Inflasi

Fahira Idris Rekomendasikan 5 Pengendalian Inflasi untuk BPS DKI Jakarta

Fahira Idris Rekomendasikan 5 Pengendalian Inflasi untuk BPS DKI Jakarta

()

KOMPAS.com - Anggota DPD RI daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta Fahira Idris menyampaikan lima rekomendasi pengendalian inflasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta. 

Dia mengungkapkan, sebagai bagian dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), BPS DKI Jakarta telah memainkan peran yang sangat krusial dalam menyediakan data statistik yang akurat, tepat waktu, dan relevan untuk perumusan kebijakan pengendalian inflasi.

“Dalam kunjungan kerja (kunker) pengawasan pengendalian inflasi ini, kami mengapresiasi konsistensi BPS DKI Jakarta dalam menyajikan data bulanan yang menjadi rujukan utama TPID, pemprov, dan stakeholder lainnya,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (11/4/2025). 

Laju Inflasi AS Turun Meski Ada Sentimen Dampak Tarif Trump

Laju Inflasi AS Turun Meski Ada Sentimen Dampak Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Inflasi AS turun secara umum ke 2,8% pada Maret 2025, di tengah ancaman kenaikan harga imbas penerapan tarif resiprokal Presiden Tarif Donald Trump.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (10/4/2025), indeks harga konsumen (IHK)—tak termasuk harga pangan dan energi yang sering bergejolak—meningkat 0,1% dari Februari. Itu peningkatan terendah dalam sembilan bulan terakhir menurut data terbaru Biro Statistik Tenaga Kerja.

IHK secara keseluruhan turun 0,1% dari bulan sebelumnya, penurunan pertama dalam hampir lima tahun.

Lonjakan Biaya Pendidikan di Atas Inflasi jadi Peluang Lirik Asuransi

Lonjakan Biaya Pendidikan di Atas Inflasi jadi Peluang Lirik Asuransi

()

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan asuransi jiwa, PT MSIG Life Tbk. (LIFE) melihat lonjakan biaya pendidikan di Indonesia yang lebih tinggi dibanding inflasi nasional menjadi peluang asuransi memberikan perlindungan jangka panjang.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi umum per Maret 2025 sebesar 1,03% year on year (YoY). Bila dibedah berdasarkan kelompok, inflasi pendidikan pada periode tersebut lebih besar dari inflasi nasional, yakni mencapai 1,89% YoY dan memberikan andil inflasi umum sebesar 0,11%.

Langka, Transportasi Alami Deflasi saat Momen Ramadan dan Lebaran

Langka, Transportasi Alami Deflasi saat Momen Ramadan dan Lebaran

()

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik alias BPS mencatat terjadi deflasi kelompok transportasi secara bulanan pada Maret 2025 atau momen Ramadan dan Lebaran.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah mengungkapkan secara historis selalu terjadi inflasi kelompok transportasi pada momen Ramadan dan Idulfitri.

Dia mencontohkan, pada momen Ramadan dan Lebaran 2022, kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 2,42% (April) dan 0,65% (Mei) secara bulanan. Begitu juga pada momen Ramadan dan Lebaran 2023, terjadi inflasi kelompok transportasi sebesar 0,54% (Maret) dan 0,84% (April) secara bulanan.

Terjadi Disinflasi Tahunan pada Maret 2025, Tanda Daya Beli Melemah?

Terjadi Disinflasi Tahunan pada Maret 2025, Tanda Daya Beli Melemah?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik alias BPS mengumumkan terjadi disinflasi atau penurunan tingkat inflasi secara tahunan pada Maret 2025.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah mengungkapkan terjadi inflasi sebesar 1,03% secara tahunan (year on year/YoY) pada Maret 2025. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Maret 2024 yaitu sebesar 3,05% YoY.

"Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan ini terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 2,07% dan mengambil andil inflasi sebesar 0,61%," ungkap Habibullah dalam konferensi pers di Kantor BPS RI, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/2025).

Inflasi Tahunan Maret 2025 Capai 1,03%, Diskon Tarif Listrik Tahan Lonjakan

Inflasi Tahunan Maret 2025 Capai 1,03%, Diskon Tarif Listrik Tahan Lonjakan

()

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik alias BPS mencatat inflasi Maret 2025 sebesar 1,03% secara year on year (YoY) pada Maret 2025. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi tahunan Maret 2024 yaitu sebesar 3,05%. 

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah menjelaskan komoditas cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng menjadi komoditas penyumbang utama inflasi secara tahunan pada Maret 2025.

Komoditas-komoditas tersebut termasuk dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini menjadi penyumbang utama inflasi pada Maret 2025.

Inflasi Maret 2025 1,65%, Ditopang Bawang Merah hingga Daging Ayam

Inflasi Maret 2025 1,65%, Ditopang Bawang Merah hingga Daging Ayam

()

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap bawang merah hingga daging ayam ras menjadi komoditas pangan yang menyumbang andil inflasi pada Maret 2025.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah mengatakan bahwa secara umum, komoditas yang menyumbang inflasi Maret 2025 adalah komoditas pangan yang merupakan komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Beberapa komoditas dengan andil yang cukup besar adalah bawang merah, cabai rawit, dan daging ayam ras dengan tingkat inflasi Maret 2025 masing-masing sebesar 24,07%, 13,67%, dan 1,64%,” kata Habibullah dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Selasa (8/4/2025). 

BPS: Inflasi Indonesia 1,65% pada Maret 2025

BPS: Inflasi Indonesia 1,65% pada Maret 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2025 terpantau mengalami inflasi 1,65% secara bulanan atau month to month (MtM).

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah menyampaikan pada Maret 2025 terjadi kenaikan IHK dari 105,48 pada Februari 2025 menjadi menjadi 107,22 pada Maret 2025.

Adapun secara year on year (YoY), Indonesia juga mengalami inflasi sebesar 1,03% dan secara tahun kalender atau year to date (YtD) terjadi inflasi sebesar 0,39%.

Konsensus Ekonom Proyeksi Inflasi Maret 2025 Melonjak

Konsensus Ekonom Proyeksi Inflasi Maret 2025 Melonjak

()

Bisnis.com, JAKARTA — Konsensus ekonom memproyeksikan inflasi akan meningkat tajam pada Maret 2025, jelang pengumuman Indeks Harga Konsumen alias IHK oleh Badan Pusat Statistik pada hari ini, Selasa (8/4/2025).

Berdasarkan konsensus ekonom yang dihimpun Bloomberg, median atau nilai tengah dari 20 ekonom sebesar 1,18% secara tahunan atau year on year (YoY). Angka tersebut mengalami lonjakan usai terjadi deflasi pada Februari 2025 sebesar 0,09% YoY.

Estimasi tertinggi terpantau berada pada angka 2,3% YoY yang dikeluarkan oleh ekonom JP Morgan Chase Bank Sin Beng Ong. Sementara estimasi terendah di angka -0,02% oleh ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana.