&lt;?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0"><channel><title>SwaraFakta - Baca berita terbaru hari ini</title><link>https://swarafakta.my.id/</link><description>SwaraFakta - Berita hukum, politik, ekonomi indonesia terbaru</description><generator>Hugo -- https://gohugo.io/</generator><lastBuildDate>Sun, 13 Apr 2025 07:20:07 WITA</lastBuildDate><language>id</language><item><title>Bentrokan Pilkada Puncak Jaya, Muncul Usul Pilkada Asimetris atau Lewat DPRD</title><link>https://swarafakta.my.id/berita/bentrokan-pilkada-puncak-jaya-muncul-usul-pilkada-asimetris-atau-lewat-dprd-b965e/</link><pubDate>Mon, 07 Apr 2025 06:47:46 UTC</pubDate><guid>https://swarafakta.my.id/berita/bentrokan-pilkada-puncak-jaya-muncul-usul-pilkada-asimetris-atau-lewat-dprd-b965e/</guid><media:content url="https://asset.kompas.com/crops/hZCf2uBrxwILshzv92tvOw3Fzds=/0x0:0x0/1200x800/data/photo/2025/04/06/67f26b7abd7c0.jpg" medium="image"/><description><p>JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda melempar wacana sistem pilkada asimetris atau mengembalikan pilkada ke DPRD, menyusul terjadinya bentrokan antarpendukung kandidat pilkada di Puncak Jaya, Papua Tengah.</p><p>Rifqi berpandangan, mekanisme pemilihan kepala daerah yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah perlu dipertimbangkan berkaca dari bentrok yang terjadi di Puncak Jaya.</p><p>“Apakah kemudian ide untuk menarik kembali Pilkada ke DPRD, atau kita melaksanakan Pilkada yang asimetris, dalam pengertian di setiap tempat itu berbeda cara dan mekanisme pemilihan kepala daerahnya tergantung dari berbagai macam variabel, termasuk tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Rifqinizamy saat dihubungi Kompas.com, Senin (7/4/2025).</p></description></item></channel></rss>