&lt;?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0"><channel><title>SwaraFakta - Baca berita terbaru hari ini</title><link>https://swarafakta.my.id/</link><description>SwaraFakta - Berita hukum, politik, ekonomi indonesia terbaru</description><generator>Hugo -- https://gohugo.io/</generator><lastBuildDate>Sun, 13 Apr 2025 07:20:06 WITA</lastBuildDate><language>id</language><item><title>Jangkauan Penderita TBC Masih Lemah, Ini Perintah Gubernur Papua</title><link>https://swarafakta.my.id/berita/jangkauan-penderita-tbc-masih-lemah-ini-perintah-gubernur-papua-b2066/</link><pubDate>Fri, 11 Apr 2025 07:20:30 UTC</pubDate><guid>https://swarafakta.my.id/berita/jangkauan-penderita-tbc-masih-lemah-ini-perintah-gubernur-papua-b2066/</guid><media:content url="https://asset.kompas.com/crops/m96RIgln6N5SzeVwydWXuX6nDLw=/0x0:1017x678/1200x800/data/photo/2025/02/20/67b72b0dd193b.jpg" medium="image"/><description><p>JAYAPURA, KOMPAS.com - Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong meminta agar penanganan pasien dengan kasus Tuberkulosis (TBC) dapat dilakukan melalui pendekatan preventif.</p><p>Pendekatan ini, lanjut Ramses, mulai dari menemukan orangnya kemudian mengobati sampai sembuh.</p><p>“Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Papua di mana pada 2024 kasus TBC di Papua diperkirakan sebanyak 11. 645 kasus, akan tetapi baru ditemukan sebanyak 6.702 kasus atau 58 persen dari kasus yang diperkirakan tersebut,” kata Ramses, Jumat (11/4/2024).</p></description></item></channel></rss>