Laba Bank

Laba Bank Digital per 2024: Allo Bank Jawara, BCA Blu Paling Melesat

Laba Bank Digital per 2024: Allo Bank Jawara, BCA Blu Paling Melesat

()

Bisnis.com, JAKARTA – Perbankan digital di Indonesia masih membukukan kinerja positif sepanjang 2024. Sebagian besar bank mencatatkan pertumbuhan laba positif di tengah beragam tantangan perekonomian.

Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital nasional tumbuh signifikan pada Februari 2025. Pembayaran digital yang terdiri dari aplikasi perbankan mobile banking dan internet banking mencapai 3,38 miliar transaksi, tumbuh 31,21% secara tahunan atau year on year (YoY) hingga bulan kedua tahun ini. 

Bank Amar Catat Laba Rp214,99 Miliar, Tumbuh 43% per 2024

Bank Amar Catat Laba Rp214,99 Miliar, Tumbuh 43% per 2024

()

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) membukukan laba bersih senilai Rp214,99 miliar pada 2024, tumbuh 20,8% secara tahunan (year on year/YoY) dari Rp177,97 miliar pada 2023.

Presiden Direktur Bank Amar Vishal Tulsian memaparkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih dan pendapatan non-bunga yang melonjak dibandingkan tahun sebelumnya.

"Keberhasilan ini merupakan bukti dari strategi kami yang mengedepankan inovasi digital dan komitmen mendukung UMKM dalam memperluas akses keuangan," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (9/4/2025).

CIMB Group Bukukan Laba Rp29,7 Triliun pada 2024, Naik 10,4% YoY

CIMB Group Bukukan Laba Rp29,7 Triliun pada 2024, Naik 10,4% YoY

()

Bisnis.com, JAKARTA – CIMB Group Holdings Berhad yang merupakan pemilik PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) membukukan laba sebesar 7,91 miliar ringgit Malaysia atau sekitar Rp29,7 triliun (asumsi kurs Rp3.762 per 1 MYR) pada 2024.

Realisasi itu naik sebesar 10,4% secara tahunan (year on year/YoY) dari 7,16 miliar ringgit Malaysia pada 2023.

Berdasarkan publikasi di Harian Bisnis Indonesia pada Selasa (8/4/2024), pendapatan bunga bersih (net interest income/NII after modification loss) CIMB Group naik dari 11,08 miliar ringgit Malaysia menjadi 11,36 miliar ringgit Malaysia (Rp42,75 triliun) sepanjang periode yang sama.