&lt;?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0"><channel><title>SwaraFakta - Baca berita terbaru hari ini</title><link>https://swarafakta.my.id/</link><description>SwaraFakta - Berita hukum, politik, ekonomi indonesia terbaru</description><generator>Hugo -- https://gohugo.io/</generator><lastBuildDate>Sun, 13 Apr 2025 07:20:06 WITA</lastBuildDate><language>id</language><item><title>Guru Besar UGM Lecehkan Mahasiswi, Puan: Pelaku Harus Dihukum Berat</title><link>https://swarafakta.my.id/berita/guru-besar-ugm-lecehkan-mahasiswi-puan-pelaku-harus-dihukum-berat-4a250/</link><pubDate>Wed, 09 Apr 2025 03:33:45 UTC</pubDate><guid>https://swarafakta.my.id/berita/guru-besar-ugm-lecehkan-mahasiswi-puan-pelaku-harus-dihukum-berat-4a250/</guid><media:content url="https://asset.kompas.com/crops/CqCxHkalajfiXy-fYDW9MsjBLhk=/0x0:0x0/1200x800/data/photo/2025/04/01/67eb4f00cbb28.jpg" medium="image"/><description><p>JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan tidak boleh ada toleransi bagi praktik kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, termasuk di kampus.</p><p>Ketua DPP PDI-P ini pun mendorong agar pelaku pelecehan seksual mendapat hukuman berat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).</p><p>“Tidak boleh ada sedikit pun toleransi terhadap kekerasan seksual di dunia pendidikan. Pelaku kekerasan seksual harus dihukum seberat-beratnya,” kata Puan, dalam keterangannya, Rabu (9/4/2025).</p></description></item></channel></rss>