Migas

Mengejar Megaproyek Abadi Masela Usai 26 Tahun Jalan di Tempat

Mengejar Megaproyek Abadi Masela Usai 26 Tahun Jalan di Tempat

()

Bisnis.com, JAKARTA — Percepatan pengembangan proyek LNG Abadi Blok Masela terus dikejar seiring meningkatnya kebutuhan gas dalam negeri. Pemerintah mendesak operator, Inpex Masela Ltd., untuk mempercepat produksi proyek migas raksasa di Laut Arafura itu sebelum 2030.

Proyek Lapangan Abadi Masela belum juga berproduksi sejak Inpex memperoleh hak pengelolaan pada November 1998 atau sekitar 26 tahun lalu. Proyek ini sempat tersendat beberapa kali karena sejumlah permasalahan, mulai dari perubahan rencana pembangunan kilang LNG di lepas pantai menjadi di darat hingga hengkangnya Shell dari proyek tersebut.

Bahlil Sebut Kebijakan Tarif Trump Dinamika Biasa: Jangan Dianggap Wah

Bahlil Sebut Kebijakan Tarif Trump Dinamika Biasa: Jangan Dianggap Wah

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menilai pengenaan tarif impor timbal balik (reciprocal tariff) sebesar 32% dari Amerika Serikat (AS) kepada RI merupakan dinamika biasa.

Oleh karena itu, dia berpendapat kebijakan yang memicu perang dagang itu bukan sesuatu yang amat besar.

"Jadi betul bahwa ada terjadi perang dagang, tapi ini jangan juga dianggap sesuatu seolah-olah wah banget, biasa saja dinamika," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (9/4/2025).

Respons Pengusaha Soal Rencana Tambah Impor Kapas-Gandum dari AS

Respons Pengusaha Soal Rencana Tambah Impor Kapas-Gandum dari AS

()

Bisnis.com, JAKARTA — Dunia usaha mengungkap pemerintah akan meningkatkan keran impor komoditas minyak dan gas (migas), kapas, hingga gandum dari Amerika Serikat (AS). Namun, importasi ini dipastikan tidak akan mengganggu industri dalam negeri.

Langkah ini dilakukan untuk menegosiasikan kebijakan tarif timbal balik alias resiprokal yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump terhadap Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah berupaya mencari jalan keluar untuk mengurangi neraca perdagangan AS—Indonesia yang defisit. Alhasil, Indonesia menjadi salah satu negara yang dikenakan tarif resiprokal tinggi, yakni 32%.

Medco Energi (MEDC) Siapkan Rp1,89 Triliun, Bayar Utang Obligasi

Medco Energi (MEDC) Siapkan Rp1,89 Triliun, Bayar Utang Obligasi

()

Bisnis.com, JAKARTA – PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) menyiapkan dana sebesar Rp1,89 triliun untuk melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2022 Seri A yang akan jatuh tempo pada 26 Juli 2025. 

Direktur Keuangan Medco Energi Internasional Anthony R. Mathias mengatakan bahwa dana untuk pembayaran obligasi tersebut sudah ditempatkan di rekening escrow, sedangkan dana pembayaran kupon ditaruh di rekening giro perusahaan. 

“Dana untuk pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2022 Seri A berasal dari hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2025 pada bulan Januari 2025 lalu,” ujarnya, Senin (7/4/2025).

Harga Minyak WTI Anjlok ke Bawah US$60 per Barel Terimbas Produksi OPEC+ dan Tarif Trump

Harga Minyak WTI Anjlok ke Bawah US$60 per Barel Terimbas Produksi OPEC+ dan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak mentah di pasar komoditas global terus anjlok pada perdagangan Senin (7/4/2025) setelah memanasnya perang dagang dan keputusan Arab Saudi memangkas harga minyak mereka. 

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (7/4/2025) hingga pukul 06.30 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) anjlok ke level di bawah US$60 per barel. 

Minyak WTI turun 2,21 poin atau 3,57% ke posisi US$59,78 per barel. Sementara itu, minyak Brent merosot 2,21 poin atau 3,37% ke level US$63,37 per barel. 

Gerak Harga Minyak Usai Trump Umumkan Tarif Impor Jumbo

Gerak Harga Minyak Usai Trump Umumkan Tarif Impor Jumbo

()

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak dunia terpantau anjlok pada perdagangan Kamis (3/4/2025) setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif timbal balik pada mitra dagang. Penurunan harga minyak itu seiring kekhawatiran baru bahwa perang dagang global dapat mengurangi permintaan minyak mentah.

Melansir Reuters, harga minyak mentah jenis Brent turun US$1,97, atau 2,63%, menjadi US$72,98 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate AS juga turun US$1,98, atau 2,76%, menjadi US$69,73 per barel.

Harga Emas Hari Ini (3/4) Melonjak, Minyak Hingga Kopi Terdampak Kebijakan Tarif Trump

Harga Emas Hari Ini (3/4) Melonjak, Minyak Hingga Kopi Terdampak Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Pengumuman tarif timbal balik dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas barang impor ke AS memicu anjloknya harga minyak, sementara harga emas naik ke rekor baru.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (3/4/2025) setelah ketetapan tarif Trump, Gedung Putih mengeluarkan lembar fakta yang mengatakan impor baja, aluminium, emas, dan tembaga tidak akan dikenakan tarif timbal balik, yang memberikan setidaknya sedikit keringanan bagi pembeli domestik yang telah menanggung biaya sebelumya sebesar 25%.