&lt;?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0"><channel><title>SwaraFakta - Baca berita terbaru hari ini</title><link>https://swarafakta.my.id/</link><description>SwaraFakta - Berita hukum, politik, ekonomi indonesia terbaru</description><generator>Hugo -- https://gohugo.io/</generator><lastBuildDate>Sun, 13 Apr 2025 07:20:06 WITA</lastBuildDate><language>id</language><item><title>Usai Lebaran, Keluhan Gangguan Pencernaan di Tangerang Meningkat</title><link>https://swarafakta.my.id/berita/usai-lebaran-keluhan-gangguan-pencernaan-di-tangerang-meningkat-aec25/</link><pubDate>Thu, 10 Apr 2025 03:24:06 UTC</pubDate><guid>https://swarafakta.my.id/berita/usai-lebaran-keluhan-gangguan-pencernaan-di-tangerang-meningkat-aec25/</guid><media:content url="https://asset.kompas.com/crops/lXucc_JCbx26P4UGGw9v1kqVL9s=/0x0:800x533/1200x800/data/photo/2025/04/10/67f738c1803dc.jpeg" medium="image"/><description><p>TANGERANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Banten Dini Anggraeni menyebutkan, muncul sejumlah keluhan kesehatan usai libur Panjang Lebaran.</p><p>Menurut dia, keluhan yang paling umum terjadi adalah gangguan pencernaan, misalnya perut kembung, diare, sembelit, hingga asam lambung naik.</p><p>"Ini akibat pola makan yang kurang terkontrol, karena konsumsi makanan tinggi lemak dan gula serta kurangnya aktivitas fisik," kata Kadinkes Dini Anggraeni, dilansir dari Antara, Kamis (10/4/2025).</p><p>Ia menuturkan, konsumsi makanan bersantan, pedas dan tinggi gula dalam jumlah besar dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras.</p></description></item></channel></rss>