Tarif As

Kepri Terancam Dampak Tarif AS, Kadin Khawatir Puluhan Ribu Pekerja Kehilangan Pekerjaan

Kepri Terancam Dampak Tarif AS, Kadin Khawatir Puluhan Ribu Pekerja Kehilangan Pekerjaan

()

JAKARTA, KOMPAS.com –  Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyuarakan kekhawatiran serius atas dampak kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) terhadap industri di Kepulauan Riau (Kepri), khususnya sektor manufaktur Solar PV.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Industri dan Proyek Strategis Nasional, Akhmad Ma’ruf, menyatakan, Kepri yang menyumbang 25 persen ekspor langsung ke AS berisiko mengalami kerugian besar jika pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret.

Menurutnya, dari 26 perusahaan manufaktur Solar PV yang beroperasi di Kepri, ekspor ke AS mencapai 350 juta dolar AS per bulan dan menyerap 10.000 tenaga kerja langsung serta 30.000 tenaga kerja tidak langsung.

Trump Umumkan Tarif Baru bagi Semua Negara

Trump Umumkan Tarif Baru bagi Semua Negara

()

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Minggu (30/3/2025) bahwa tarif baru akan dikenakan kepada semua negara.

Dalam rencananya, Trump menjanjikan "Hari Pembebasan" pada 2 April, di mana ia akan mengumumkan pungutan timbal balik untuk mengatasi praktik perdagangan yang dianggap tidak adil oleh pemerintahannya.

"Anda akan mulai dengan semua negara, jadi mari kita lihat apa yang terjadi," ujar Trump kepada wartawan di dalam Air Force One.

Pernyataan ini menunjukkan, harapan untuk pengurangan pungutan atau penargetan kelompok tertentu dengan ketidakseimbangan perdagangan tampaknya akan pupus.