&lt;?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0"><channel><title>SwaraFakta - Baca berita terbaru hari ini</title><link>https://swarafakta.my.id/</link><description>SwaraFakta - Berita hukum, politik, ekonomi indonesia terbaru</description><generator>Hugo -- https://gohugo.io/</generator><lastBuildDate>Sun, 13 Apr 2025 07:20:07 WITA</lastBuildDate><language>id</language><item><title>Kemdiktisaintek Hormati Muhammadiyah Soal Larangan Pemberian Gelar Profesor Kehormatan</title><link>https://swarafakta.my.id/berita/kemdiktisaintek-hormati-muhammadiyah-soal-larangan-pemberian-gelar-profesor-kehormatan-57c65/</link><pubDate>Fri, 11 Apr 2025 12:53:32 UTC</pubDate><guid>https://swarafakta.my.id/berita/kemdiktisaintek-hormati-muhammadiyah-soal-larangan-pemberian-gelar-profesor-kehormatan-57c65/</guid><media:content url="https://asset.kompas.com/crops/HhhhRFaNP01fjyXZZ-u6OCjDLZI=/0x0:0x0/1200x800/data/photo/2025/04/10/67f75c56dca12.jpg" medium="image"/><description><p>JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Togar M. Simatupang menghormati sikap Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang melarang Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia agar tidak memberikan gelar profesor kehormatan.</p><p>Togar pun menjelaskan, payung hukum yang mengatur tentang pemberian gelar kehormatan telah termaktub dalam Permendikbud Nomor 40 Tahun 2012 dan Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2021.</p><p>"Pada aturan yang berlaku ada istilah &lsquo;dapat&rsquo;, jadi diperbolehkan bagi perguruan tinggi untuk tidak menjalankan program tersebut," kata Togar dilansir dari ANTARA, Jumat (11/4/2025).</p></description></item></channel></rss>