mengakibatkan hak-hak buruh tak dibayar," jelas Said.

Alasan di Balik Lolosnya Rusia dan Belarusia dari Tarif Trump, Tak Semata karena Sanksi

Alasan di Balik Lolosnya Rusia dan Belarusia dari Tarif Trump, Tak Semata karena Sanksi

()

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengguncang perdagangan global dengan mengumumkan tarif timbal balik atau reciprocal tariffs terhadap impor dari 185 negara.

Namun ada yang mencolok dari tarif ini. Rusia dan sekutunya, Belarus, justru lolos dari daftar impor tersebut. Sebaliknya, Ukraina malah masuk daftar sasaran.

Melansir DW, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa sanksi-sanksi yang sudah berjalan membuat perdagangan dengan Rusia praktis tak lagi ada. Setelah invasi Rusia ke Ukraina, AS dan sekutunya di Eropa memang memperketat sanksi terhadap Moskow.

Seribu Satu Cara RI Mau Tekan Surplus Perdagangan dengan AS

Seribu Satu Cara RI Mau Tekan Surplus Perdagangan dengan AS

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap rencana pembelian sejumlah komoditas seperti biji kedelai dan gandum dari Amerika Serikat (AS) guna menekan surplus perdagangan antara kedua negara.

Airlangga menjelaskan, dengan pengenaan tarif 32% oleh Presiden AS Donald Trump pemerintah Indonesia telah merencanakan pembelian sejumlah komoditas. Pembelian komoditas akan dilakukan mulai dari produk pertanian hingga sektor minyak dan gas.

"Presiden telah menyetujui pembelian produk pertanian dari AS seperti biji kedelai dan gandum—yang tidak diproduksi di dalam negeri—untuk menjaga keseimbangan neraca dagang. Pemerintah juga akan membeli LPG dan LNG dari AS melalui relokasi, bukan penambahan volume, sehingga tidak membebani APBN," jelas Airlangga dalam acara Sarasehan Ekonomi Nasional di Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Airlangga Pastikan Produk Furnitur RI Tak Kena Tarif Trump 32%

Airlangga Pastikan Produk Furnitur RI Tak Kena Tarif Trump 32%

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, furnitur tak akan terkena tarif impor timbal balik atau resiprokal sebesar 32% dari Amerika Serikat (AS).Dengan kata lain, ekspor furnitur ke Negeri Paman Sam tidak akan dikenakan tarif resiprokal. Airlangga mengatakan, furnitur masuk pengecualian dari kebijakan Presiden AS Donald Trump lantaran AS masih membutuhkan pasar alternatif untuk pasokan komoditas tersebut.

"Furnitur tidak dikenakan tarif tinggi karena timber [kayu] AS sedang perang dengan Kanada sehingga butuh sumber alternatif," kata Airlangga dalam acara Sarasehan Ekonomi 2025 di Jakarta, Selasa (8/3/2025).

Luhut soal Dampak Tarif Trump ke RI: Tak Perlu Khawatir Berlebihan

Luhut soal Dampak Tarif Trump ke RI: Tak Perlu Khawatir Berlebihan

()

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Pandjaitan, menyatakan bahwa dampak dari kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Indonesia relatif kecil. 

Dia menyebut bahwa DEN telah melakukan simulasi terhadap potensi pengaruh kebijakan tarif Trump tersebut terhadap perekonomian nasional dan menemukan bahwa meskipun ada tekanan, tapi dampaknya tidak signifikan.

Hal ini disampaikan Luhut pada agenda Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia dan di depan jajaran investor, ekonom, hingga pelaku usaha lintas sektor di Ruang Assembly Hall, Lantai 9. Menara Mandiri Sudirman, Jl. Jenderal Sudirman No. 54-55, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (8/4/2025). 

Airlangga Jelaskan Alasan Trump Hukum RI dan Negara-negara Asean dengan Tarif Tinggi

Airlangga Jelaskan Alasan Trump Hukum RI dan Negara-negara Asean dengan Tarif Tinggi

()

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini besarnya surplus neraca perdagangan negara-negara Asean menjadi penyebab Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif tinggi.

Airlangga menjelaskan, Asean merupakan klaster kawasan yang memberi defisit neraca perdagangan terbesar kedua ke Amerika Serikat (AS), yakni sebesar US$239,9 miliar. Dalam konteks ini, Asean hanya kalah dari China.

Perinciannya, Vietnam memberi andil terhadap defisit neraca perdagangan AS sebesar US$129,4 miliar, Thailand sebesar US$48,3 miliar, Malaysia sebesar US$26,1 miliar, dan Indonesia sebesar US$19,3 miliar.

China Bersumpah Tak Akan Tunduk ke AS, Meski Trump Ancam Naikkan Tarif

China Bersumpah Tak Akan Tunduk ke AS, Meski Trump Ancam Naikkan Tarif

()

Bisnis.com, JAKARTA - China menolak untuk tunduk pada apa yang disebut sebagai “pemerasan” dari Amerika Serikat (AS), karena perang dagang global yang dipicu oleh tarif impor yang dibuat oleh Presiden Donald Trump. 

Teguran Beijing datang setelah Trump mengancam akan menaikkan tarif impor AS dari negara dengan ekonomi nomor dua di dunia itu hingga lebih dari 100% mulai Rabu (9/4/2025). Ucapan Trump merupakan tanggapan atas keputusan China untuk menyamai bea masuk ‘resiprokal’ yang awalnya berkisar 34% diumumkan minggu lalu.

Prabowo Sebut Tarif Impor Trump Bikin Banyak Negara Cemas

Prabowo Sebut Tarif Impor Trump Bikin Banyak Negara Cemas

()

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, tarif resiprokal atau tarif impor yang dikeluarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini menimbulkan ketidakpastian yang membuat banyak negara cemas.

"Apa yang terjadi sekarang adalah goncangan dunia akibat negara dengan ekonomi terkuat membuat kebijakan yang memberikan peningkatan tarif yang begitu tinggi kepada banyak negara. Ini bisa dikatakan menimbulkan ketidakpastian dunia. Banyak negara yang cemas," kata Prabowo di Menara Mandiri, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/2025).

Prabowo Buka 10 Pasar Ekspor Baru Demi Antisipasi Efek Tarif Trump

Prabowo Buka 10 Pasar Ekspor Baru Demi Antisipasi Efek Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia bakal melakukan diversifikasi pasar usai adanya kebijakan tarif timbal balik atau tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump kepada seluruh mitra dagang Amerika Serikat (AS).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia berpeluang membuka pasar di 83% perdagangan global. Untuk mewujudkannya, pemerintah akan memanfaatkan pasar dan investasi dari berbagai forum kerja sama internasional.

Selain itu, juga tengah mempercepat perundingan sejumlah perjanjian dagang, salah satunya Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 8 April 2025

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 8 April 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak melemah menyentuh level Rp17.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025), usai libur Lebaran Idulfitri 1446 H. Ambrolnya rupiah ini disebabkan oleh sejumlah sentimen yang datang dari global, utamanya kebijakan tarif Donald Trump.

Sebagai infromasi, mata uang rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) sempat tembus Rp17.000 per dolar AS akibat implementasi tarif impor dari AS ke sejumlah negara.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp16.562 per dolar AS pada 27 Maret 2025 atau sebelum libur panjang Lebaran 2025. Di sepanjang kuartal I/2025, rupiah mengalami depresiasi dalam sebesar 2,25% dengan sempat menyentuh level tertinggi pada 25 Maret 2025 Rp16.612 per dolar AS.

Sederet Respons Global usai Dikenakan Tarif Trump, dari Retaliasi hingga Negosiasi

Sederet Respons Global usai Dikenakan Tarif Trump, dari Retaliasi hingga Negosiasi

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sejumlah respons negara-negara yang dikenakan tarif resiprokal oleh Presiden AS Donald Trump.

Dalam Sarasehan Ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan pada Selasa (8/4/2025), Airlangga menyebutkan China memilih menetapkan tarif balasan atau retaliasi sebesar 34% atas semua barang dari AS mulai 10 April 2025 dan menetapkan control ekspor atas logam tanah jarang.

"Vietnam meminta penundaan penerapan tarif dan mengusulkan negosiasi dengan AS, terutama untuk Nike dan AS belum menerima usulan ini," ujarnya.

Rayu Trump, Prabowo Minta Impor Lebih Banyak LPG  LNG dari AS

Rayu Trump, Prabowo Minta Impor Lebih Banyak LPG LNG dari AS

()

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah bakal meningkatkan impor liquefied petroleum gas (LPG) dan liquefied natural gas (LNG) dari Amerika Serikat (AS).

Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai respons penerapan tarif impor timbal balik (reciprocal tariff) sebesar 32% dari Presiden AS Donald Trump kepada RI.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, Presiden Prabowo memastikan untuk memilih pendekatan negosiasi dibanding dengan tindakan pembalasan untuk menghadapi kebijakan tarif terbaru AS.

Harga Komoditas Rontok Pasca Pemberlakukan Tarif Trump

Harga Komoditas Rontok Pasca Pemberlakukan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Mayoritas harga komoditas terkoreksi usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan implementasi tarif impor terhadap negara mitra dagangnya. Mulai dari harga minyak mentah, minyak kelapa sawit, hingga emas rontok.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan harga komoditas utama global mengalami penurunan usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif.

“Kekhawatiran penurunan permintaan global dan disrupsi rantai pasok global telah menekan harga komoditas,” kata Airlangga, Selasa (8/4/2025).

Hingga Senin (7/4/2025) dini hari, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 1,77% menjadi US$60,89 per barel. Sedangkan harga minyak brent turun lebih dalam lagi sebesar 1,82% menjadi US$64,38 per barel.

Airlangga Ungkap Alasan Prabowo Pilih Negosiasi Dalam Hadapi Kebijakan Tarif Trump

Airlangga Ungkap Alasan Prabowo Pilih Negosiasi Dalam Hadapi Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memastikan untuk memilih pendekatan negosiasi dibanding dengan tindakan pembalasan untuk menghadapi kebijakan tarif terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Kepala Negara meyakini langkah diplomatik yang matang dan penuh kehati-hatian menjadi cara yang tepat untuk menghadapi kebijakan tarif yang diberlakukan oleh pemerintah AS.

Hal ini disampaikannya di depan jajaran investor, ekonom, hingga pelaku usaha lintas sektor di Ruang Assembly Hall, Lantai 9. Menara Mandiri Sudirman, Jl. Jenderal Sudirman No. 54-55, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (8/4/2025).

Negosiasi Tarif Trump, Jepang Dapat Prioritas Pertama

Negosiasi Tarif Trump, Jepang Dapat Prioritas Pertama

()

Bisnis.com, JAKARTA - Jepang tampaknya akan mendapatkan prioritas dalam perundingan tarif AS dalam upayanya mencabut kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump, yang dijadwalkan dimulai pada Rabu (8/4/2025). 

Melansir Bloomberg pada Selasa (8/4/2025), Menteri Keuangan Scott Bessent, yang bersama dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer akan memimpin negosiasi dari pihak Amerika, mengatakan "Saya berharap Jepang akan mendapatkan prioritas" di antara mitra dagang karena maju dengan sangat cepat. 

Dorongan untuk mengadakan perundingan perdagangan bilateral muncul ketika Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba mengadakan pertemuan kabinet penuh pada Selasa pagi untuk membahas tarif. Kemudian, pemerintahannya memilih Menteri Revitalisasi Ekonomi Ryosei Akazawa untuk memimpin delegasi Jepang dalam negosiasi tersebut. 

IHSG Ambruk 7,72% Sesi I Hari Ini, Ada Harapan Menguat?

IHSG Ambruk 7,72% Sesi I Hari Ini, Ada Harapan Menguat?

()

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 7,72% menuju level 6.008,47 pada sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025).

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan bahwa pada awal sesi, IHSG sempat terkoreksi hingga 9% seiring dengan respons negatif pasar terhadap kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Seluruh indeks sektoral mengalami tekanan yang disertai dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang ikut terdepresiasi hingga level Rp16.842,” ujar Valdy. 

Kurangi Tekor Dagang, Trump Paksa Uni Eropa Beli Energi dari AS

Kurangi Tekor Dagang, Trump Paksa Uni Eropa Beli Energi dari AS

()

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, Uni Eropa (UE) harus membeli energi dari Negeri Paman Sam.Hal ini seiring dengan penerapan tarif impor timbal balik (reciprocal tariff) dari AS untuk (UE) sebesar 20%.Menurut Trump, menjual energi ke UE akan menjadi fokus utama karena pemerintahannya berusaha menghilangkan defisit perdagangan dengan blok tersebut. Trump menuding negara-negara Eropa tidak cukup membeli barang-barang AS."Mereka [UE] harus membeli energi dari kita, karena mereka membutuhkannya dan mereka harus membelinya dari kita. Mereka dapat membelinya, kita dapat mengurangi [defisit] US$350 miliar dalam 1 minggu," ucap Trump seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/4/2025).Sementara itu, Komisi Eropa menyatakan bahwa mereka telah menawarkan kesepakatan tarif “zero-for-zero” untuk menghindari perang dagang dengan Trump. Pasalnya, para menteri Uni Eropa setuju untuk memprioritaskan negosiasi. Di sisi lain, Uni Eropa membalas dengan tarif 25% untuk beberapa impor produk AS. Blok Uni Eropa yang beranggotakan 27 negara ini menghadapi tarif impor 25% untuk komoditas baja dan aluminium serta mobil dan tarif yang lebih luas sebesar 20% yang berlaku mulai Rabu (9/4/2025) besok.Dilansir dari Reuters pada Selasa (8/4/205), Komisi Eropa mengusulkan tarif pembalasan pertamanya sebesar 25% untuk berbagai impor AS sebagai tanggapan atas tarif baja dan aluminium Trump, bukan pungutan yang lebih luas.Kepala perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic mengatakan, pada Senin (7/4/2025), bahwa pembalasan ini akan berdampak lebih kecil daripada 26 miliar euro (U$28,4 miliar) yang telah diumumkan sebelumnya. "Tarif untuk sebagian besar barang akan mulai berlaku pada 16 Mei 2025 dan beberapa dari 1 Desember 2025," ujarnya.

Janji Manis Netanyahu ke Trump agar Israel Terbebas Tarif Impor AS

Janji Manis Netanyahu ke Trump agar Israel Terbebas Tarif Impor AS

()

Bisnis.com, JAKARTA — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji akan menghapus surplus perdagangan Israel dengan Amerika Serikat. Hal ini dia sampaikan kala bertemu langsung dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih pada Senin (7/4/2025).

Mengutip Reuters pada Selasa (8/4/2025), langkah tersebut kemungkinan besar akan diamati secara ketat oleh para pemimpin dunia karena kebijakan tarif Trump mengguncang pasar global.

“Kami berniat melakukannya dengan sangat cepat. Kami pikir ini adalah hal yang tepat dan kami juga akan menghapus hambatan perdagangan,” kata Netanyahu.

Aturan Lama VS Baru BEI Soal Trading Halt dan Auto Rejection Bawah (ARB)

Aturan Lama VS Baru BEI Soal Trading Halt dan Auto Rejection Bawah (ARB)

()

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan peraturan baru mengenai batas Auto Rejection Bawah (ARB) dan trading halt hari ini, Selasa (8/4/2025). Terdapat sejumlah perbedaan dari peraturan baru dan lama terkait dua peraturan ini.

Dalam konferensi pers hari ini, Bursa menyampaikan telah menyesuaikan batasan persentase Auto Rejection Bawah  menjadi 15% bagi efek berupa saham pada Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Ekonomi Baru, kemudian Exchange-Traded Fund (ETF), serta Dana Investasi Real Estat (DIRE) untuk seluruh rentang harga.

Negosiasi Tarif Trump, Korsel Siap Turunkan Surplus Perdagangan dengan AS

Negosiasi Tarif Trump, Korsel Siap Turunkan Surplus Perdagangan dengan AS

()

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Korea Selatan sedang meninjau beberapa paket kebijakan untuk diajukan kepada Amerika Serikat (AS) guna mengurangi surplus perdagangan dalam upaya untuk menegosiasikan tarif yang lebih rendah.

Melansir Bloomberg pada Selasa (8/4/2025), Menteri Perdagangan Cheong Inkyo, yang memulai perjalanan dua hari ke Washington, mengatakan bahwa Korea Selatan akan berupaya meningkatkan impor dari AS, dengan menyebut gas alam cair sebagai pengiriman potensial.

Presiden AS Donald Trump telah mengatakan bahwa perjanjian apa pun harus menghilangkan defisit perdagangan bilateral Amerika dengan negara tertentu.

70 Negara Rayu AS soal Kebijakan Tarif Trump, Jepang Jadi Prioritas

70 Negara Rayu AS soal Kebijakan Tarif Trump, Jepang Jadi Prioritas

()

Bisnis.com, JAKARTA - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) menyatakan sebanyak 70 negara telah mencoba berkomunikasi dengan pihaknya. Proses pengajuan negosiasi tarif ke AS makin ramai menjelang waktu pemberlakuan tarif resiprokal pada 9 April 2025. 

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (8/4/2025), Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan, pihaknya berharap tarif resiprokal dapat turun saat negosiasi berlangsung dengan mitra dagang AS. Dia pun memastikan semua negosiasi dengan berbagai negara yang mengajukan penawaran akan dibahas. 

Waswas Bisnis Bank RI Ikut Terpukul Tarif Trump

Waswas Bisnis Bank RI Ikut Terpukul Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Keputusan Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif resiprokal terhadap sejumlah negara diperkirakan ikut berdampak ke sektor perbankan RI. Terlebih, kebijakan ini juga mendorong pelemahan nilai tukar rupiah.

Pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran Arianto Muditomo menyebut dampak kebijakan tarif Trump dan pelemahan rupiah terhadap bisnis perbankan di Indonesia dapat terlihat dari meningkatnya volatilitas nilai tukar serta tekanan terhadap stabilitas makroekonomi.

Dia menjelaskan kebijakan tarif Trump yang bersifat proteksionis memicu ketegangan dagang global, terutama antara AS dan China. Hal tersebut menyebabkan arus modal asing keluar dari pasar negara berkembang seperti Indonesia.

China Tak Gentar Meski Diancam Tarif Tambahan 50% oleh Trump

China Tak Gentar Meski Diancam Tarif Tambahan 50% oleh Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - China mengecam Amerika Serikat yang mengancam akan menaikkan tarif dan berjanji akan membalas jika Washington menindaklanjuti ancaman tersebut.

Melansir Bloomberg pada Selasa (8/4/2025), Kementerian Perdagangan China dalam sebuah pernyataan menuturkan, ancaman AS untuk menaikkan tarif terhadap China adalah kesalahan di atas kesalahan lainnya, yang sekali lagi mengungkap sifat pemerasan AS. 

"Jika AS bersikeras dengan caranya sendiri, China akan berjuang sampai akhir," demikian kutipan keterangan resmi tersebut.

Kementerian Perdagangan China juga menyerukan dialog untuk menyelesaikan perselisihan dalam pernyataannya, meskipun Presiden AS Donald Trump mengatakan tentang pertemuan akan dihentikan jika Beijing tidak mengambil tindakan, tanpa menyebutkan apa yang akan diperlukan.

Reaksi Negara-Negara soal Tarif Trump, dari Negosiasi hingga Tarif Balasan

Reaksi Negara-Negara soal Tarif Trump, dari Negosiasi hingga Tarif Balasan

()

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah negara telah mengambil langkah untuk merespons kebijakan tarif timbal balik alias reciprocal tariff yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kebijakan perdagangan AS di bawah kepemimpinan Presiden Trump tersebut menyebutkan bahwa semua negara akan dikenakan tarif minimum 10% ke dengan negara-negara yang dianggap memiliki hambatan tinggi terhadap barang-barang AS akan menghadapi tarif lebih besar. 

Selain itu, Trump juga menerapkan tarif tambahan terhadap sejumlah negara, mulai dari China hingga Uni Eropa.

Menerka Arah Rupiah di Hadapan Dolar AS Usai Libur Lebaran

Menerka Arah Rupiah di Hadapan Dolar AS Usai Libur Lebaran

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pascalibur panjang Lebaran, rupiah harus menghadapi risiko volatilitas tinggi seperti yang tecermin dari pergerakan kurs di pasar derivatif global akibat sentimen tarif impor Presiden AS Donald Trump. Bukan tidak mungkin, rupiah terpuruk hingga ke level Rp17.000 per dolar AS di pasar spot.

Berdasarkan data Bloomberg, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) sempat menyentuh level Rp17.006 per dolar AS pada Jumat (4/4/2025) pukul 20.53 WIB.

Kemarin, rupiah ditutup turun 169 poin atau 1,01% ke level Rp16.821,5 per dolar AS. Rupiah memperkecil penurunan dari kurs Rp16.940 per dolar AS pada Senin (7/4/2025). 

Arah Suku Bunga The Fed di Tengah Kebijakan Tarif Trump dan Bayang-Bayang Resesi Global

Arah Suku Bunga The Fed di Tengah Kebijakan Tarif Trump dan Bayang-Bayang Resesi Global

()

Bisnis.com, JAKARTA – Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) pada 2025 melonjak seiring dengan kebijakan tarif agresif yang diluncurkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang menimbulkan kecemasan akan bayang-bayang resesi global.

Kepanikan pasar tercermin dari lonjakan posisi pada skenario pemangkasan darurat. Mengutip laporan Bloomberg, Selasa (8/4/2025), kontrak swap suku bunga overnight kini mencerminkan ekspektasi penurunan sebesar 125 basis poin sepanjang tahun, setara dengan lima kali pelonggaran masing-masing 25 basis poin.

Respons Pengusaha Soal Rencana Tambah Impor Kapas-Gandum dari AS

Respons Pengusaha Soal Rencana Tambah Impor Kapas-Gandum dari AS

()

Bisnis.com, JAKARTA — Dunia usaha mengungkap pemerintah akan meningkatkan keran impor komoditas minyak dan gas (migas), kapas, hingga gandum dari Amerika Serikat (AS). Namun, importasi ini dipastikan tidak akan mengganggu industri dalam negeri.

Langkah ini dilakukan untuk menegosiasikan kebijakan tarif timbal balik alias resiprokal yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump terhadap Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah berupaya mencari jalan keluar untuk mengurangi neraca perdagangan AS—Indonesia yang defisit. Alhasil, Indonesia menjadi salah satu negara yang dikenakan tarif resiprokal tinggi, yakni 32%.

Bertemu Najwa Shihab Cs, Prabowo Blak-blakan Ungkap Strategi RI Hadapi Efek Tarif Trump

Bertemu Najwa Shihab Cs, Prabowo Blak-blakan Ungkap Strategi RI Hadapi Efek Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menanggapi secara terbuka atas rencana kebijakan ekonomi proteksionis yang digaungkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang atau disebut tarif Trump.

Indonesia sendiri mendapat tarif resiprokal sebesar 32% dari Presiden Trump. Dengan demikian, seluruh produk ekspor RI ke Amerika Serikat bakal dikenakan tarif tambahan 32%. 

Prabowo menyebut jika kebijakan tarif Trump diterapkan, sektor industri padat karya seperti tekstil, sepatu, garmen, dan furnitur di Indonesia berpotensi terdampak signifikan. Hal itu disampaikan Prabowo saat bertemu dengan beberapa pemimpin media massa di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat pada Minggu (6/4/2025). 

Ini Alasan Trump Terapkan Tarif Impor Resiprokal 32% untuk Indonesia

Ini Alasan Trump Terapkan Tarif Impor Resiprokal 32% untuk Indonesia

()

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang menerapkan tarif impor tinggi terhadap produk AS. 

Dilansir dari laman resmi Gedung Putih, bea masuk etanol di Indonesia disebut mencapai 30% atau jauh lebih tinggi dibandingkan dengan AS yang hanya menerapkan 2,5%.

"Brasil [18%] dan Indonesia [30%] mengenakan tarif yang lebih tinggi pada etanol dari Amerika Serikat [2,5%]," ujar Trump dikutip dari whitehouse.gov, Rabu (2/5/2025).