IHSG

Daftar 10 Top Gainers Sepekan saat IHSG Merosot, Ada CENT, WIFI hingga ARCI

Daftar 10 Top Gainers Sepekan saat IHSG Merosot, Ada CENT, WIFI hingga ARCI

()

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah saham melonjak signifikan dan masuk daftar top gainers selama sepekan periode 8-11 April 2025. Saham CENT, WIFI hingga ARCI masuk dalam daftar tersebut.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam sepekan perdagangan, posisi pertama saham dengan kenaikan tertinggi adalah PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. (CENT). Harga saham CENT naik 63,64% atau berubah 28 poin selama sepekan dari Rp44 menjadi Rp72 per saham.

Posisi CENT disusul oleh PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk. (OBAT) yang pekan ini mengakhiri perdagangan pada harga Rp685 per saham, naik 34,31% atau 175 poin dari harga penutupan pekan lalu Rp510 per saham.

Daftar 10 Top Losers Pekan Ini, Saham YUPI, FILM hingga NFCX Berguguran

Daftar 10 Top Losers Pekan Ini, Saham YUPI, FILM hingga NFCX Berguguran

()

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah saham membukukan penurunan harga secara signifikan dan menghuni jajaran top losers sepanjang sepekan perdagangan periode 8—11 April 2025. Saham YUPI, FILM hingga NFCX masuk daftar tersebut.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), selama sepekan perdagangan, saham dengan penurunan terdalam di posisi pertama adalah PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk. (YUPI). Harga saham YUPI turun 37,45% atau 895 poin selama sepekan dari Rp2.390 per saham menjadi Rp1.495 per saham. 

Diwarnai Trading Halt, IHSG Anjlok 3,82% Sepekan, Asing Net Sell Rp35,86 Triliun

Diwarnai Trading Halt, IHSG Anjlok 3,82% Sepekan, Asing Net Sell Rp35,86 Triliun

()

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sepekan periode 8-11 April 2025 mengalami tekanan, hingga hingga BEI sempat memberlakukan pembekuan perdagangan sementara alias trading halt pada perdagangan perdana usai libur Lebaran Idulfitri 1446 H.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan IHSG selama sepekan ditutup mengalami pelemahan 3,82% pada posisi 6.262,22 dari 6.510,62 pada pekan sebelumnya.

Adapun, kapitalisasi pasar Bursa juga tercatat mengalami penurunan sebesar 3,88% menjadi Rp10.695 triliun dari Rp11.126 triliun pada pekan sebelumnya.

Ada 21 Emiten Rancang Buyback Tanpa RUPS, IHSG Bisa Rebound?

Ada 21 Emiten Rancang Buyback Tanpa RUPS, IHSG Bisa Rebound?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 21 emiten merancang pembelian kembali atau buyback saham tanpa RUPS. Lalu, apakah aksi ini dapat mendorong penguatan IHSG?

Analis dan VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi berpandangan aksi buyback belum sepenuhnya mendorong penguatan harga saham di pasar. 

"Seperti dari big bank, BBRI melakukan buyback Rp3 triliun hingga saat ini harga saham masih bergerak melemah sekitar 5%. Lalu BMRI buyback sebesar Rp1,17 triliun dan harga masih cenderung stagnan," ujar Audi, Jumat (11/4/2025). 

Ramai Emiten Buyback Tanpa RUPS, Bisa Jadi Panasea IHSG Jangka Pendek

Ramai Emiten Buyback Tanpa RUPS, Bisa Jadi Panasea IHSG Jangka Pendek

()

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan sebanyak 21 emiten telah mengumumkan untuk melakukan buyback tanpa RUPS hingga hari ini, Jumat (11/4/2025). Analis menilai aksi buyback itu bisa menjaga IHSG dalam jangka pendek.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan dalam buyback ini investor juga harus melihat seberapa lama aksi buyback ini dapat dilakukan.

"Hal ini penting, karena situasi dan kondisi yang ada saat ini mungkin akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa pulih karena penuh dengan ketidakpastian," kata Nico, Jumat (11/4/2025). 

PREMIUM WRAP-UP: Saham Pilihan Konglomerat hingga Mencegah Dampak Pelonggaran TKDN

PREMIUM WRAP-UP: Saham Pilihan Konglomerat hingga Mencegah Dampak Pelonggaran TKDN

()

Bisnis.com, JAKARTA – Deretan saham yang menjadi portofolio jumbo para konglomerat Indonesia pada awal kuartal II/2025.

Indonesia menyumbangkan sejumlah nama dalam daftar orang terkaya di dunia. Forbes mencatat misalnya nama Low Tuck Kwong menempati posisi ke-68 orang terkaya di dunia pada Kamis (10/4/2025).

Bos PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) itu tercatat memiliki total nilai kekayaan bersih US$26,9 miliar. Posisi itu menempatkannya sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes. 

Artikel soal saham-saham pilihan para konglomerat menjadi salah satu berita pilihan Bisnis Indonesia Premium edisi Jumat (11/4/2025). Berikut adalah ulasannya

Indeks Bisnis-27 Ditutup Merah Terbebani Pelemahan Saham AKRA, BBRI  AMRT

Indeks Bisnis-27 Ditutup Merah Terbebani Pelemahan Saham AKRA, BBRI AMRT

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (11/4/2025), terbebani pelemahan saham AKRA, BBRI, dan AMRT.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini turun 1,45 poin atau turun 0,32% ke level 456,49. Indeks bergerak di kisaran 446,89 hingga 458,41 hari ini.

Dari 27 konstituen, sebanyak 11 saham yang ditutup di zona hijau, tiga saham stagnan, dan 13 saham lainnya ditutup di zona merah.

IHSG Ditutup Menguat ke 6.262 Ditopang Saham AMMN, BBNI  BREN

IHSG Ditutup Menguat ke 6.262 Ditopang Saham AMMN, BBNI BREN

()

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 6.262,22 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (11/4/2025). Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan saham AMMN, BBNI, BREN, serta TPIA.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatatkan penguatan sebesar 0,13% atau 8,2 poin menuju posisi 6.262,22. Sepanjang hari ini, IHSG dibuka pada level 6.195,56 dan sempat menyentuh level tertingginya 6.298,77.

Tercatat, sebanyak 309 saham meningkat, 259 saham turun, dan 226 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar alias market cap mencapai Rp10.722 triliun.

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 11 April 2025

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 11 April 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang lanjut menguat menguji level 6.376-6.510 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (11/4/2025). Sejumlah saham direkomendasikan analis hari ini.

Tim analis MNC Sekuritas mengatakan IHSG ditutup menguat 4,79% ke level 6.254 pada akhir perdagangan Kamis (10/4/2025), disertai dengan munculnya volume pembelian. Pergerakan IHSG pun mampu menembus area resistance terdekatnya. Pada skenario merah, diperkirakan IHSG sedang berada di awal wave B, sehingga IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya dengan target terdekat berada di 6.376-6.510.

OJK Dorong Dapen  Asuransi BUMN Masuk Pasar Saham saat IHSG Tertekan Tarif Trump

OJK Dorong Dapen Asuransi BUMN Masuk Pasar Saham saat IHSG Tertekan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan langkah-langkah antisipasi seiring dengan kekhawatiran jatuhnya pasar saham Indonesia yang tertekan sentimen tarif impor AS. Salah satu langkah adalah mendorong masuknya investor institusional, seperti dana pensiun (Dapen) hingga perusahaan asuransi BUMN ke pasar saham.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pembukaan perdagangan kembali setelah libur Lebaran, pasar saham Indonesia bergerak fluktuatif. IHSG ditutup jeblok 7,9% menuju posisi 5.996,1 pada penutupan perdagangan Selasa (8/4/2025).

Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham BBRI, CPIN hingga AMRT Kompak Merah

Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham BBRI, CPIN hingga AMRT Kompak Merah

()

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Bisnis-27 dibuka melemah seiring dengan pelemahan IHSG. Indeks Bisnis-27 dibuka turun terbebani saham-saham seperti BBRI, CPIN, dan AMRT.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini turun 1,73% sesaat setelah pembukaan pagi ini ke 446,89. Indeks bergerak di kisaran 446,89 hingga 451,89.

Dari 27 konstituen, terdapat dua saham yang dibuka di zona hijau, satu saham stagnan, dan 24 saham lainnya dibuka di zona merah.

IHSG Dibuka Melemah 1,17% ke 6.180, Saham BBRI, BBCA  BMRI Kompak Ambrol

IHSG Dibuka Melemah 1,17% ke 6.180, Saham BBRI, BBCA BMRI Kompak Ambrol

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 1,17% ke level 6.180,74 pada perdagangan akhir pekan hari ini, Jumat (11/4/2025). Saham bank jumbo seperti BBRI, BBCA hingga BBNI terpantau kompak melemah.

Data RTI Business pukul 09.01 WIB menunjukkan, IHSG turun 1,17% atau 73,28 poin ke level 6.180,74 pada awal sesi perdagangan. Rentang pergerakan IHSG berada di antara 6.148 hingga 6.198.

Total perdagangan saham mencapai 632,30 juta lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp636,22 miliar dan frekuensi sebanyak 49.604 kali. Tercatat 112 saham menguat, 233 saham melemah, dan 180 saham stagnan. Kapitalisasi pasar atau market cap Bursa tercatat mencapai Rp10.587 triliun.

IHSG Diramal Lanjut Tancap Gas ke 6.500 Hari Ini, Pantau Saham TLKM, UNVR  JPFA

IHSG Diramal Lanjut Tancap Gas ke 6.500 Hari Ini, Pantau Saham TLKM, UNVR JPFA

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan kemarin. Hari ini, Jumat (11/4/2025) IHSG diproyeksikan akan lanjut tancap gas menguji resistance level 6.500.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 4,79% ke level 6.254,02 pada perdagangan kemarin, Kamis (10/4/2025).

Penguatan IHSG pada perdagangan kemarin terjadi seiring dengan tarik ulur kebijakan tarif impor AS. Presiden AS Donald Trump telah menunda pemberlakukan skema tarif impor timbal balik (reciprocal tariff) selama 90 hari sebagai tanggapan atas pendekatan dari puluhan negara. Trump juga menaikkan pungutan impor China menjadi 125%.

Bos CIMB Niaga (BNGA) Kompak Borong Saham jelang RUPS Penetapan Dividen

Bos CIMB Niaga (BNGA) Kompak Borong Saham jelang RUPS Penetapan Dividen

()

Binis.com, JAKARTA - Jajaran direksi PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) kompak mengakumulasi saham perusahaan pada Selasa (8/4/2025) jelang penyelenggaraan RUPS pekan depan. Para direksi membeli saham BNGA di level Rp1.600 dan total seluruh pembelian saham senilai Rp936,57 juta. 

Sebagi informasi, bank yang memiliki induk di Malaysia itu akan menetapkan penggunaan laba hingga perubahan direksi dalam RUPS yang diselenggarakan pada 14 April 2025. 

Sementara itu, melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), tujuan transaksi pembelian saham BNGA yakni pelaksanaan program material risk takers atau MRT. 

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.510, Cermati Saham AKRA, BBCA  BREN

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.510, Cermati Saham AKRA, BBCA BREN

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang lanjut menguat menguji level 6.376-6.510 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (11/4/2025). Saham AKRA, BBCA hingga BREN turut direkomendasikan analis hari ini.

Tim analis MNC Sekuritas mengatakan IHSG ditutup menguat 4,79% ke level 6.254 pada akhir perdagangan Kamis (10/4/2025), disertai dengan munculnya volume pembelian. Pergerakan IHSG pun mampu menembus area resistance terdekatnya. Pada skenario merah, diperkirakan IHSG sedang berada di awal wave B, sehingga IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya dengan target terdekat berada di 6.376-6.510.

Pasca Rebound, IHSG Berpeluang Terus Menguat

Pasca Rebound, IHSG Berpeluang Terus Menguat

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sempat melorot 9,19% saat pembukaan pasca Lebaran kni berangsur membaik. Kinerja perbaikan lanjutan pun diperkirakan masih akan terjadi.

Drama pasar modal pasca Lebaran masih hangat diperbincangkan. Pada Selasa, (8/4/2025), indeks komposit sempat anjlok 9,19% hingga menyentuh level 5.912, mencatatkan penurunan harian terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan terpaksa melakukan trading halt karena tekanan jual yang luar biasa. Kepanikan melanda, ribuan trader cut loss, dan mayoritas analis memproyeksikan IHSG akan terus longsor.

Saham GOTO, BREN, hingga BRMS jadi Favorit Asing Bawa IHSG Terbang

Saham GOTO, BREN, hingga BRMS jadi Favorit Asing Bawa IHSG Terbang

()

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah saham seperti GOTO, BREN, hingga BRMS menjadi saham-saham favorit asing menemani Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melesat hari ini. Adapun, geliat di pasar saham efek dari penundaan tarif Trump. 

Berdasarkan data RTI Infokom, investor asing memang masih mencatatkan aksi jual bersih hari ini, dengan nilai Rp751,6 miliar. Akan tetapi, sejumlah saham menjadi incaran investor asing hari ini. 

Saham pertama yang paling banyak diburu asing adalah saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Saham GOTO naik 13,43% ke level Rp76 per saham pada penutupan perdagangan sore ini. 

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Rabu 9 April 2025

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Rabu 9 April 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — IHSG diperkirakan bergerak volatil pada perdagangan hari ini, Kamis (10/4/2025), setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan jeda pemberlakuan tarif impor selama 90 hari. 

Sepanjang tahun berjalan 2025, indeks harga saham gabungan (IHSG) melorot 15,71% dan parkir di level 5.967,98 hingga akhir perdagangan Rabu (9/4/2025).

Tim Analis BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan secara tren jangka panjang, IHSG masih berada dalam tren bearish. 

“Waspadai jika tidak mampu bertahan di atas level psikologis 6.000 maka ada potensi menjemput area support IHSG yang berada pada level 5.705—5.806,” tulisnya dalam riset harian, Kamis (10/4/2025).

IHSG Ditutup Melesat 4,79% ke 6.254, Saham BMRI hingga WIFI Terbang

IHSG Ditutup Melesat 4,79% ke 6.254, Saham BMRI hingga WIFI Terbang

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 4,79% ke level 6.254,02 pada perdagangan Kamis (10/4/2025). Saham BMRI, PTRO, WIFI, hingga GOTO terpantau melaju kencang.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.188-6.310. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp10.682 triliun.

Berdasarkan data RTI Infokom, sebanyak 553 saham menguat, 84 saham melemah, dan 160 saham stagnan pada hari ini. Sejumlah 22,5 miliar saham ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp15,2 triliun.

Musim Dividen jadi Pemanis Kerek Laju Rebound IHSG

Musim Dividen jadi Pemanis Kerek Laju Rebound IHSG

()

Bisnis.com, JAKARTA — Beberapa emiten terpantau sudah menjadwalkan tanggal cum date dividen dalam waktu dekat. Musim pembagian dividen ini diproyeksi bisa menjadi pemanis di tengah volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Analis dan VP Marketing, Strategy, and Planning Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan pembagian dividen bisa menjadi pemanis di tengah volatilitas pasar yang meningkat saat ini, seiring dengan sentimen tarif AS. 

"Meski demikian, secara historis memang setelah ex-date biasanya terjadi koreksi, terlebih dengan dividen yield yang tinggi atau lebih dari 5%," ujarnya, Kamis (10/4/2025).

Trump Tunda Tarif Impor 90 Hari, Bursa Asia Dapat Angin Segar

Trump Tunda Tarif Impor 90 Hari, Bursa Asia Dapat Angin Segar

()

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa saham di kawasan Asia seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Indonesia menghijau setelah mendapat angin segar dari langkah Presiden AS Donald Trump memberikan jeda atas kebijakan tarif impornya selama 90 hari.

Dilansir dari Bloomberg, indeks saham di Jepang, Topix misalnya naik sebanyak 8,3% dan Nikkei 225 Stock Average naik 9%. Namun, obligasi pemerintah berjangka 10 tahun di Jepang jatuh karena geliat investor menghindari risiko telah mereda. 

Di Jepang, 33 subsektor pengukur indeks Topix menguat, dengan eksportir seperti peralatan listrik dan pembuat mobil sebagai kontributor terbesar terhadap kenaikan indeks.

Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham MAPI dan AKRA Paling Cuan

Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham MAPI dan AKRA Paling Cuan

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 dibuka menguat ke level 457,24 pada perdagangan hari ini, Kamis (10/4/2025). Saham MAPI dan AKRA mengalami penguatan paling tinggi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.05 WIB, indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia dan BEI tersebut naik 4,89% ke level 457,24.

Indeks Bisnis-27 bergerak pada rentang 455,64 hingga 467,03 pada pembukaan perdagangan hari ini. Dari 27 konstituen, semua saham menguat dan menghijau.

Trump Tunda Tarif Impor, IHSG Melesat ke Level 6.280

Trump Tunda Tarif Impor, IHSG Melesat ke Level 6.280

()

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau hari ini, Kamis (10/4/2025), seiring dengan penundaan tarif yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump. Saham BMRI, BBCA, hingga GOTO tercatat melesat ke zona hijau pagi ini.

Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka menguat pada posisi 6.270,61. Sebanyak 1,35 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp1,2 triliun. Adapun sesaat setelah pembukaan, IHSG dibuka melesat 5,24% ke level 6.280.

PREMIUM NOTES: Sektor Saham Prospektif saat IHSG Negatif dan Manuver Investor Kakap di BBCA

PREMIUM NOTES: Sektor Saham Prospektif saat IHSG Negatif dan Manuver Investor Kakap di BBCA

()

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah sektor saham diyakini masih memiliki prospek positif di tengah tren negatif yang mendera Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak periode libur Lebaran.

Berita tersebut menjadi salah satu artikel pilihan Bisnis Indonesia Premium. Berikut adalah rangkumannya untuk edisi Kamis (10/4/2025).

Di tengah pelemahan rupiah yang menekan pasar saham, instrumen obligasi seperti surat berharga negara (SBN) masih menjadi pilihan, termasuk investor asing.

Namun, ada risiko rebutan suplai obligasi yang besar dari pemerintah dan swasta untuk mencari dana segar.

IHSG Dibuka Melejit 4%, Saham BMRI, BBRI, GOTO, BREN Tancap Gas

IHSG Dibuka Melejit 4%, Saham BMRI, BBRI, GOTO, BREN Tancap Gas

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) tancap gas pada awal perdagangan hari ini, Kamis (10/4/2025), setelah Presiden AS Donald Trump menunda penerapan tarif impor selama 90 hari. 

Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka di level 6.270,61 pada hari ini. IHSG bermanuver dan menguat 262,09 poin atau melejit 4,39% ke level 6.230,08.

Pada akhir perdagangan Rabu (9/4/2025), IHSG parkir di level 5.967,98. Di level itu, IHSG merosot 15,71% sepanjang tahun berjalan 2025.

IHSG Ancang-Ancang Mengekor Rebound Wall Street Imbas Jeda Tarif Trump

IHSG Ancang-Ancang Mengekor Rebound Wall Street Imbas Jeda Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Wall Street rebound pada perdagangan kemarin, Rabu (9/4/2025), setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan jeda tarif selama 90 hari. Sentimen itu diproyeksi menjadi angin segar bagi pasar saham Indonesia pada hari ini, Kamis (10/4/2025). 

Pada Rabu (9/4/2025), indeks Dow Jones Industrial Average melesat 7,87%, S&P 500 meningkat 9,52%, dan Nasdaq Composite melesat 12,16%.

Sementara itu, sektor teknologi juga naik 14,15% dan sektor utilitas defensif naik 3,91%. Di sektor teknologi, saham Nvidia naik 18,7% dan Apple melesat 15,3%.

IHSG Berpeluang Rebound ke Level 6.500 Usai Trump Tunda Tarif Impor

IHSG Berpeluang Rebound ke Level 6.500 Usai Trump Tunda Tarif Impor

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi memantul ke kisaran 6.300—6.500 mengekor rebound tajam Wall Street setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan jeda 90 hari atas pemberlakuan tarif timbal balik (reciprocal tariff). 

Seperti diberitakan Bisnis, Donald Trumptelah mengumumkan pada Rabu (9/4/2025) dini hari waktu Amerika Serikat, bahwa skema tarif timbal balik yang lebih tinggi dihentikan sementara selama 90 hari sebagai tanggapan atas pendekatan dari puluhan negara.

Meski begitu, bea masuk atas impor dari China akan tetap dinaikkan menjadi 125% karena "kurangnya rasa hormat" dari pemerintah Beijing.

IHSG Diproyeksi Uji Resistance 6.100, Lirik Saham INDF, BRIS, DEWA

IHSG Diproyeksi Uji Resistance 6.100, Lirik Saham INDF, BRIS, DEWA

()

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi masih melanjutkan konsolidasi dengan menguji level resistance pada hari ini, Kamis (10/4/2025). 

Sepanjang tahun berjalan 2025, IHSG melorot 15,71% dan parkir di level 5.967,98 hingga akhir perdagangan Rabu (9/4/2025). 

Tim Analis MNC Sekuritas mengatakan IHSG terkoreksi 0,47% ke 5.967 pada perdagangan kemarin dan masih didominasi oleh tekanan jual. Saat ini, IHSG diperkirakan dalam posisi yang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [v]. 

Menyambut Musim Semi Dividen Emiten, Mampu Jadi Suntikan Tenaga IHSG?

Menyambut Musim Semi Dividen Emiten, Mampu Jadi Suntikan Tenaga IHSG?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Bulan ini semakin banyak emiten yang menjadwalkan RUPST untuk membahas alokasi dividen dari tahun buku 2024. Mampukah sentimen dividen emiten menjadi suntikan tenaga bagi IHSG? 

Sepanjang tahun berjalan 2025, indeks harga saham gabungan (IHSG) melorot 15,71% dan parkir di level 5.967,98 hingga akhir perdagangan kemarin, Rabu (9/4/2025). 

IHSG terombang-ambing oleh sentimen tarif impor Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan meruncingnya konflik geopolitik. Di dalam negeri, sentimen pasar saham berasal dari gelaran RUPST emiten yang membahas agenda pembagian dividen dari laba bersih tahun buku 2024. 

Emiten Big Caps BMRI, BBRI Cs Jadwalkan Cum Dividen Pekan Ini, Bakal Ungkit IHSG?

Emiten Big Caps BMRI, BBRI Cs Jadwalkan Cum Dividen Pekan Ini, Bakal Ungkit IHSG?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah emiten tercatat menjadwalkan tanggal cum date dividen pekan ini seperti dari bank berkapitalisasi pasar besar BBRI, BMRI, hingga emiten telekomunikasi EXCL. Pembagian dividen ini diperkirakan tidak serta merta akan memberikan tenaga bagi IHSG.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan meskipun dividen memberikan dorongan, tetapi apabila sentimen global dan dalam negeri tidak mendukung, hal ini hanya akan memberikan katalis sesaat.