&lt;?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0"><channel><title>SwaraFakta - Baca berita terbaru hari ini</title><link>https://swarafakta.my.id/</link><description>SwaraFakta - Berita hukum, politik, ekonomi indonesia terbaru</description><generator>Hugo -- https://gohugo.io/</generator><lastBuildDate>Sun, 13 Apr 2025 07:20:06 WITA</lastBuildDate><language>id</language><item><title>Beda Nasib Cuan Indomobil (IMAS) Astra (ASII) saat Penjualan Otomotif Lesu 2024</title><link>https://swarafakta.my.id/berita/beda-nasib-cuan-indomobil-imas--astra-asii-saat-penjualan-otomotif-lesu-2024-d625a/</link><pubDate>Sun, 06 Apr 2025 11:45:52 +0700</pubDate><guid>https://swarafakta.my.id/berita/beda-nasib-cuan-indomobil-imas--astra-asii-saat-penjualan-otomotif-lesu-2024-d625a/</guid><media:content url="https://images.bisnis.com/posts/2025/04/06/1866858/18072024-bi-bio-24-pembukaan_giias_12_1721314525.jpg" medium="image"/><description><p>Bisnis.com, JAKARTA — Raupan laba emiten otomotif PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) dan PT Astra International Tbk. (ASII) berbeda nasib pada 2024 seiring dengan penjualan otomotif yang melorot.</p><p>Berdasarkan Laporan Keuangan, IMAS mencatatkan laba yang diatribusikan kepada entitas pemilik induk sebesar Rp233,73 miliar pada 2024, turun 63,04% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba bersih pada 2023 sebesar Rp632,52 miliar.</p><p>Indomobil sebenarnya telah mencatatkan peningkatan pendapatan neto yang naik 1,47% yoy menjadi Rp29,31 triliun pada 2024. Kemudian, beban pokok naik 1,38% yoy menjadi Rp23,32 triliun pada 2024. Alhasil, laba kotor IMAS sebenarnya naik 1,82% yoy menjadi Rp5,99 triliun. </p></description></item></channel></rss>