Donald Trump

Perang Dagang Berkobar, Pengamat Wanti-Wanti Risiko Kredit Bank Memburuk

Perang Dagang Berkobar, Pengamat Wanti-Wanti Risiko Kredit Bank Memburuk

()

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor perbankan akan merasakan dampak negatif dari kombinasi sentimen kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran Arianto Muditomo menyebut dampak kebijakan tarif Trump dan pelemahan rupiah terhadap bisnis perbankan di Indonesia dapat terlihat dari meningkatnya volatilitas nilai tukar serta tekanan terhadap stabilitas makroekonomi. 

Dia menjelaskan kebijakan tarif Trump yang bersifat proteksionis memicu ketegangan dagang global, terutama antara AS dan China. Hal tersebut menyebabkan arus modal asing keluar dari pasar negara berkembang seperti Indonesia. 

Australia Tak Khawatir Meski Ada Risiko Ekonomi Melemah Dampak Tarif Trump

Australia Tak Khawatir Meski Ada Risiko Ekonomi Melemah Dampak Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Australia optimistis mampu mengelola dampak langsung dari tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, meski akan menghadapi penurunan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) seiring dengan perekonomian global yang melambat.

"Kami memperkirakan dampak yang lebih dapat dikelola pada ekonomi Australia, tetapi kami tetap memperkirakan PDB Australia akan terpukul dan kami memperkirakan akan ada dampak pada harga di sini juga," kata Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers dalam konferensi pers dikutip dari Reuters, Senin (7/4/2025).

Pengusaha AS dan Vietnam Kompak Minta Trump Tunda Tarif 46% untuk Vietnam

Pengusaha AS dan Vietnam Kompak Minta Trump Tunda Tarif 46% untuk Vietnam

()

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku usaha Amerika Serikat (AS) dan Vietnam telah meminta Presiden AS Donald Trump untuk menunda penerapan tarif 46% terhadap barang-barang Vietnam, lantaran dinilai sangat tinggi serta merugikan mereka dan hubungan komersial bilateral.

Kamar Dagang dan Industri Vietnam serta Kamar Dagang AS di Hanoi menyampaikan kekhawatirannya dalam surat yang ditujukan kepada Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick.

“Tarif yang lebih rendah untuk produk yang masuk ke Vietnam dan untuk produk yang sampai ke konsumen Amerika adalah hal yang akan membantu perusahaan AS, ekonomi, dan konsumen,” kata AmCham dan VCCI dalam sebuah pernyataan, dikutip Senin (7/4/2025).

Mendag se-Asean Akan Kumpul Siapkan Respons Tarif Trump

Mendag se-Asean Akan Kumpul Siapkan Respons Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan para menteri perdagangan negara-negara anggota Asean akan berkumpul pada 10 April 2025 untuk membahas perihal kebijakan tarif timbal balik Presiden AS Donald Trump.

Airlangga sendiri sudah bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim untuk membahas langkah Asean hadapi tarif Trump. Bagaimanapun, Malaysia memegang jabatan Keketuaan Asean 2025.

Dia mengaku bahwa semua negara Asean sepakat untuk tidak melakukan retaliasi melainkan ambil jalur negosiasi. Negara-negara Asean akan melakukan negosiasi dengan AS lewat US-Asean Trade and Investment Facilitation Agreement (TIFA).

Mendag Budi  Airlangga Rapat Bahas Tarif Trump, Apa Hasilnya?

Mendag Budi Airlangga Rapat Bahas Tarif Trump, Apa Hasilnya?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menyerahkan negosiasi terkait kebijakan tarif resiprokal AS kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif resiprokal sebesar 32% terhadap Indonesia yang akan mulai berlaku pada 9 April 2025.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan lobi-lobi tarif ini akan dipimpin langsung oleh Menko Airlangga Hartarto.

“Nanti kan ada tim ekonomi dipimpin Pak Menko [Airlangga Hartarto]. Ya sudah. Tadi kan sudah konferensi pers Pak Menko [terkait sosialisasi penerapan tarif perdagangan baru AS], isinya kurang lebih seperti itu,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (7/4/2025).

Imbas Tarif Impor Trump, Pemerintah Diminta Bertindak Lewat WTO

Imbas Tarif Impor Trump, Pemerintah Diminta Bertindak Lewat WTO

()

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mendorong pemerintah untuk mengambil kebijakan yang menyehatkan perdagangan global imbas kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menerapkan tarif impor baru.

Said menyebutkan, kebijakan itu bisa diambil pemerintah melalui World Trade Organization (WTO) agar perdagangan global lebih adil dan menopang pertumbuhan ekonomi global secara berkelanjutan.

"Kita tidak menginginkan hanya untuk kepentingan adidaya, lalu kepentingan masyarakat global untuk mendapatkan kesejahteraan diabaikan. Indonesia perlu mengajak dunia pada tujuan dibentuknya WTO," kata Said dalam keterangannya, Senin (7/4/2025).

Hadapi Kebijakan Tarif Trump, ALFI Institute Rekomendasikan Ini ke Pemerintah

Hadapi Kebijakan Tarif Trump, ALFI Institute Rekomendasikan Ini ke Pemerintah

()

Bisnis.com, JAKARTA - ALFI Institute (Institut Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia) merespons kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) yang diumumkan Presiden Donald Trump beberapa waktu lalu.

ALFI menilai, kondisi perekonomian Indonesia yang terus menerus menghadapi beragam tekanan baik dari sisi eksternal maupun internal, kini bertambah dengan adanya tarif dagang 32%.

Melihat hal ini, Chairman ALFI Institute Yukki Nugrahawan Hanafi memprediksi perekonomian tidak akan mudah tahun ini dan dapat berdampak pada penurunan pertumbuhan PDB nasional.

Ekonom Minta Prabowo Tak Gegabah Sikapi Kebijakan Tarif Trump

Ekonom Minta Prabowo Tak Gegabah Sikapi Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom meminta agar pemerintah tidak terburu-buru dan menebar janji yang berlebih dalam menegosiasikan kebijakan tarif resiprokal sebesar 32% yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump terhadap Indonesia.

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai pemerintah harus melakukan lobi yang konkret dan terukur dalam menyikapi tarif Trump. Negosiasi ini, kata dia, harus merupakan bagian dari strategi besar ekonomi Indonesia.

“Jangan terburu-buru dan overpromise, jangan sampai karena ingin membuat senang Trump, partner [mitra dagang] kita yang lain seperti India, China, Thailand, Jepang, hingga Korea Selatan merasa dianaktirikan, sehingga menimbulkan potensi masalah baru,” kata Samirin kepada Bisnis, Senin (7/4/2025).

PDIP Buka Suara soal Dampak Tarif Trump ke Rupiah dan Pariwisata RI

PDIP Buka Suara soal Dampak Tarif Trump ke Rupiah dan Pariwisata RI

()

Bisnis.com, JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI sekaligus Legislator PDI Perjuangan (PDIP) Novita Hardini berpendapat kebijakan tarif proteksionis yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menjadi peluang besar untuk memperkuat pariwisata dalam negeri sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Menurut dia, tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat ketegangan ekonomi global dan kebijakan tarif internasional berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama bagi mereka yang biasa bepergian ke luar negeri.

“Biaya perjalanan ke luar negeri melonjak dan ini saat yang tepat untuk mendorong pergeseran arus wisata ke destinasi lokal,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (7/4/2025).

Korea Selatan Siapkan Sejumlah Langkah Hadapi Tarif Trump, Apa Saja?

Korea Selatan Siapkan Sejumlah Langkah Hadapi Tarif Trump, Apa Saja?

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Korea Selatan mengatakan pemerintah akan menyiapkan sejumlah langkah dukungan untuk sektor-sektor dengan kebutuhan mendesak.

Kebijakan tersebut akan dikeluarkan jelang pemberlakuan tarif 25% yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump mulai minggu ini.

"Menteri Choi Sang-mok menekankan perlunya menganalisis dampak pada ekonomi makro dan menyiapkan langkah-langkah dukungan untuk sektor-sektor dengan kebutuhan mendesak," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters, Senin (7/4/2025).

Pada 2 April 2025, Trump memberlakukan tarif menyeluruh terhadap impor ke Amerika Serikat dan tarif yang lebih tinggi terhadap negara-negara yang dinilai sebagai pelanggar terburuk, termasuk bea masuk sebesar 25% atas impor dari Korea Selatan, yang akan mulai berlaku pada Rabu (9/4/2025).

Tarif Trump 32%, Menko Airlangga: RI Harus Tingkatkan Perdagangan di Luar AS

Tarif Trump 32%, Menko Airlangga: RI Harus Tingkatkan Perdagangan di Luar AS

()

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia harus meningkatkan perdagangan di negara luar AS, menyusul kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tarif bea masuk 32% atas barang impor dari Indonesia.

Airlangga menjelaskan, AS ‘hanya’ berkontribusi ke 13% ke perdagangan global. Oleh sebab itu, kenaikan pengenaan tarif di AS harus menjadi pendorong meningkatkan perdagangan dengan negara-negara lain.

"Perekonomian dunia itu 83% non-Amerika, 13% itu AS. Kita harus meningkatkan yang 83% itu," ujar Airlangga seperti yang disimak Bisnis melalui Zoom dalam paparannya di acara Sosialisasi dan Masukan Asosiasi Usaha terkait tarif timbal balik Trump, Senin (7/4/2025).

Miliarder AS Bill Ackman Kecam Kebijakan Tarif Trump

Miliarder AS Bill Ackman Kecam Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Miliarder Bill Ackman dan Stanley Druckenmiller mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk meluncurkan tarif impor global yang ekspansif, yang telah menjerumuskan pasar ke dalam kekacauan. 

Melansir Bloomberg pada Senin (7/4/2025), dalam unggahannya di X, Ackman menyebut rezim perdagangan baru tersebut sebagai sebuah "kesalahan".

"Saya sangat yakin bahwa penerapan tarif pada tanggal 9 April terhadap seluruh dunia — jauh melebihi apa yang dikenakan kepada kita — adalah sebuah kesalahan," tulis Ackman dalam sebuah posting di X. 

RI jadi Target Tarif Trump dan Perang Dagang, Prabowo: Kita Hadapi dengan Gagah!

RI jadi Target Tarif Trump dan Perang Dagang, Prabowo: Kita Hadapi dengan Gagah!

()

Bisnis.com, MAJALENGKA – Presiden Prabowo Subianto mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang, meskipun dunia tengah digoncang oleh perang dagang yang melibatkan negara-negara besar akibat kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump. 

Meskipun Indonesia turut terkena dampak dari kebijakan tarif Trump, Prabowo menilai negara ini memiliki kekuatan untuk menghadapi tantangan tersebut.

"Mungkin sudah mendengar, seluruh dunia digoncang oleh banyak masalah. Di mana-mana. Perseteruan antara negara-negara besar. Yang terakhir, perang dagang, kita juga kena. Tapi kita tenang. Kita punya kekuatan, kita juga nanti akan berunding," ujar Prabowo usai usai menghadiri agenda penyerapan pengadaan gabah perum Bulog di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025).

PM Ishiba Desak Trump Pangkas Tarif Resiprokal 24% untuk Jepang

PM Ishiba Desak Trump Pangkas Tarif Resiprokal 24% untuk Jepang

()

Bisnis.com, JAKARTA — Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menyatakan bakal terus meminta Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan tarif impor "resiprokal" terhadap Jepang.

Meskipun pemerintah Jepang telah meminta Trump untuk memangkas tarif resiprokal, namun Ishiba pesimistis bahwa permintaan itu bakal langsung dikabulkan.

"[Perubahan tarif impor Trump untuk Jepang] Tidak akan datang dalam semalam," ujar Ishiba silansir Reuters pada Senin (7/4/2025), 

PM Ishiba menyatakan bahwa pemerintah harus dapat mencari strategi agar bisa meredam imbas dari kebijakan tarif resiprokal yang dinilai kontroversial tersebut, khususnya terhadap ekonomi Negeri Sakura. 

Prabowo Siap Berunding dengan AS soal Tarif Trump 32% untuk RI

Prabowo Siap Berunding dengan AS soal Tarif Trump 32% untuk RI

()

Bisnis.com, MAJALENGKA — Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara soal kebijakakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menetapkan tarif impor dan "resiprokal" kepada berbagai negara, termasuk Indonesia. 

Meskipun Indonesia terdampak oleh kebijakan tarif yang dikenakan oleh Donald Trump, Prabowo mengaku pemerintahannya tetap tenang dan optimis.

"Seluruh dunia sedang digoncang oleh banyak masalah, termasuk perseteruan antara negara-negara besar. Perang dagang kita juga kena. Tapi kita tenang. Kita punya kekuatan dan kita akan berunding," ujarnya di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Senin (7/4/2025).

Dampak Kebijakan Tarif Trump, Wamenperin Buka Opsi Pengalihan Ekspor ke Uni Eropa

Dampak Kebijakan Tarif Trump, Wamenperin Buka Opsi Pengalihan Ekspor ke Uni Eropa

()

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza membuka kemungkinan pergeseran pasar eskpor Indonesia dari Amerika Serikat (AS) ke Uni Eropa.

Dalam sebuah pertemuan di Zoom yang disimak Bisnis, Faisol menuturkan pegeseran ini terjadi imbas dari kebijakan tarif timbal balik atau reciprocal tariff yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump.

“Beberapa asosiasi juga merespons terhadap tarif ini, kemungkinan akan ada pergeseran pasar ekspor kita, salah satunya ke Uni Eropa,” kata Faisol dalam Zoom seperti dipantau Bisnis, Senin (7/4/2025).

Trump Sebut Kebijakan Tarif Impor AS Jadi ’Obat’ untuk Ekonomi

Trump Sebut Kebijakan Tarif Impor AS Jadi ’Obat’ untuk Ekonomi

()

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa pemerintah asing harus membayar mahal jika ingin tarif tinggi yang ditetapkannya dicabut. Trump menyebut kebijakan itu sebagai ”obat pahit” yang harus ditelan, meskipun dampaknya membuat pasar global berdarah-darah.

Bursa saham Asia anjlok pada perdagangan awal Senin (7/4/2025) dan pasar saham berjangka AS dibuka turun tajam. Koreksi tersebut seiring dengan kekhawatiran investor bahwa tarif Trump dapat menyebabkan harga yang lebih tinggi, permintaan yang lebih lemah, kepercayaan yang lebih rendah, dan kemungkinan resesi global.

Dampak Tarif Trump, Goldman Sasch Naikkan Potensi Resesi AS jadi 45%

Dampak Tarif Trump, Goldman Sasch Naikkan Potensi Resesi AS jadi 45%

()

Bisnis.com, JAKARTA - Goldman Sachs telah menaikkan kemungkinan resesi Amerika Serikat (AS) menjadi 45% dalam 12 bulan atau satu tahun ke depan setelah setelah penerapan tarif impor oleh Presiden Donald Trump.

Goldman Sachs bergabung dengan bank-bank investasi lainnya dalam merevisi perkiraan mereka soal resesi ekonomi di AS menyusul kekhawatiran akan perang dagang mencengkeram pasar. 

Dilansir dari Reuters pada Senin (7/4/2025), Goldman Sachs menaikkan kemungkinan resesi ekonomi AS dalam 12 bulan ke depan atau naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 35%.

Indonesia Disandera Kebijakan Tarif Trump, AS Minta Penyesuaian TKDN

Indonesia Disandera Kebijakan Tarif Trump, AS Minta Penyesuaian TKDN

()

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) meminta Indonesia untuk menyesuaikan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN. Permintaan tersebut merupakan bagian dari negosiasi, seiring dengan masuknya Indonesia dalam daftar negara yang dikerek biaya tarifnya oleh AS.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, dalam Sosialisasi dan Masukan Asosiasi Usaha terhadap Penerapan Tarif Perdagangan Baru AS terhadap Negara Mitra, sebagaimana dipantau Bisnis melalui Zoom, Senin (7/4/2025).

“Mengenai TKDN, permintaan pemerintah AS untuk menyesuaikan TKDN,” kata Faisol, Senin (7/4/2025).

Menpar Sebut Pariwisata Jadi Alat Pertahanan Ekonomi di Tengah Kebijakan Tarif Trump

Menpar Sebut Pariwisata Jadi Alat Pertahanan Ekonomi di Tengah Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebut sektor pariwisata dapat menjadi alat pertahanan ekonomi nasional dalam menghadapi kebijakan fair reciprocal plan atau tarif imbal balik yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan, sektor pariwisata merupakan bentuk ekspor jasa yang tidak terganggu oleh kebijakan tarif dagang AS.

“Ketika ekspor barang terkena tarif tinggi, kita harus melihat sektor lain yang bisa menjadi penyeimbang. Pariwisata adalah bentuk ekspor jasa yang tidak terganggu oleh kebijakan tarif dagang,” kata Widiyanti dalam keterangannya, dikutip Senin (7/4/2025).

Saham Global Anjlok Imbas Tarif Trump, China: Pasar Telah Berbicara

Saham Global Anjlok Imbas Tarif Trump, China: Pasar Telah Berbicara

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah China mengungkapkan pasar saham global anjlok akibat dari kebijakan tarif resiprokal yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

Dilansir Channel News Asia dikutip Senin (7/5/2025), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyampaikan bahwa pasar telah merespons kebijakan Trump tersebut.

"Pasar telah berbicara," ujar Guo Jiakun.

Guo juga menuturkan bahwa respons pasar tersebut itu berkaitan dengan tindakan balasan China dan pernyataan Trump yang menyatakan tidak akan mengubah kebijakan tarif tersebut.

Para Pemimpin Negara yang Sigap Respons Tarif Trump, Bagaimana Indonesia?

Para Pemimpin Negara yang Sigap Respons Tarif Trump, Bagaimana Indonesia?

()

Para Pemimpin Negara yang Sigap Respons Tarif Trump, Bagaimana Indonesia?

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah negara dari China hingga Uni Eropa telah merespons kebijakan tarif impor yang ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pekan lalu, Kementerian Keuangan China menyatakan akan mengenakan tarif balasan untuk semua produk AS mulai 10 April 2025. Dilansir Reuters pada Jumat (4/4/2025), Negeri Panda ini berencana mengenakan tarif tambahan sebesar 34% untuk semua produk asal AS.

Rupiah Dekati Level Rp17.000 per Dolar AS di Pasar NDF pada Awal Pekan Ini

Rupiah Dekati Level Rp17.000 per Dolar AS di Pasar NDF pada Awal Pekan Ini

()

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin (7/4/2025). Rupiah kembali mendekati level Rp17.000 per dolar AS. 

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (7/4/2025) hingga pukul 10.00 WIB, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) yang diperdagangkan di pasar luar negeri merosot 288 poin atau 1,73% ke level Rp16.940,5 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau naik 0,05% ke level 103,07.

Bursa Jepang Memerah Akibat Tarif Trump, Indeks Topix dan Nikkei Terjun Bebas

Bursa Jepang Memerah Akibat Tarif Trump, Indeks Topix dan Nikkei Terjun Bebas

()

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Jepang anjlok pada awal pekan ini sebagai reaksi pasar atas pemberlakuan tarif impor dari Amerika Serikat ke sejumlah negara mitra. Indeks Nikkei dan Topix anjlok sementara yen terpantau reli.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix sempat ambrol hingga 9,6% atau ke level terendahnya sejak Agustus 2024. Sementara itu, saham blue chip di indeks Nikkei terjun bebas ke level paling bawah sejak Oktober 2023.

Selain Jepang, indeks saham di bursa Asia lainnya juga terpantau loyo. Indeks Hang Seng di Hong Kong tergerus 9,3% dan indeks Shanghai Composite di China jatuh 4,5%. Sementara itu, bursa Taiwan mengalami kejatuhan paling parah dengan penurunan hampir 10%.

Taiwan Putuskan Tak Balas Tarif AS, Siap Kucurkan Investasi Besar-besaran

Taiwan Putuskan Tak Balas Tarif AS, Siap Kucurkan Investasi Besar-besaran

()

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Taiwan Lai Ching-te menyatakan kesiapan negaranya untuk membuka pembicaraan dagang dengan Amerika Serikat dengan tawaran nol tarif.

Alih-alih membalas kebijakan tarif AS dengan langkah serupa, Lai memilih jalur damai dengan menghapus hambatan dagang demi memperkuat hubungan ekonomi dan meningkatkan investasi Taiwan di negeri Paman Sam.

Langkah ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan kebijakan tarif impor secara luas, termasuk bagi Taiwan yang saat ini menikmati surplus perdagangan besar dengan AS dan menghadapi tarif hingga 32% atas produknya.

Ramalan Nasib Bitcoin Cs Setelah Trump Terapkan Tarif Impor

Ramalan Nasib Bitcoin Cs Setelah Trump Terapkan Tarif Impor

()

Bisnis.com, JAKARTA — Harga aset kripto seperti Bitcoin melorot tajam imbas kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump. 

Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin pada perdagangan hari ini Senin (7/4/2025) turun 5,92% dalam 24 jam terakhir ke level US$77.407 per koin. Harga Bitcoin sudah turun 7,18% dalam sepekan perdagangan terakhir.

Kemudian, harga Ethereum turun 12,92% ke level US$1.570,65 per koin pada perdagangan hari ini. Harga Ethereum juga ambles 13,07% dalam sepekan.

Pasar Saham AS Diproyeksi Lanjut Merosot Pekan Ini, SP Futures Anjlok

Pasar Saham AS Diproyeksi Lanjut Merosot Pekan Ini, SP Futures Anjlok

()

Bisnis.com, JAKARTA— Sejumlah perusahaan investasi melakukan pemangkasan peringkat terhadap pasar saham Amerika Serikat di tengah memanasnya genderang perang tarif yang ditabuh oleh Presiden AS Donald Trump dengan negara-negara mitra dagang. 

Berdasarkan catatan Bloomberg, downgrade terhadap target pasar saham AS pada 2025 dilakukan oleh Evercore ISI,  RBC Capital Markets, Goldman Sachs Group Inc., Barclays, dan Yardeni Research. Langkah itu dilakukan akibat ketidakpastian yang muncul dari kebijakan tarif impor AS. 

Michael Purves, CEO Tallbacken Capital Advisors, mengatakan pihaknya terlalu bullish terhadap pasar saham pada tahun ini. Menurutnya, pandangan itu belum menghitung risiko penurunan laba, margin korporasi, kenaikan inflasi, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang muncul saat ini. 

Ikuti Jejak China dan Kanada, Uni Eropa Siap Bersatu Balas Tarif Trump

Ikuti Jejak China dan Kanada, Uni Eropa Siap Bersatu Balas Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Negara-negara Uni Eropa dikabarkan akan bersatu dengan membuat front persatuan dalam beberapa hari mendatang untuk melawan tarif impor yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump.

Uni Eropa kemungkinan akan menyetujui serangkaian tindakan balasan yang ditargetkan untuk impor AS senilai $28 miliar, mulai dari benang gigi (dental floss) hingga berlian.

Jika hal tersebut terjadi maka Uni Eropa akan bergabung dengan China dan Kanada dalam memberlakukan tarif pembalasan terhadap AS dalam eskalasi awal yang dikhawatirkan beberapa pihak akan menjadi perang dagang global, membuat barang-barang menjadi lebih mahal bagi miliaran konsumen dan mendorong ekonomi di seluruh dunia ke dalam resesi.

Atur Strategi Pelaku Industri Hadapi Kebijakan Tarif Trump

Atur Strategi Pelaku Industri Hadapi Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Kebijakan tarif resiprokal atau imbal balik yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam stabilitas sektor manufaktur Indonesia.

Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional dan menjaga daya tahan ekonomi dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun bakal memanggil pelaku industri untuk membahas tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump pada hari ini, Senin (7/4/2025).

Airlangga mengatakan bahwa pertemuan itu merupakan wadah bagi pelaku usaha yang ingin memberikan masukan terhadap pemerintah terkait kebijakan AS tersebut.

Harga Minyak WTI Anjlok ke Bawah US$60 per Barel Terimbas Produksi OPEC+ dan Tarif Trump

Harga Minyak WTI Anjlok ke Bawah US$60 per Barel Terimbas Produksi OPEC+ dan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak mentah di pasar komoditas global terus anjlok pada perdagangan Senin (7/4/2025) setelah memanasnya perang dagang dan keputusan Arab Saudi memangkas harga minyak mereka. 

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (7/4/2025) hingga pukul 06.30 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) anjlok ke level di bawah US$60 per barel. 

Minyak WTI turun 2,21 poin atau 3,57% ke posisi US$59,78 per barel. Sementara itu, minyak Brent merosot 2,21 poin atau 3,37% ke level US$63,37 per barel.