Gems

Golden Energy (GEMS) Cairkan Dividen Interim Rp1,43 Triliun Hari Ini

Golden Energy (GEMS) Cairkan Dividen Interim Rp1,43 Triliun Hari Ini

()

Bisnis.com, JAKARTA — PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) dijadwalkan membagi dividen interim kepada para investor sebesar US$90 juta atau setara Rp1,43 triliun pada hari ini, Selasa (17/14/2023).

Dividen interim GEMS akan dibagikan kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham, atau pemegang saham pada subrekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 10 Desember 2024.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dividen GEMS telah mengalami cum date di pasar reguler dan negosiasi pada 6 Desember 2024. Selanjutnya, tanggal ex dividen di pasar reguler dan negosiasi adalah pada 9 Desembar 2024.

Siap-Siap Cek Rekening, 10 Emiten Bayar Dividen Pekan Depan, Ada GEMS, UNVR hingga BREN

Siap-Siap Cek Rekening, 10 Emiten Bayar Dividen Pekan Depan, Ada GEMS, UNVR hingga BREN

()

Bisnis.com, JAKARTA — Tercatat 10 emiten dijadwalkan akan membayarkan dividen interim kepada para investor pada pekan depan, periode 16 hingga 20 Desember 2024. Emiten-emiten tersebut termasuk di antaranya GEMS, UNVR hingga BREN.

Melansir data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dua emiten akan membayar dividen pada 16 Desember 2024 yakni, PT PAM Mineral Tbk. (NICL) dan PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (MCOL).

Adapun, PAM Mineral akan menebar dividen kepada para investor senilai Rp9 per saham, sementara MCOL akan mengguyur dividen sebesar Rp110 per saham.

Golden Energy Mines (GEMS) Proyeksi Harga Batu Bara Stabil pada 2025

Golden Energy Mines (GEMS) Proyeksi Harga Batu Bara Stabil pada 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara Grup Sinarmas PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) memproyeksikan harga batu bara masih akan stabil pada tahun 2025.

Direktur Golden Energy Mines Suhendra menjelaskan dengan jumlah cadangan relatif melimpah, batu bara masih menjadi salah satu penopang untuk sumber energi di Indonesia, baik untuk ketenagalistrikan maupun untuk industri lainnya.

"Meskipun semakin gencar tuntutan transisi dari fosil ke energi terbarukan, permintaan batu bara, baik domestik maupun ekspor, diperkirakan masih cukup tinggi pada tahun 2025," kata Suhendra, Kamis (5/12/2024).