&lt;?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0"><channel><title>SwaraFakta - Baca berita terbaru hari ini</title><link>https://swarafakta.my.id/</link><description>SwaraFakta - Berita hukum, politik, ekonomi indonesia terbaru</description><generator>Hugo -- https://gohugo.io/</generator><lastBuildDate>Sun, 13 Apr 2025 07:20:06 WITA</lastBuildDate><language>id</language><item><title>Penonton Film Layar Tancap di Lebak Bulus Tak Seramai Dulu</title><link>https://swarafakta.my.id/berita/penonton-film-layar-tancap-di-lebak-bulus-tak-seramai-dulu-84561/</link><pubDate>Wed, 09 Apr 2025 09:49:55 UTC</pubDate><guid>https://swarafakta.my.id/berita/penonton-film-layar-tancap-di-lebak-bulus-tak-seramai-dulu-84561/</guid><media:content url="https://asset.kompas.com/crops/RvvRV5OeEyGwptFi3UvgnJ9W7vI=/0x0:0x0/1200x800/data/photo/2025/04/09/67f63c2f4a605.jpeg" medium="image"/><description><p>JAKARTA, KOMPAS.com - Penonton film layar tancap di kawasan Waduk Lebak Bulus, Jakarta Selatan sudah tidak ramai dibandingkan zaman dulu.</p><p>Anggota Operator Film (Operfi), Soleh (53) mengatakan jumlah penonton layar tancap yang ia jalankan tak menentu. </p><p>Saat dirinya masih kecil, dia sering menghabiskan waktunya untuk duduk dan menonton film dari layar tancap di dekat rumahnya. Di sana, audiens film selalu tampak ramai.</p><p>Film mulai diputar sejak pukul 7 malam hingga pukul 4 pagi, dan audiens masih tampak ramai. Namun, keadaan serupa cukup sulit ditemukan saat ini.</p></description></item></channel></rss>