Kinerja Emiten

PREMIUM WRAP-UP: Koreksi Pasar Belum Berakhir hingga Target Terbaru Saham Bank Jumbo

PREMIUM WRAP-UP: Koreksi Pasar Belum Berakhir hingga Target Terbaru Saham Bank Jumbo

()

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025), ditutup anjlok ke level 5.996,14.

Indeks komposit tersebut bahkan sempat terkoreksi hingga 9% sebagai respons negatif pasar terhadap kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Lantas, apakah tekanan terhadap IHSG, terutama dari faktor eksternal, sudah usai?

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatatkan penurunan sebesar 7.90% atau 514,47 poin menuju posisi 5.996,14. Pada awal perdagangan, IHSG dibuka pada level 5.914,28 dan sempat menyentuh level tertingginya 6.036,55. 

Intra Golflink (GOLF) Bidik Pendapatan Tumbuh Lebih dari 45% di 2025

Intra Golflink (GOLF) Bidik Pendapatan Tumbuh Lebih dari 45% di 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten anak Tommy Soeharto PT Intra GolfLink Resorts Tbk. (GOLF) membidik pertumbuhan pendapatan lebih dari 45% secara year on year (yoy) pada 2025.

Direktur Utama GOLF Dwi Febri Astuti mengatakan bahwa perseroan juga membidik pertumbuhan laba bersih di atas 30% pada 2025. 

"Untuk tahun 2025 ini, kita memang menargetkan [pendapatan] tumbuh di atas 45%, dan sebagian besar bersumber dari The Links Golf Villa," katanya saat Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (8/4/2025).

IHSG Anjlok -7,90%, Saham Bank Jumbo (BBCA, BMRI, BBNI, BBRI) Babak Belur

IHSG Anjlok -7,90%, Saham Bank Jumbo (BBCA, BMRI, BBNI, BBRI) Babak Belur

()

Bisnis.com, JAKARTA – Saham big banks yakni BBCA, BMRI, BBNI dan BBRI parkir di zona merah saat penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025). Tren depresiasi ini terjadi seiring performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok -7,90%.

Di tengah kondisi ini, sebagian harga saham perbankan jumbo jatuh lebih dalam. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) alias BCA jatuh 8,53% alias 725 poin ke level Rp7.775 per saham. BBCA diperdagangkan dengan rerata harga Rp7.653,71.

Ramai Pasar Saham Trading Halt, Ini Ketentuannya di Bursa Regional

Ramai Pasar Saham Trading Halt, Ini Ketentuannya di Bursa Regional

()

Bisnis.com, JAKARTA - Pembekuan sementara perdagangan saham atau trading halt mewarnai bursa di kawasan Asia Pasifik pada awal pekan ini. Tak hanya Bursa Efek Indonesia (BEI), pasar saham di Jepang hingga Korea Selatan sudah lebih dulu mengerem perdagangan saham ketika harga jatuh terlalu dalam.

Adapun, perang dagang yang berlarut-larut lewat penerapan tarif impor dari Amerika Serikat menjadi momok di pasar saham. Sejumlah negara yang bahkan terbilang jarang memberlakukan trading halt pun kini terpantau menghentikan sementara perdagangan karena volatilitas terlalu tinggi dipicu aksi jual besar-besaran (panic selling).

Intra Golflink Resorts (GOLF) Cetak Kenaikan Laba Bersih 12,3% di 2024

Intra Golflink Resorts (GOLF) Cetak Kenaikan Laba Bersih 12,3% di 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten anak Tommy Soeharto PT Intra Golflink Resorts Tbk. (GOLF) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 12,3% secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang 2024.

Berdasarkan laporan keuangan, GOLF mencetak laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp67,57 miliar pada 2024 naik dibandingkan periode yang sama 2023 sebesar Rp60,17 miliar.

Sejalan dengan itu, GOLF juga mencetak pendapatan bersih yang naik 11,5% yoy menjadi Rp197,9 miliar pada 2024, dari periode yang sama 2023 sebesar Rp177,5 miliar.

Arwana Citramulia (ARNA) Bicara Dampak Kebijakan Tarif AS Bagi Kinerja

Arwana Citramulia (ARNA) Bicara Dampak Kebijakan Tarif AS Bagi Kinerja

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten keramik PT Arwana Citramulia Tbk. (ARNA) turut menanggapi perihal dampak kebijakan tarif Trump bagi industri keramik Tanah Air. Adapun, kebijakan tarif impor AS yang telah diresmikan Presiden Donald Trump memicu kekhawatiran perang dagang secara global.

Sebagaimana diketahui, tarif impor AS resmi diumumkan oleh Trump pada Rabu pekan lalu (2/4/2025), waktu setempat. Seluruh negara diganjar tarif impor 10%, sedangkan beberapa negara turut dikenakan tarif timbal balik (reciprocal tariffs) lebih tinggi berdasarkan hambatan perdagangan dengan AS, termasuk Indonesia. 

Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham MAPI, UNTR  ANTM Terperosok

Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham MAPI, UNTR ANTM Terperosok

()

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah seiring penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (8/4/2025). Saham MAPI, UNTR, hingga ANTM terpantau turun paling dalam.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama Bursa dengan harian Bisnis Indonesia ini ditutup melemah 8,37% atau 39,41 poin ke level 431,37. 

Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) memimpin dengan penurunan sebesar 14,81% menuju level Rp1.150, diikuti saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang menorehkan penurunan sebesar 14,65% ke Rp20.100 per saham. 

Petrosea (PTRO) Kantongi Kontrak Jasa Pertambangan Rp16 Triliun dari Vale (INCO)

Petrosea (PTRO) Kantongi Kontrak Jasa Pertambangan Rp16 Triliun dari Vale (INCO)

()

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, PT Petrosea tbk (PTRO) mengamankan kontrak kerjasama jasa pertambangan dengan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dengan estimasi nilai perjanjian mencapai sekitar Rp16 triliun.

Sekretaris Perusahaan Petrosea Anto Broto mengatakan perseroan menandatangani jasa pertambangan dengan PT Vale Indonesia Tbk. pada 8 April 2025.

"Jangka waktu perjanjian adalah 10 tahun dengan estimasi dari nilai perjanjian adalah sekitar Rp16 triliun," tulis Anto lewat keterbukaan informasi, Selasa (8/4/2025).

Hasnur Internasional (HAIS) Tebar Dividen Rp15,37 per Saham

Hasnur Internasional (HAIS) Tebar Dividen Rp15,37 per Saham

()

Bisnis.com, JAKARTA - PT Hasnur Internasional Shipping Tbk. (HAIS) mengumumkan pembagian dividen kepada pemegang sahamnya sebesar Rp15,37 per saham.

Berdasarkan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), emiten berkode saham HAIS ini menetapkan 33,34% dari laba bersih perseroan untuk dibagikan menjadi dividen. Adapun, dividen akan dibagikan Rp15,37 per saham atau senilai total Rp40,36 miliar.

Selanjutnya, sisa laba bersih perseroan sebesar 66,66% atau Rp80,69 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan untuk penguatan modal dan pengembangan usaha.

Laba Bersih Indoritel (DNET) Grup Salim Naik 48,6% Sepanjang 2024

Laba Bersih Indoritel (DNET) Grup Salim Naik 48,6% Sepanjang 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Grup Salim PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) mencetak laba bersih senilai Rp1,07 triliun triliun sepanjang 2024 atau tumbuh 48,6% secara tahunan.

Berdasarkan laporan keuangan, DNET mencetak laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp1,07 triliun pada 2024 naik dibandingkan periode yang sama 2023 sebesar Rp721 miliar.

Sejalan dengan itu, DNET juga mencetak pendapatan dari kontrak dengan pelanggan yang naik 2,6% yoy menjadi Rp1,42 triliun pada 2024, dari periode yang sama 2023 sebesar Rp1,39 triliun.

Laba Bersih Itama Ranoraya (IRRA) Melesat 924,6% Sepanjang 2024

Laba Bersih Itama Ranoraya (IRRA) Melesat 924,6% Sepanjang 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten distributor alat kesehatan PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA) membukukan kenaikan laba bersih yang melesat 924,6% secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang 2024.

Berdasarkan Laporan Keuangan, IRRA mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp53,2 miliar pada 2024 naik dibandingkan periode yang sama 2023 sebesar Rp5,19 miliar.

Sejalan dengan itu, IRRA juga mencetak penjualan bersih yang naik 40,38% yoy menjadi Rp977,4 miliar pada 2024, dari periode yang sama 2023 sebesar Rp696,3 miliar.

Merdeka Copper (MDKA) Catat Rugi Bersih pada 2024, Pendapatan Melonjak

Merdeka Copper (MDKA) Catat Rugi Bersih pada 2024, Pendapatan Melonjak

()

Bisnis.com, JAKARTA – PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) mencatat rugi bersih sepanjang 2024 di tengah kinerja pendapatan yang menguat secara tahunan. 

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dirilis Senin (7/4/2025), MDKA membukukan pendapatan sebesar US$2,23 miliar pada 2024. Jumlah tersebut meningkat 31,18% dari capaian tahun sebelumnya US$1,7 miliar. 

Pertumbuhan itu ditopang oleh anak usaha perseroan di sektor nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), yang mencatat produksi limonit naik 150% menjadi 10,1 juta wet metric ton (wmt) dan produksi saprolit naik 110% hingga 4,9 juta wmt. 

Tower Bersama (TBIG) Cetak Laba Bersih Rp1,36 Triliun Tahun 2024

Tower Bersama (TBIG) Cetak Laba Bersih Rp1,36 Triliun Tahun 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten menara PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) menyampaikan kinerja keuangan untuk tahun 2024. TBIG mencetak penurunan laba bersih menjadi Rp1,36 triliun sepanjang 2024.

Berdasarkan laporan keuangannya, TBIG mencatatkan pendapatan sebesar Rp6,86 triliun pada 2024. Pendapatan ini naik 3,41% dari tahun 2023 yang sebesar Rp6,64 triliun.

Pendapatan ini diperoleh dari pendapatan menara telekomunikasi senilai total Rp6,3 triliun. Rinciannya, sebesar Rp2,3 triliun dari PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel, sebesar Rp1,76 triliun dari PT Indosat Tbk. (ISAT), lalu sebesar Rp1,26 triliun dari PT XL Axiata Tbk. (EXCL), dan sebesar Rp943,5 miliar dari PT Smart Telecom.

Laba MAP Aktif (MAPA) Susut 2,48% ke Rp1,35 Triliun Sepanjang 2024

Laba MAP Aktif (MAPA) Susut 2,48% ke Rp1,35 Triliun Sepanjang 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA — PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) membukukan penurunan laba bersih sebesar 2,48% secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang 2024.

Berdasarkan Laporan Keuangan, MAPA mencetak laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,35 triliun, turun dibandingkan periode yang sama 2023 sebesar Rp1,38 triliun.

Meski begitu, MAPA mencetak pendapatan yang naik 26,74% yoy menjadi Rp17,18 triliun pada 2024, dari periode yang sama 2023 sebesar Rp13,55 triliun.

Lebih rinci, pendapatan MAPA ditopang dari segmen penjualan eceran sebesar Rp15,44 triliun pada 2024, meningkat 30,5% yoy dari tahun sebelumnya sebesar Rp11,83 triliun. 

Cuan Miliaran Lo Kheng Hong dari Dividen OCBC  Bank Danamon

Cuan Miliaran Lo Kheng Hong dari Dividen OCBC Bank Danamon

()

Bisnis.com, JAKARTA – Investor kawakan Lo Kheng Hong diperkirakan menikmati cuan sebesar Rp15,25 miliar dari pembagian dividen PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN). 

Melansir laman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Senin (7/4/2025), agenda pembagian dividen NISP akan memasuki periode cum date pada Selasa, 8 April 2025. 

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) NISP telah memutuskan pembagian dividen total senilai Rp2,43 triliun dari kinerja 2024. Alhasil, pemegang saham NISP berhak mendapatkan jatah dividen sebesar Rp106 per saham.

Electronic City (ECII) Bukukan Pendapatan Rp2,42 Triliun pada 2024

Electronic City (ECII) Bukukan Pendapatan Rp2,42 Triliun pada 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten ritel elektronik PT Electronic City Tbk. mencatatkan penjualan sebesar Rp2,42 triliun per 2024, relatif di bawah realisasi tahun sebelumnya yang Rp2,46 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan, emiten berkode saham ECII ini membukukan pendapatan bersih senilai Rp2,42 triliun atau terkoreksi 1,62% secara tahunan dari tahun sebelumnya yang Rp2,46 triliun.

Dilihat dari kontributor pendapatan, penjualan barang elektronik bermerek mengalami kontraksi 1,15% yoy menjadi Rp2,30 triliun dari sebelumnya Rp2,33 triliun.

Laba Ramayana (RALS) Naik 4,5% Walau Tutup 6 Gerai pada 2024

Laba Ramayana (RALS) Naik 4,5% Walau Tutup 6 Gerai pada 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten ritel pakaian PT Ramayana Llestari Sentosa Tbk. (RALS) mencetak laba tahun berjalan sebesar Rp314 miliar sepanjang 2024.

Berdasarkan Laporan Keuangan, Ramayana mencetak kenaikan laba sebesar 4,5% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp300,3 miliar pada periode yang sama 2023.

Kenaikan itu sejalan dengan pendapatan emiten berkode RALS ini sebesar Rp2,76 triliun pada 2024 naik 0,7% yoy dari Rp2,74 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan Ramayana sejauh ini ditopang oleh penjualan per segmen, di antaranya penjualan di Sumatera berkontribusi sebesar Rp448,3 miliar, penjualan di Jawa, Bali, Nusa Tenggara berkontribusi Rp1,72 triliun, penjualan di Kalimantan berkontribusi Rp276,2 miliar, Sulawesi dan Papua berkontribusi sebesar Rp314,5 miliar sepanjang 2024.

BEI Imbau Investor Tetap Tenang meski IHSG Diprediksi Volatil Akibat Tarif Trump

BEI Imbau Investor Tetap Tenang meski IHSG Diprediksi Volatil Akibat Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — (Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami tekanan pada perdagangan pekan depan setelah libur Lebaran disebabkan oleh faktor global, yakni kebijakan tarif impor AS. Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai agar investor tidak perlu panik.

Sebagaimana diketahui, tarif impor AS telah resmi diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada Rabu (2/4/2025), waktu setempat. Seluruh negara diganjar tarif impor 10%, sedangkan beberapa negara turut dikenakan tarif resiprokal (reciprocal tariffs) lebih tinggi berdasarkan hambatan perdagangan dengan AS.

Beda Nasib Cuan Indomobil (IMAS)  Astra (ASII) saat Penjualan Otomotif Lesu 2024

Beda Nasib Cuan Indomobil (IMAS) Astra (ASII) saat Penjualan Otomotif Lesu 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA — Raupan laba emiten otomotif PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) dan PT Astra International Tbk. (ASII) berbeda nasib pada 2024 seiring dengan penjualan otomotif yang melorot.

Berdasarkan Laporan Keuangan, IMAS mencatatkan laba yang diatribusikan kepada entitas pemilik induk sebesar Rp233,73 miliar pada 2024, turun 63,04% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba bersih pada 2023 sebesar Rp632,52 miliar.

Indomobil sebenarnya telah mencatatkan peningkatan pendapatan neto yang naik 1,47% yoy menjadi Rp29,31 triliun pada 2024. Kemudian, beban pokok naik 1,38% yoy menjadi Rp23,32 triliun pada 2024. Alhasil, laba kotor IMAS sebenarnya naik 1,82% yoy menjadi Rp5,99 triliun. 

Bundamedik (BMHS) Kerek Laba 60,05% jadi Rp11,94 Miliar pada 2024

Bundamedik (BMHS) Kerek Laba 60,05% jadi Rp11,94 Miliar pada 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten rumah sakit PT Bundamedik Tbk. (BMHS) mengantongi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp11,94 miliar pada 2024, naik 60,05% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba bersih 2023 sebesar Rp7,46 miliar.

Berdasarkan Laporan Keuangan, laba BMHS terdorong oleh kinerja pendapatan neto yang naik 4,72% yoy menjadi Rp1,55 triliun pada 2024, dibandingkan Rp1,48 triliun pada 2023.

Raupan pendapatan neto Bundamedik berasal dari segmen operasi rawat inap sebesar Rp560,66 miliar pada 2024. Kemudian, rawat jalan berkontribusi terhadap pendapatan Bundamedik sebesar Rp557,78 miliar.

Pacu Ekspansi, HUMI Siap Tambah 10 Kapal

Pacu Ekspansi, HUMI Siap Tambah 10 Kapal

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pelayaran PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) berencana menambah 10 kapal baru pada tahun ini sebagai strategi pertumbuhan kinerja.

Direktur Utama HUMI Tirta Hidayat menyampaikan menghadapi 2025, Humpuss Maritim optimis dengan strategi pertumbuhan yang semakin kuat. Perusahaan berencana untuk terus berinvestasi dalam pengembangan armada, memperluas jaringan global, serta mengadopsi inovasi teknologi guna meningkatkan efisiensi dan daya saing di pasar.

“Sepanjang 2025, HUMI menargetkan untuk melakukan akuisisi terhadap 10 kapal dan pengembangan LNG logistic support. Kami telah menyiapkan dana anggaran sebesar US$39,57 juta," paparnya dalam siaran pers, Jumat (3/4/2025).

Humpuss Maritim (HUMI) Cetak Kenaikan Laba Bersih 10,59% Sepanjang 2024

Humpuss Maritim (HUMI) Cetak Kenaikan Laba Bersih 10,59% Sepanjang 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pelayaran, PT Humpuss Maritim InternasionalTbk. (HUMI) mencetak kenaikan laba bersih sebesar 10,59% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi US$11,5 juta pada 2024.

Berdasarkan laporan keuangan HUMI, laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$11,5 juta pada 2024, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar US$10,4 juta pada 2023.

Sejalan dengan itu, pendapatan HUMI dari kontrak dengan pelanggan tercatat meningkat 20,02% YoY dari US$106,3 juta pada 2023 menjadi US$127,6 juta pada 2024.

Teladan Prima Agro (TLDN) Bidik Kenaikan Pendapatan 10% pada 2025

Teladan Prima Agro (TLDN) Bidik Kenaikan Pendapatan 10% pada 2025

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten kelapa sawit yang terafiliasi dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, PT Teladan Prima AgroTbk. (TLDN) membidik target pertumbuhan pendapatan 10% pada 2025. 

Pada 2024, perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 5,1% dibandingkan dengan 2023 menjadi Rp4,21 triliun. Peningkatan itu didorong oleh naiknya harga jual rata-rata crude palm oil (CPO) dan PK sepanjang tahun.

“Dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global, regional, dan domestik, serta dinamika industri dan prospek usaha sepanjang 2024, perseroan memperkirakan kenaikan pendapatan sebesar 10% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya,” tulis manajemen TLDN dalam Laporan Tahunan 2024 yang dikutip Jumat (4/4/2025). 

Emiten RS Martua Sitorus (MTMH) Kantongi Pendapatan Rp1,06 Triliun pada 2024

Emiten RS Martua Sitorus (MTMH) Kantongi Pendapatan Rp1,06 Triliun pada 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten rumah sakit milik konglomerat Martua Sitorus, PT Murni Sadar Tbk. (MTMH) membukukan pendapatan Rp1,06 triliun sepanjang 2024 dan berbalik laba. 

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2024, pendapatan MTMH itu meningkat 15,85% dari Rp921,91 miliar pada 2023. 

Pendapatan MTMH berasal dari kamar dan layanan medis Rp422,19 miliar, obat dan perlengkapan medis Rp331,95 miliar, jasa tenaga medis Rp251,6 miliar, pendapatan administrasi dan lainnya Rp38,25 miliar, serta kamar operasi dan bersalin Rp32,02 miliar. Pada saat yang sama, MTMH mencatat diskon perawatan Rp8,26 miliar. 

Emiten Emas Peter Sondakh (ARCI) Cetak Laba Rp168,94 Miliar pada 2024

Emiten Emas Peter Sondakh (ARCI) Cetak Laba Rp168,94 Miliar pada 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten tambang emas milik konglomerat Peter Sondakh, PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) membukukan penurunan laba bersih meski pendapatan perseroan naik pada 2024. 

Berdasarkan laporan keuangan 2024 yang dikutip Kamis (3/4/2025), pendapatan dari kontrak dengan pelanggan ARCI tercatat sebesar US$287,61 juta. Raihan itu meningkat 15,21% dari US$249,63 juta pada 2023. 

Seluruh pendapatan ARCI pada 2024 berasal dari pasar domestik. Adapun, tiga pembeli utama emas perseroan ialah PT Swanim Murni Mulia US$139,61 juta, PT Untung Bersama Sejahtera US$74,66 juta, dan PT Indo Prosperity International US$37,2 juta. 

Emiten Ritel ACES Buka 4 Gerai Baru AZKO pada Kuartal I/2025

Emiten Ritel ACES Buka 4 Gerai Baru AZKO pada Kuartal I/2025

()

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten peritel, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) membuka empat toko Azko sepanjang kuartal I/2025. 

Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. Gregory S. Widjaja, menyampaikan perusahaan melakukan langkah strategis dengan meluncurkan AZKO pada awal 2025. 

“Ke depan, kami akan terus memperkuat ekosistem ritel yang terintegrasi dan memperluas jangkauan ke lebih banyak wilayah di Indonesia, baik secara fisik maupun omnichannel,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Kamis (3/4/2025). 

Melanjutkan strategi ekspansi yang efektif untuk menjangkau pelanggan baru di seluruh Indonesia, ACES telah membuka empat toko AZKO pada kuartal I/2025. Ekspansi itu termasuk melebarkan sayap hingga ke kawasan paling timur di Indonesia, Papua.