&lt;?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0"><channel><title>SwaraFakta - Baca berita terbaru hari ini</title><link>https://swarafakta.my.id/</link><description>SwaraFakta - Berita hukum, politik, ekonomi indonesia terbaru</description><generator>Hugo -- https://gohugo.io/</generator><lastBuildDate>Sun, 13 Apr 2025 07:20:07 WITA</lastBuildDate><language>id</language><item><title>Desa Tak Teraliri Listrik, Siswa di Pelosok NTT Harus Belajar Pakai Pelita</title><link>https://swarafakta.my.id/berita/desa-tak-teraliri-listrik-siswa-di-pelosok-ntt-harus-belajar-pakai-pelita-bf5d0/</link><pubDate>Fri, 11 Apr 2025 08:06:00 UTC</pubDate><guid>https://swarafakta.my.id/berita/desa-tak-teraliri-listrik-siswa-di-pelosok-ntt-harus-belajar-pakai-pelita-bf5d0/</guid><media:content url="https://asset.kompas.com/crops/95UQ7MdWWRs1XgHswrhy-EhmmtI=/0x0:0x0/1200x800/data/photo/2025/04/11/67f8c68fc3708.jpg" medium="image"/><description><p>LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Tiga kampung di Desa Watu Manggar, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum terjangkau jaringan listrik negara.</p><p>Warga di tiga kampung pelosok itu masih mengandalkan lampu pelita untuk penerangan malam hari. Sebagian warga menggunakan generator dan tenaga surya.</p><p>Bonefasius Yosdan, warga Desa Watu Manggar, menuturkan sudah sejak lama penduduk desa itu merindukan penerangan listrik negara.</p><p>"Desa Watu Manggar ada tiga kampung yakni Kampung Sangka, Londang dan Paurundang. Sampai sekarang belum terjangkau jaringan listrik negara," ungkap Yosdan saat dihubungi Jumat (11/4/2025) siang.</p></description></item></channel></rss>