&lt;?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0"><channel><title>SwaraFakta - Baca berita terbaru hari ini</title><link>https://swarafakta.my.id/</link><description>SwaraFakta - Berita hukum, politik, ekonomi indonesia terbaru</description><generator>Hugo -- https://gohugo.io/</generator><lastBuildDate>Sun, 13 Apr 2025 07:20:07 WITA</lastBuildDate><language>id</language><item><title>Haedar Nashir: Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jangan Ikut-ikutan Kasih Gelar Profesor Kehormatan</title><link>https://swarafakta.my.id/berita/haedar-nashir-perguruan-tinggi-muhammadiyah-jangan-ikut-ikutan-kasih-gelar-profesor-kehormatan-c0991/</link><pubDate>Thu, 10 Apr 2025 08:05:00 UTC</pubDate><guid>https://swarafakta.my.id/berita/haedar-nashir-perguruan-tinggi-muhammadiyah-jangan-ikut-ikutan-kasih-gelar-profesor-kehormatan-c0991/</guid><media:content url="https://asset.kompas.com/crops/HhhhRFaNP01fjyXZZ-u6OCjDLZI=/0x0:0x0/1200x800/data/photo/2025/04/10/67f75c56dca12.jpg" medium="image"/><description><p>PURWOKERTO, KOMPAS.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meminta Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia agar tidak mengobral gelar profesor kehormatan.</p><p>"Pesan kami, PTMA jangan ikut-ikutan kasih gelar profesor kehormatan," tegas Haedar dalam sambutannya saat pengukuhan Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Prof Dr Jebul Suroso sebagai guru besar, Kamis (10/4/2025).</p><p>Pasalnya, menurut Haedar, gelar profesor merupakan sebuah jabatan yang melekat dengan profesi dan institusinya.</p><p>"Ini pesan saya, biar pun belum ada SK-nya, anggap ini perintah ketum, demi marwah dan kekuatan PTMA," katanya lagi.</p></description></item></channel></rss>