&lt;?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0"><channel><title>SwaraFakta - Baca berita terbaru hari ini</title><link>https://swarafakta.my.id/</link><description>SwaraFakta - Berita hukum, politik, ekonomi indonesia terbaru</description><generator>Hugo -- https://gohugo.io/</generator><lastBuildDate>Sun, 13 Apr 2025 07:20:06 WITA</lastBuildDate><language>id</language><item><title>Harga Kedelai Impor di Sragen Perlahan Naik Imbas Melemahnya Nilai Rupiah</title><link>https://swarafakta.my.id/berita/harga-kedelai-impor-di-sragen-perlahan-naik-imbas-melemahnya-nilai-rupiah-08ecb/</link><pubDate>Sat, 12 Apr 2025 05:11:13 UTC</pubDate><guid>https://swarafakta.my.id/berita/harga-kedelai-impor-di-sragen-perlahan-naik-imbas-melemahnya-nilai-rupiah-08ecb/</guid><media:content url="https://asset.kompas.com/crops/cxNzmiEmNE4SlCpWqa5J9J5hsXU=/192x130:1728x1155/1200x800/data/photo/2022/08/30/630e2fbf71763.jpg" medium="image"/><description><p>SRAGEN, KOMPAS.com - Harga kedelai impor di Sragen, Jawa Tengah (Jateng) perlahan naik imbas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada Senin (7/5/2025) lalu.</p><p>Dalam 5 hari terakhir, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Sragen mulai melakukan pemantauan intensif terhadap bahan baku pembuatan tahu dan tempe tersebut.</p><p>Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Dinas Koperasi UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Sragen, R Widya Budi Mudhita, mengungkapkan bahwa belum terjadi kenaikan signifikan terhadap barang impor hasil pertanian pasca-melemahnya rupiah.</p></description></item></channel></rss>