Donald Trump

Penjualan Wine Italia ke AS Makin Suram Buntut Kebijakan Tarif Trump

Penjualan Wine Italia ke AS Makin Suram Buntut Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pengusaha mengungkapkan prospek penjualan wine Italia ke Amerika Serikat (AS) semakin suram imbas penerapan tarif impor atau tarif resiprokal 20% kepada Uni Eropa (UE).

Dengan kata lain, penjualan Prosecco, Brunello di Montalcino, dan anggur Italia lainnya terancam.

Produsen Italia dan importir AS mengatakan bahwa kebijakan resiprokal oleh Presiden AS Donald Trump bisa memukul bisnis mereka.

Padahal, Italia mengekspor lebih banyak wine ke AS daripada negara lain mana pun. Tahun lalu, negara itu menjual anggur, minuman beralkohol, dan cuka senilai 2 miliar euro ke pasar AS.

Lebih dari 50 Negara Minta Negosiasi Tarif Trump ke Gedung Putih, Ada Indonesia?

Lebih dari 50 Negara Minta Negosiasi Tarif Trump ke Gedung Putih, Ada Indonesia?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Penasihat Donald Trump menyatakan bahwa lebih dari 50 negara telah menghubungi Gedung Putih untuk memulai perundingan atas tarif impor Trump.

Dilansir dari Reuters, hal tersebut disampaikan oleh Direktur Dewan Ekonomi Nasional Amerika Serikat (AS) Kevin Hasset dalam wawancara dengan ABC News pada Minggu (6/4/2025).

Hasset membantah bahwa kebijakan tarif impor dari Presiden AS Donald Trump sebagai cara tidak langsung untuk menekan bank sentral, yakni Federal Reserve alias The Fed, agar memangkas suku bunga.

Investor Ancang-Ancang Pasar Saham China Jeblok pada Senin Kelabu

Investor Ancang-Ancang Pasar Saham China Jeblok pada Senin Kelabu

()

Bisnis.com, JAKARTA — Investor China bersiap untuk menghadapi perdagangan saham yang suram pada Senin (7/4/2025) setelah kembali dari masa libur akhir pekan. Balasan China atas kebijakan tarif impor Amerika Serikat diproyeksikan membuat pasar terguncang.

Dilansir dari Bloomberg, indeks saham China yang terdaftar di AS telah anjlok 8,9% pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (4/4/2025). Penurunan tersebut menjadi yang terbesar sejak Oktober 2022.

Penurunan yang sama besarnya terjadi pada saham lokal yang dapat membuat beberapa indeks saham China, seperti Hang Seng China Enterprises Index mengalami koreksi teknis, dan dalam beberapa kasus mendekati kondisi pasar yang melemah. Kondisi tersebut akan mengakhiri pemulihan yang baru menggeliat.

25% Ekspor Batam Menuju ke AS, BP Batam Putar Otak

25% Ekspor Batam Menuju ke AS, BP Batam Putar Otak

()

Bisnis.com, BATAM — Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mengantisipasi dampak dari pemberlakuan tarif timbal balik Presiden Amerika Serikat Donald  Trump. 25% Ekspor Batam saat ini menuju ke negeri Paman Sam. 

Indonesia termasuk dalam negara yang terkena kebijakan tarif timbal balik sebesar 32%, yang diprediksi akan memberikan tekanan berat pada perekonomian Batam.

Deputi Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis mengatakan pemberlakuan tarif sebesar 32% untuk barang impor-ekspor tentu menjadi kendala bagi neraca perdagangan Indonesia khususnya Batam.

Bahas Tarif Impor Trump, Airlangga Bakal Panggil Pelaku Industri Besok

Bahas Tarif Impor Trump, Airlangga Bakal Panggil Pelaku Industri Besok

()

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bakal memanggil pelaku industri untuk membahas tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump besok, Senin (7/4/2025).

Airlangga mengatakan bahwa pertemuan itu merupakan wadah bagi pelaku usaha yang ingin memberikan masukan terhadap pemerintah terkait kebijakan AS tersebut.

“Besok seluruh industri akan diundang untuk mendapatkan masukan terkait dengan ekspor mereka dan juga terkait dengan hal-hal yang perlu kita jaga terutama sektor padat karya,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Minggu (6/4/2025).

AS Kasih Tenggat hingga 9 April ke RI untuk Negosiasi Kebijakan Tarif Trump

AS Kasih Tenggat hingga 9 April ke RI untuk Negosiasi Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengaku telah ditenggat untuk mengungkap langkah Indonesia terkait dengan kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat hingga Rabu (9/4/2025).

Airlangga menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih terus berkomunikasi dengan United States Trade Representative (USTR), U.S. Chamber of Commerce, dan negara mitra lainnya untuk membahas persoalan tersebut.

"Kita dikenakan waktu yang sangat singkat, yaitu 9 April, diminta untuk merespons. Indonesia menyiapkan rencana aksi dengan memperhatikan beberapa hal, termasuk impor dan investasi dari Amerika Serikat,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Minggu (6/4/2025).

Pengusaha Pulp dan Kertas RI Cemas Daya Saing Anjlok Imbas Tarif Trump

Pengusaha Pulp dan Kertas RI Cemas Daya Saing Anjlok Imbas Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mengkhawatirkan penurunan daya saing produk kertas lokal akibat kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menerapkan tarif Bea Masuk Impor (BMI) ke AS sebesar 32% untuk barang asal Indonesia. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor kertas (kode HS 48) ke AS sebesar US$425 juta pada 2024 atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$318,90 juta. 

Ketua Umum APKI, Liana Bratasida mengatakan pihaknya tengah menyoroti dampak kebijakan tarif tinggi ke AS tersebut terhadap kinerja ekspor sektor pulp dan kertas. Dia meyakini kebijakan tersebut sangat berpotensi melemahkan daya saing industri pulp dan kertas Indonesia. 

BEI Imbau Investor Tetap Tenang meski IHSG Diprediksi Volatil Akibat Tarif Trump

BEI Imbau Investor Tetap Tenang meski IHSG Diprediksi Volatil Akibat Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — (Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami tekanan pada perdagangan pekan depan setelah libur Lebaran disebabkan oleh faktor global, yakni kebijakan tarif impor AS. Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai agar investor tidak perlu panik.

Sebagaimana diketahui, tarif impor AS telah resmi diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada Rabu (2/4/2025), waktu setempat. Seluruh negara diganjar tarif impor 10%, sedangkan beberapa negara turut dikenakan tarif resiprokal (reciprocal tariffs) lebih tinggi berdasarkan hambatan perdagangan dengan AS.

Prospek IHSG Pekan Depan Pasca Libur Lebaran, Kena Hantam Tarif Impor Trump?

Prospek IHSG Pekan Depan Pasca Libur Lebaran, Kena Hantam Tarif Impor Trump?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami tekanan pada perdagangan pekan depan setelah libur lebaran. Tekanan datang dari global, seiring dengan telah diresmikannya kebijakan tarif impor AS oleh Presiden Donald Trump. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengalami penguatan 0,59% ke level 6.510,62 pada perdagangan sebelum libur Lebaran, Kamis (27/3/2025). Namun, IHSG mengalami pelemahan 8,04% sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) atau sepanjang kuartal I/2025.

Pemicu Nilai Rupiah Ambrol ke Rp17.006 per Dolar AS di Pasar NDF

Pemicu Nilai Rupiah Ambrol ke Rp17.006 per Dolar AS di Pasar NDF

()

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah hingga Rp17.006 pada pasar Non-Deliverable Forward (NDF). Pelemahan rupiah ini seiring dengan kebijakan tarif yang diberlakukan Trump.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pemerintah Indonesia ingin melakukan negosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat mengenai tarif tersebut.

"Seharusnya Indonesia melakukan perlawanan terhadap bea impor yang diterapkan AS. Hampir semua negara melakukan perlawanan," kata Ibrahim, Sabtu (5/4/2025).

Dia melanjutkan, dengan kondisi tersebut, Pemerintah Indonesia melakukan negosiasi ulang dengan pemerintahan Trump alih-alih memberikan tarif balasan. Ibrahim menilai negosiasi ini tidak akan tercapai.

Deretan Saham Bank di Bursa AS Rontok Imbas Kebijakan Tarif Trump

Deretan Saham Bank di Bursa AS Rontok Imbas Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah saham perbankan di Bursa AS jeblok setelah kebijakan tarif impor diresmikan oleh Presiden Donald Trump. Jebloknya saham perbankan AS didorong oleh kekhawatiran lesunya ekonomi global dan ancaman resesi akibat kebijakan tarif Trump.

Dilansir dari Reuters, indeks saham perbankan di Nasdaq atau KBW Bank Index (BKX) mencatatkan kinerja jeblok hampir turun 10% pada penutupan perdagangan Kamis (3/4/2025) sehari setelah Trump meresmikan kebijakan tarifnya.

Pelemahan indeks saham perbankan AS itu menjadi paling jeblok sejak krisis perbankan di AS pada Maret 2023. Saat itu, indeks saham perbankan di AS runtuh 11% karena gejolak akibat gagalnya sejumlah bank, seperti Silicon Valley Bank dan Signature Bank.

Harga Minyak Ambles 7% usai China Umumkan Tarif Balasan

Harga Minyak Ambles 7% usai China Umumkan Tarif Balasan

()

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak global anjlok 7% pada perdagangan Jumat  (4/4/2025) ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun setelah China mengumumkan tarif balasan terhadap barang-barang asal Amerika Serikat.

Langkah ini memanaskan kembali perang dagang yang kian membayangi prospek ekonomi global dan meningkatkan kekhawatiran resesi di kalangan investor.

Melansir Reuters, Sabtu (5/4/2025), harga minyak mentah Brent anjlok US$4,56 atau 6,5% ke level US$65,58 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah US$4,96 atau 7,4%, ke US$61,99.

Tarif Trump Bikin Perang Dagang Makin Membara, Wall Street Terjun Bebas

Tarif Trump Bikin Perang Dagang Makin Membara, Wall Street Terjun Bebas

()

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street kembali terguncang untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat (4/4/2025), dengan indeks Nasdaq Composite masuk ke wilayah pasar bearish di tengah meningkatnya tensi perang dagang global.

Melansir Reuters, Sabtu (5/4/2025), indeks Nasdaq terjun 962,82 poin atau 5,82% ke level 15.587,79—resmi masuk pasar bearish dari rekor tertingginya 20.173,89 pada 16 Desember.

Sementara itu, indeks Dow Jones juga anjlok 2.231,07 poin atau 5,50% ke 38.314,86, mengonfirmasi koreksi dari puncak Desember lalu. S&P 500 tergelincir 322,44 poin atau 5,97% dan menutup pekan di 5.074,08, level terendah dalam 11 bulan terakhir.

Efek Tarif Trump, Pertumbuhan Ekonomi RI Sulit Capai 5%

Efek Tarif Trump, Pertumbuhan Ekonomi RI Sulit Capai 5%

()

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan sulit mencapai level 5% akibat pengenaan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Indonesia.

Sebagaimana diketahui, tarif impor tersebut resmi diumumkan oleh Trump, Rabu (2/4/2025), waktu setempat. Seluruh negara diganjar tarif impor 10%, sedangkan beberapa negara seperti Indonesia turut dikenakan tarif resiprokal (reciprocal tariffs) lebih tinggi berdasarkan hambatan perdagangan dengan AS. Adapun, Indonesia dikenakan tarif impor bea masuk perdagangan sebesar 32%.

Harga Emas Terkoreksi Usai Pengumuman Tarif Trump Picu Aksi Jual Investor

Harga Emas Terkoreksi Usai Pengumuman Tarif Trump Picu Aksi Jual Investor

()

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas global terkoreksi usai pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengenakan tarif dasar 10% untuk semua produk impor ke AS dan bea masuk yang lebih tinggi untuk belasan mitra dagang terbesar di negara tersebut untuk mengurangi defisit.

Mengacu data Bloomberg pada Jumat (4/4/2025) pukul 10.50 WIB harga emas berjangka Comex kontrak Juni 2025 turun 0,27% atau 8,5 poin ke US$3.113,2 per troy ounce. 

Sementara itu, harga emas spot juga melemah sebesar 0,66% atau 20,41 poin ke US$3.094,9 per troy ounce.

Pasar Cerna Efek Tarif Trump, Dolar AS Melemah

Pasar Cerna Efek Tarif Trump, Dolar AS Melemah

()

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat (AS) melemah saat para pelaku pasar mencerna dampak kebijakan tarif baru Presiden Donald Trump yang memicu kekhawatiran global.

Melansir Reuters, Jumat (4/4/2025), setelah sempat terpukul ke level terendah terhadap euro dan pound dalam enam bulan terakhir, dolar AS berusaha bangkit namun tetap bergerak hati-hati.

Sorotan kini tertuju pada data tenaga kerja AS yang dirilis hari ini, yang akan memberikan gambaran penting mengenai kekuatan ekonomi dan arah kebijakan suku bunga ke depan.

Minyak Mentah Anjlok Akibat Kejutan Kenaikan Produksi OPEC+ dan Tarif Trump

Minyak Mentah Anjlok Akibat Kejutan Kenaikan Produksi OPEC+ dan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah kembali terpuruk setelah kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump dan keputusan OPEC+ untuk menaikkan produksi lebih cepat dari rencana awal memicu gejolak pasar terbesar sejak 2022.

Melansir Bloomberg, Jumat (4/4/2025), harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni melemah 0,2% menjadi US$70,01 per barel pada pukul 07.26 WIB. Adapun harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei melemah 0,2% ke level US$66,80 per barel.

Wall Street Jeblok Imbas Sentimen Tarif Trump, Saham Apple Anjlok

Wall Street Jeblok Imbas Sentimen Tarif Trump, Saham Apple Anjlok

()

Bisnis.com, JAKARTA — Wall Street merosot tajam pada akhir perdagangan Kamis (3/4/2025) waktu setempat terimbas sentimen pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang tarif impor terhadap mitra dagang AS. 

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 anjlok 4,9%, Nasdaq 100 jeblok 5,5%, dan Dow Jones Industrial Average merosot 3,98% pada perdagangan kemarin. Penurunan indeks S&P 500 dan Nasdaq merupakan yang paling dalam sejak 2020. 

Mary Ann Bartels dari Sanctuary Wealth mengatakan apabila kebijakan tarif Trump tetap berjalan, ekonomi akan mengalami perlambatan. 

Indeks Dow Jones  Nasdaq Menguat, Bursa Asia Berguguran Diterpa Kebijakan Trump

Indeks Dow Jones Nasdaq Menguat, Bursa Asia Berguguran Diterpa Kebijakan Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Dow Jones dan Nasdaq terpantau menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor baru untuk mitra dagangnya pada Rabu sore (2/4/2025) waktu setempat. Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia berguguran.

Berdasarkan data RTI Infokom, Kamis (3/4/2025), Indeks Dow Jones menguat 0,56% menuju level 42.225,32 dan Nasdaq mencatat kenaikan sebesar 0,87% ke 17.601,05. 

Sementara itu, bursa Asia kompak memerah. Nikkei 225 Index misalnya, melemah 2,77% menjadi 34.735,89. Adapun Hang Seng Index di Hong Kong melemah 1,52%, Shanghai Composite Index turun 0,24% dan Strait Times melemah 0,30%. 

Analis Beberkan Dampak Kebijakan Tarif Impor Trump ke Indonesia

Analis Beberkan Dampak Kebijakan Tarif Impor Trump ke Indonesia

()

Bisnis.com, JAKARTA - Phintraco Sekuritas mengungkapkan dampak jangka pendek yang akan membayangi Indonesia setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan tarif impor 32%. 

Trump diketahui telah mengumumkan kebijakan tarif resiprokal yang berdampak signifikan bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia. Dalam kebijakan tersebut, produk non-migas Indonesia kini dikenakan tarif sebesar 32% saat memasuki pasar AS.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan bahwa berdasarkan data perdagangan, surplus perdagangan non-migas Indonesia dengan AS mencapai US$2,55 miliar selama Januari-Februari 2025. 

Trump Umumkan Tarif Impor, Indeks Dolar AS Jeblok

Trump Umumkan Tarif Impor, Indeks Dolar AS Jeblok

()

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks dolar Amerika Serikat merosot pada Kamis (3/4/2025) setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor terhadap mitra dagang AS di seluruh dunia.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 16.00 WIB, indeks dolar AS spot (DXY) merosot 1,6 poin atau 1,55% ke posisi 102,2030. 

Indikator nilai tukar dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama itu melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor minimal 10% terhadap mitra dagang AS. Pengumuman itu dilakukan Trump dalam sebuah acara di Rose Garden, Gedung Putih pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat. 

Di Pasar NDF, Rupiah Merosot ke Level Rp16.744 per Dolar AS Imbas Tarif Trump

Di Pasar NDF, Rupiah Merosot ke Level Rp16.744 per Dolar AS Imbas Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif impor terhadap mitra dagang AS di seluruh dunia.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (3/4/2025) hingga pukul 13.50 WIB, rupiah melemah 32 poin atau 0,19% ke level Rp16.744,5 per dolar AS di pasar non-deliverable forward (NDF). 

Pada saat yang sama, indeks dolar AS (dolar index spot/DXY) merosot 1,02% ke posisi 102,7520. 

Sebelum libur Lebaran, rupiah menguat 0,15% atau 25,5 poin ke Rp16.562 terhadap dolar AS pada Jumat (27/3/2025). Pada saat yang sama, indeks dolar AS melemah 0,07% ke level 104.474.

Pasar Saham Asean Bergejolak Imbas Kebijakan Tarif Trump, IHSG Aman?

Pasar Saham Asean Bergejolak Imbas Kebijakan Tarif Trump, IHSG Aman?

()

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham dan mata uang Asia Tenggara terguncang setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan kebijakan tarif impor terhadap sejumlah negara, seperti Vietnam, Thailand, hingga Indonesia. 

Melansir Bloomberg, Kamis (3/4/2025), indeks saham utama Vietnam turun hingga 6,2%. Angka tersebut menjadi penurunan harian terbesar selama lebih dari empat tahun. Saham di Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura juga mencatat pelemahan. 

Sementara itu, nilai tukar baht Thailand melemah hingga 0,8% terhadap dolar AS, diikuti oleh dong Vietnam dan ringgit Malaysia yang juga terdepresiasi.

Bursa Asia Mayoritas Memerah Usai Trump Umumkan Tarif Impor AS

Bursa Asia Mayoritas Memerah Usai Trump Umumkan Tarif Impor AS

()

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa saham Asia memerah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif impor terhadap mitra dagang AS di seluruh dunia.

Berdasarkan data Bloomberg pada awal perdagangan Kamis (3/4/2025), indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 3,23%, Shanghai Composite China turun 0,56%, Hang Seng Index Hong Kong merosot 2,08%, Kospi Index Korea Selatan melemah 1,55%, dan All Ordinary Index Australia turun 1,28%. 

Di kawasan Asia Tenggara, indeks FTSE Bursa Malaysia KLCI turun tipis 0,36%, Strait Times Index STI -0,55%, dan PSEi Filipina turun 0,87%. 

Trump Umumkan Tarif Impor, Harga Minyak Mentah Jatuh

Trump Umumkan Tarif Impor, Harga Minyak Mentah Jatuh

()

Bisnis.com, JAKARTA— Harga minyak mentah di pasar komoditas global anjlok setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif impor terhadap mitra dagang AS di seluruh dunia.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (3/4/2025) hingga pukul 07.20 WIB, harga minyak mentah jenis Brent anjlok 2,31 poin atau 3,08% ke posisi US$72,64 per barel. 

Pada saat yang sama, harga minyak mentah WTI merosot 2,3 poin atau 3,21% ke posisi US$69,41 per barel. 

Tak hanya minyak, harga RBOB Gasoline juga anjlok 3,78% menjadi US$224,29 sen per galon dan harga gas alam di bursa Nymex merosot 1,68% ke level US$3,99 per MMBtu. 

Emas Spot dan Comex Kompak Melonjak Setelah Trump Umumkan Tarif Impor AS

Emas Spot dan Comex Kompak Melonjak Setelah Trump Umumkan Tarif Impor AS

()

Bisnis.com, JAKARTA— Harga emas di pasar komoditas global melonjak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif impor terhadap mitra dagang AS di seluruh dunia.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (3/4/2025) hingga pukul 06.30 WIB, harga emas spot menguat 23,93% atau 0,76% ke level US$3.159,22 per ons. Sepanjang tahun berjalan 2025, emas sudah melonjak sekitar 19%. 

Pada saat yang sama, emas Comex naik 17,1 poin atau 0,54% ke posisi US$3.183,3 per ons. 

Harga Bitcoin Cs Anjlok Jelang Pengumuman Tarif Impor Trump Rabu (2/4)

Harga Bitcoin Cs Anjlok Jelang Pengumuman Tarif Impor Trump Rabu (2/4)

()

Bisnis.com, JAKARTA – Harga sejumlah aset kripto seperti Bitcoin melorot seiring dengan ancang-ancang penandatanganan perintah penerapan tarif 25% pada impor mobil oleh Presiden AS Donald Trump hari ini, Rabu (2/4/2025). Kebijakan tarif impor Trump itu dinilai semakin memperluas perang dagang.

Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin menyentuh level US$85.897 per koin pada perdagangan hari ini, Rabu (2/4/2025), turun 2,04% dalam sepekan jelang bergulirnya kebijakan tarif Trump. Harga Bitcoin pun turun 8,07% dalam sebulan.

Trump Umumkan Tarif Baru bagi Semua Negara

Trump Umumkan Tarif Baru bagi Semua Negara

()

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Minggu (30/3/2025) bahwa tarif baru akan dikenakan kepada semua negara.

Dalam rencananya, Trump menjanjikan "Hari Pembebasan" pada 2 April, di mana ia akan mengumumkan pungutan timbal balik untuk mengatasi praktik perdagangan yang dianggap tidak adil oleh pemerintahannya.

"Anda akan mulai dengan semua negara, jadi mari kita lihat apa yang terjadi," ujar Trump kepada wartawan di dalam Air Force One.

Pernyataan ini menunjukkan, harapan untuk pengurangan pungutan atau penargetan kelompok tertentu dengan ketidakseimbangan perdagangan tampaknya akan pupus.