Tarif Impor

Prabowo Ancang-ancang Longgarkan TKDN, Angin Segar Industri atau Bumerang?

Prabowo Ancang-ancang Longgarkan TKDN, Angin Segar Industri atau Bumerang?

()

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto berencana melonggarkan aturan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN industri di tengah tekanan perang dagang global. Ketentuan TKDN yang lebih fleksibel dan realistis diyakini dapat meningkatkan daya saing industri nasional.

TKDN merupakan kebijakan yang dirancang untuk mendorong penggunaan produk lokal dalam berbagai sektor industri di Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan industri dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Namun, tak jarang kebijakan TKDN justru dinilai menghambat investasi. Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu negara yang vokal menyuarakan kritiknya terhadap kebijakan ini.

Diancam Tarif 104% oleh Trump, China Sebut Punya Segudang Kebijakan Antisipatif

Diancam Tarif 104% oleh Trump, China Sebut Punya Segudang Kebijakan Antisipatif

()

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri China Li Qiang mengatakan negaranya memiliki banyak perangkat kebijakan untuk "sepenuhnya mengimbangi" guncangan eksternal yang negatif, terutama dari kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dia juga menegaskan kembali optimismenya tentang pertumbuhan ekonomi China pada 2025 ditengah ancaman tarif terbaru dari Trump yang dapat mencapai sebesar 104%.

Melansir Bloomberg pada Rabu (9/4/2025), dalam panggilan telepon dengan Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen pada Selasa waktu setempat, Li mengatakan kebijakan ekonomi makro China tahun ini telah sepenuhnya memperhitungkan berbagai ketidakpastian. 

ADB: Negara-Negara Asia Paling Terdampak Kebijakan Tarif Trump

ADB: Negara-Negara Asia Paling Terdampak Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar Asia akan menjadi kawasan yang paling terdampak negatif dari kebijakan tarif impor yang dikeluarkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Melansir Bloomberg pada Rabu (9/4/2025), Asian Development Bank (ADB) mengatakan tarif AS akan memangkas pertumbuhan di kawasan tersebut hingga sepertiga poin persentase pada 2025 dan satu poin persentase penuh pada 2026. 

Seiring dengan hal tersebut, ADB akan memangkas angka proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk kawasan Asia pada laporannya untuk periode Juli mendatang.

Rupiah Dibuka Jeblok, Dekati Level Rp17.000 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Jeblok, Dekati Level Rp17.000 per Dolar AS

()

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (9/4/2025) mendekati level Rp17.000 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 0,39% atau 66 poin ke level Rp16.957 pada pukul 09.10 WIB. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau turun 0,55% ke level 102,39.

Sama seperti rupiah, sejumlah mata uang Asia mengalami pelemahan. Yuan China misalnya melemah 0,13%, rupee India melemah 0,49%, dolar Taiwan melemah 0,14%, peso Filipina melemah 0,23%, dan ringgit Malaysia melemah 0,05%.

Strategi ’Pak Pok’ Prabowo dan Komunike Asean Melawan Tarif Trump

Strategi ’Pak Pok’ Prabowo dan Komunike Asean Melawan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan memilih pendekatan negosiasi dibanding dengan tindakan pembalasan untuk menghadapi kebijakan tarif terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dalam menghadapi tarif Trump tersebut, Prabowo mengungkapkan akan menggunakan strategi ’Pak Pok’, yang dapat diartikan strategi adil.

”Kita bisa bikin pak pok, pak pok ada istilah bisnis bisa ya? Saya sudah tugaskan Menko Perekonomian dan Pak Luhut untuk bernegosiasi. Kita bisa bikin pak pok. Saya tawarin mereka pak pok, US$17 miliar surplus kita, US$17 miliar kita beli dari Amerika," ucap Prabowo dalam acara Sarasehan Ekonomi, Selasa (8/4/2025).

Warga AS Ramai-Ramai Timbun Barang Jelang Penerapan Tarif Trump

Warga AS Ramai-Ramai Timbun Barang Jelang Penerapan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA – Kekhawatiran akan lonjakan harga akibat kebijakan tarif terbaru Presiden Donald Trump mendorong sejumlah konsumen di Amerika Serikat (AS) untuk menimbun barang kebutuhan pokok dan barang tahan lama.

Melansir Reuters, Rabu (9/4/2025), Thomas Jennings, warga New Jersey, tampak sibuk mendorong kereta belanja di salah satu Walmart Supercenter. Ia membeli berbagai produk dua kali lipat lebih banyak dari biasanya, mulai dari jus, bumbu, hingga tepung dan makanan kaleng.

“Saya berusaha menyetok sebanyak mungkin sebelum tarif baru mulai berlaku Rabu ini,” ujarnya. Sebelumnya, ia juga membeli gula, tepung, dan air dalam jumlah besar di Costco.

Keran Impor untuk AS Dibuka, Daya Saing Produk Lokal Bagaimana?

Keran Impor untuk AS Dibuka, Daya Saing Produk Lokal Bagaimana?

()

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah konsekuensi menanti jika Indonesia merelaksasi aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) terhadap produk Amerika Serikat (AS). Salah satunya adalah Indonesia berpotensi makin bergantung dengan produk impor dari Negeri Paman Sam tersebut. 

Senior Consultant dan Analis Pasar Smartphone dari Reasense, Aryo Meidianto Aji mengatakan bahwa relaksasi ketentuan TKDN dapat meningkatkan ketergantungan pada komponen impor, yang berisiko menghambat pengembangan industri lokal dan inovasi. 

Aryo menuturkan, kebijakan TKDN yang sebelumnya ada memberikan insentif bagi industri lokal untuk menciptakan komponen-komponen ponsel yang diproduksi di dalam negeri. 

Strategi Prabowo Atasi Tarif Trump: Negosiasi dan Cari Pasar Baru

Strategi Prabowo Atasi Tarif Trump: Negosiasi dan Cari Pasar Baru

()

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga hari pasca Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif impor untuk Indonesia sebesar 32 persen, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan langkah-langkah dalam menyikapi kebijakan tersebut.

Di hadapan enam pemimpin redaksi media yang diundangnya ke Padepokan Garuda Yaksa, Kabupaten Bogor, pada Minggu (6/4/2025), Prabowo mengatakan bahwa dirinya mengutus Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto untuk terbang ke AS untuk menegosiasikan tarif impor itu.

Selain itu, bagaimana sikap Prabowo dalam menyikapi tarif impor Trump sebesar 32 persen untuk Indonesia. Simak petikan wawancaranya berikut ini

Harapan Penundaan Tarif Trump Pupus, Wall Street Anjlok

Harapan Penundaan Tarif Trump Pupus, Wall Street Anjlok

()

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) anjlok dengan indeks S&P 500 ditutup di bawah ambang psikologis 5.000 poin pada Selasa (8/4/2025), pertama kalinya dalam hampir setahun.

Melansir Reuters, Rabu (9/4/2025), indeks S&P 500 ditutup melemah 79,48 poin atau 1,57% ke level 4.982,77, penutupan pertama di bawah 5.000 sejak 19 April 2024. Indeks Dow Jones terkoreksi 320,01 poin, sementara Nasdaq merosot 335,35 poin atau 2,15% ke posisi 15.267,91.

Indeks Volatilitas CBOE, yang menjadi barometer kekhawatiran investor di Wall Street, melonjak ke level 52,33, titik tertingginya sejak Maret 2020, dan memperpanjang reli selama empat hari berturut-turut.

Donald Trump Bakal Kenakan Tarif Impor 104% ke China, Negosiasi Sulit Tercapai

Donald Trump Bakal Kenakan Tarif Impor 104% ke China, Negosiasi Sulit Tercapai

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Amerika Serikat memberikan sinyal bahwa tidak tercapai kesepakatan dengan China dalam negosiasi tarif impor. Alhasil, China berisiko terkena tarif Trump sebesar 104%.

Dilansir dari Bloomberg, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghabiskan jam-jam terakhir untuk menyusun negosiasi dengan sejumlah negara, terutama sekutu-sekutu AS, sebelum tarif impor yang luas berlaku pada Rabu (9/4/2025) pukul 12.01 AM EDT (Eastern Daylight Time, waktu Amerika Utara) atau pukul 11.01 WIB.

SBY: Strategi RI Negosiasi Tarif Trump Sudah Tepat

SBY: Strategi RI Negosiasi Tarif Trump Sudah Tepat

()

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengapresiasi langkah pemerintah dalam merespons kebijakan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump.

SBY menyatakan bahwa pemilihan langkah negosiasi sudah tepat dibandingkan dengan retaliasi atau tindakan pembalasan dalam merespons tarif Trump.

"Kebijakan dan langkah-langkah yang dijalankan oleh pemerintah menghadapi 32% tarif yang dikenakan oleh Presiden AS Donald Trump, saya nilai baik dan tepat. Lebih memilih negosiasi daripada retaliasi," ujar SBY di akun X @SBYudhoyono, Selasa (8/4/2025).

Ternyata AS Sudah Wanti-wanti RI Soal Balasan TKDN, Imbas Polemik Apple?

Ternyata AS Sudah Wanti-wanti RI Soal Balasan TKDN, Imbas Polemik Apple?

()

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya sempat memberikan kritik pedas terhadap kebijakan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN yang diterapkan Indonesia. Aturan TKDN untuk produk impor merupakan hambatan non-tarif atau non-tariff measures (NTM). 

Kritik tersebut dilontarkan oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada 13 Februari 2025 lalu lewat siaran TV Foxx News. Dalam sesi interview tersebut, Bessent blak-blakan tak segan untuk memberikan ‘balasan’ atas kebijakan suatu negara yang dinilai menghambat penjualan produk AS di negara tersebut. 

Luhut: Ekspor Perikanan-Tekstil RI ke AS Bakal Turun Imbas Tarif Trump

Luhut: Ekspor Perikanan-Tekstil RI ke AS Bakal Turun Imbas Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memperkirakan kebijakan tarif impor yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Indonesia sebesar 32% akan memengaruhi sejumlah sektor industri.

Pada Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI, Selasa (8/4/2025), Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyebut secara agregat tarif impor yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump mulai 9 April 2025 itu akan berdampak terbatas kepada kinerja ekspor Indonesia. 

Namun demikian, Luhut mengungkap sejumlah sektor usaha akan terdampak pada sisi ekspor ke AS. Salah satunya perikanan. 

Inilah Skenario Menkeu Sri Hadapi Tarif Trump, Siapkan 5 Langkah

Inilah Skenario Menkeu Sri Hadapi Tarif Trump, Siapkan 5 Langkah

()

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan siap memberikan diskon tarif PPh impor hingga bea masuk produk-produk asal AS.

Langkah tersebut merupakan respons pemerintah atas keputusan Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tarif sebesar 32% untuk produk-produk asal Indonesia. Dengan demikian, pemerintah tidak ingin mengambil langkah retaliasi, melainkan negosiasi.

Sri Mulyani menjelaskan, setidaknya ada lima langkah kebijakan fiskal yang bisa diambil pemerintah untuk menegosiasikan hingga meredam efek negatif dari tarif Trump.

Reaktivasi 10.000 Sumur Migas, Prabowo Mau Impor Rig dari AS

Reaktivasi 10.000 Sumur Migas, Prabowo Mau Impor Rig dari AS

()

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto berjanji akan membeli drilling rig atau peralatan yang digunakan untuk mengebor sumur minyak dan gas bumi (migas) dari Amerika Serikat (AS).Hal ini sebagai respons penerapan tarif impor timbal balik (reciprocal tariff) sebesar 32% dari Presiden AS Donald Trump kepada RI.Prabowo mengatakan pihaknya siap saja mengambil langkah win-win solution dengan Negeri Paman Sam. Salah satunya dengan meningkatkan impor dari AS.Dengan begitu, defisit dagang AS dari Indonesia bisa berkurang. Harapannya, AS dapat melunakan kebijakan tarif kepada AS. Maklum, hal ini merupakan salah satu yang dipermasalahkan oleh Presiden AS Donald Trump."Kita butuh alat-alat, teknologi, rig-rig drilling dari mereka [AS]. Kita akan buka 10.000 sumur lama dengan teknologi baru," kata Prabowo dalam acara Sarasehan Ekonomi 2025 di Jakarta, Selasa (8/3/2025).Selain itu, Prabowo juga mengatakan, pihaknya siap melakukan impor minyak dan gas bumi (migas) senilai US$9 miliar dari AS. "Apa yang kita butuh dari AS? Kita butuh LPG US$9 miliar, minyak BBM, kita bisa impor lagi US$9 miliar lagi," tuturnya.Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah RI juga akan meningkatkan impor gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dari AS sebagai respons kebijakan tarif resiprokal.Dia menjelaskan, pemerintah memastikan untuk memilih pendekatan negosiasi dibanding dengan tindakan pembalasan untuk menghadapi kebijakan tarif terbaru AS."Dengan pembicaraan dengan Menteri ESDM, juga kita arahan presiden kita bisa membeli LPG dan LNG dari AS," kata Airlangga.

Sri Mulyani Sebut Pembiayaan APBN Naik, Frontloading Buat Antisipasi Kebijakan Trump

Sri Mulyani Sebut Pembiayaan APBN Naik, Frontloading Buat Antisipasi Kebijakan Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pemerintah telah mengantisipasi berbagai potensi disrupsi yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan strategi frontloading APBN 2025. 

Untuk diketahui, frontloading merujuk pada strategi pembiayaan APBN khususnya dengan penerbitan surat utang pemerintah dalam porsi yang signifikan di awal-awal tahun fiskal. 

Pada 2025 ini, Sri Mulyani mencatat bahwa frontloading telah dilakukan untuk mengantisipasi berbagai disrupsi global yang dipicu oleh kebijakan Donald Trump. Benar saja, pada 1 April lalu Trump mengumumkan kebijakan tarif impor dan Indonesia diganjar tarif 32%. 

Alasan di Balik Lolosnya Rusia dan Belarusia dari Tarif Trump, Tak Semata karena Sanksi

Alasan di Balik Lolosnya Rusia dan Belarusia dari Tarif Trump, Tak Semata karena Sanksi

()

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengguncang perdagangan global dengan mengumumkan tarif timbal balik atau reciprocal tariffs terhadap impor dari 185 negara.

Namun ada yang mencolok dari tarif ini. Rusia dan sekutunya, Belarus, justru lolos dari daftar impor tersebut. Sebaliknya, Ukraina malah masuk daftar sasaran.

Melansir DW, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa sanksi-sanksi yang sudah berjalan membuat perdagangan dengan Rusia praktis tak lagi ada. Setelah invasi Rusia ke Ukraina, AS dan sekutunya di Eropa memang memperketat sanksi terhadap Moskow.

Prabowo Minta Aturan TKDN Diubah: Realistis Aja, Tak Usah Dipaksakan

Prabowo Minta Aturan TKDN Diubah: Realistis Aja, Tak Usah Dipaksakan

()

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengarahkan seluruh anggota kabinetnya untuk membuat aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih fleksibel dan realitis. 

Orang nomor satu di Indonesia itu justru khawatir apabila TKDN dipaksakan dapat berpotensi memicu penurunan daya saing industri. Meskipun dia mengakui kebijakan TKDN diberlakukan dengan niat baik dan demi kepentingan bangsa. 

"Tapi kita harus realistis, TKDN dipaksakan akhirnya kita kalah kompetitif. TKDN fleksibel saja lah, mungkin diganti dengan insentif," kata Prabowo dalam agenda Sarasehan Ekonomi, Selasa (8/4/2025). 

Ramai Pasar Saham Trading Halt, Ini Ketentuannya di Bursa Regional

Ramai Pasar Saham Trading Halt, Ini Ketentuannya di Bursa Regional

()

Bisnis.com, JAKARTA - Pembekuan sementara perdagangan saham atau trading halt mewarnai bursa di kawasan Asia Pasifik pada awal pekan ini. Tak hanya Bursa Efek Indonesia (BEI), pasar saham di Jepang hingga Korea Selatan sudah lebih dulu mengerem perdagangan saham ketika harga jatuh terlalu dalam.

Adapun, perang dagang yang berlarut-larut lewat penerapan tarif impor dari Amerika Serikat menjadi momok di pasar saham. Sejumlah negara yang bahkan terbilang jarang memberlakukan trading halt pun kini terpantau menghentikan sementara perdagangan karena volatilitas terlalu tinggi dipicu aksi jual besar-besaran (panic selling).

SBY Nilai Strategi Prabowo Hadapi Kebijakan Tarif Trump Sudah Tepat

SBY Nilai Strategi Prabowo Hadapi Kebijakan Tarif Trump Sudah Tepat

()

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden ke-5 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam menghadapi kebijakan impor Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Indonesia sudah tepat.

"Kebijakan dan langkah-langkah yang dijalankan oleh pemerintah menghadapi 32 persen tarif yang dikenakan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, saya nilai baik dan tepat. Lebih memilih negosiasi daripada retaliasi," kata SBY dikutip dari akun X, @SBYudhoyono, Selasa (8/4/2025).

SBY menyebut strategi yang dilakukan Prabowo adalah dual track strategy.

Seribu Satu Cara RI Mau Tekan Surplus Perdagangan dengan AS

Seribu Satu Cara RI Mau Tekan Surplus Perdagangan dengan AS

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap rencana pembelian sejumlah komoditas seperti biji kedelai dan gandum dari Amerika Serikat (AS) guna menekan surplus perdagangan antara kedua negara.

Airlangga menjelaskan, dengan pengenaan tarif 32% oleh Presiden AS Donald Trump pemerintah Indonesia telah merencanakan pembelian sejumlah komoditas. Pembelian komoditas akan dilakukan mulai dari produk pertanian hingga sektor minyak dan gas.

"Presiden telah menyetujui pembelian produk pertanian dari AS seperti biji kedelai dan gandum—yang tidak diproduksi di dalam negeri—untuk menjaga keseimbangan neraca dagang. Pemerintah juga akan membeli LPG dan LNG dari AS melalui relokasi, bukan penambahan volume, sehingga tidak membebani APBN," jelas Airlangga dalam acara Sarasehan Ekonomi Nasional di Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Nego Tarif Trump, Pengusaha Tekstil Usul Tambah Porsi Impor Kapas AS jadi 50%

Nego Tarif Trump, Pengusaha Tekstil Usul Tambah Porsi Impor Kapas AS jadi 50%

()

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengusulkan peningkatan porsi impor kapas dari Amerika Serikat (AS) hingga 50% untuk memasok bahan baku industri dalam negeri. Saat ini, impor kapas dari AS hanya 17% dari total kapas yang diimpor Indonesia. 

Ketua Umum API Jemmy Kartiwa mengatakan, peningkatan impor kapas dapat menjadi solusi potensial yang dapat dieksplorasi untuk menekan dampak resiprokal tarif impor yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump. 

"Opsi yang menjanjikan adalah menawarkan peningkatan pembelian kapas dari Amerika Serikat yang saat ini hanya 17% dari total pembelian kapas Indonesia menjadi 50%," kata Jemmy dalam Sarasehan Ekonomi, Selasa (8/4/2025). 

Airlangga Pastikan Produk Furnitur RI Tak Kena Tarif Trump 32%

Airlangga Pastikan Produk Furnitur RI Tak Kena Tarif Trump 32%

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, furnitur tak akan terkena tarif impor timbal balik atau resiprokal sebesar 32% dari Amerika Serikat (AS).Dengan kata lain, ekspor furnitur ke Negeri Paman Sam tidak akan dikenakan tarif resiprokal. Airlangga mengatakan, furnitur masuk pengecualian dari kebijakan Presiden AS Donald Trump lantaran AS masih membutuhkan pasar alternatif untuk pasokan komoditas tersebut.

"Furnitur tidak dikenakan tarif tinggi karena timber [kayu] AS sedang perang dengan Kanada sehingga butuh sumber alternatif," kata Airlangga dalam acara Sarasehan Ekonomi 2025 di Jakarta, Selasa (8/3/2025).

Luhut soal Dampak Tarif Trump ke RI: Tak Perlu Khawatir Berlebihan

Luhut soal Dampak Tarif Trump ke RI: Tak Perlu Khawatir Berlebihan

()

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Pandjaitan, menyatakan bahwa dampak dari kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Indonesia relatif kecil. 

Dia menyebut bahwa DEN telah melakukan simulasi terhadap potensi pengaruh kebijakan tarif Trump tersebut terhadap perekonomian nasional dan menemukan bahwa meskipun ada tekanan, tapi dampaknya tidak signifikan.

Hal ini disampaikan Luhut pada agenda Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia dan di depan jajaran investor, ekonom, hingga pelaku usaha lintas sektor di Ruang Assembly Hall, Lantai 9. Menara Mandiri Sudirman, Jl. Jenderal Sudirman No. 54-55, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (8/4/2025). 

Airlangga Jelaskan Alasan Trump Hukum RI dan Negara-negara Asean dengan Tarif Tinggi

Airlangga Jelaskan Alasan Trump Hukum RI dan Negara-negara Asean dengan Tarif Tinggi

()

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini besarnya surplus neraca perdagangan negara-negara Asean menjadi penyebab Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif tinggi.

Airlangga menjelaskan, Asean merupakan klaster kawasan yang memberi defisit neraca perdagangan terbesar kedua ke Amerika Serikat (AS), yakni sebesar US$239,9 miliar. Dalam konteks ini, Asean hanya kalah dari China.

Perinciannya, Vietnam memberi andil terhadap defisit neraca perdagangan AS sebesar US$129,4 miliar, Thailand sebesar US$48,3 miliar, Malaysia sebesar US$26,1 miliar, dan Indonesia sebesar US$19,3 miliar.

Imbas Tarif Trump, Menkeu: Ini Perang Bersama

Imbas Tarif Trump, Menkeu: Ini Perang Bersama

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut sejumlah peluang dan tantangan yang dihadapi Indonesia akibat gejolak ekonomi dari kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Sri Mulyani memaparkan, kebijakan tarif Trump memunculkan peluang terjadinya pengalihan perdagangan atau trade diversion. Dia menuturkan, Indonesia memiliki peluang menjadi tujuan ekspor atau investasi alternatif di tengah kondisi ketidakpastian akibat tarif Trump.

Dia menyampaikan, saat ini nilai perdagangan dunia — termasuk Amerika Serikat dan China — hanya mencakup sekitar 25% dari total perdagangan global. Menteri Sri mencontohkan, Indonesia memiliki peluang mengambil alih porsi ekspor dari negara-negara yang dikenakan tarif lebih besar seperti Vietnam, Bangladesh, Thailand, dan China.

China Bersumpah Tak Akan Tunduk ke AS, Meski Trump Ancam Naikkan Tarif

China Bersumpah Tak Akan Tunduk ke AS, Meski Trump Ancam Naikkan Tarif

()

Bisnis.com, JAKARTA - China menolak untuk tunduk pada apa yang disebut sebagai “pemerasan” dari Amerika Serikat (AS), karena perang dagang global yang dipicu oleh tarif impor yang dibuat oleh Presiden Donald Trump. 

Teguran Beijing datang setelah Trump mengancam akan menaikkan tarif impor AS dari negara dengan ekonomi nomor dua di dunia itu hingga lebih dari 100% mulai Rabu (9/4/2025). Ucapan Trump merupakan tanggapan atas keputusan China untuk menyamai bea masuk ‘resiprokal’ yang awalnya berkisar 34% diumumkan minggu lalu.

Airlangga: RI Berpeluang Rebut Pasar Tekstil dan Alas Kaki Vietnam  China di AS

Airlangga: RI Berpeluang Rebut Pasar Tekstil dan Alas Kaki Vietnam China di AS

()

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah melihat peluang Indonesia untuk merebut pangsa pasar tekstil dan alas kaki di Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya dikuasai Vietnam dan China. 

Optimisme tersebut lantaran tarif resiprokal impor ke AS yang dikenakan atas barang asal Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan kedua negara tersebut. Indonesia dikenakan tarif respirokal sebesar 32%, sedangkan Vietnam 46% dan China 34%. 

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia masih dapat bernegosiasi untuk menekan tarif ekspor ke AS khususnya produk pakaian dan alas kaki. 

PM Malaysia Sebut Asean akan Kirim Tim untuk Negosiasi Tarif Trump

PM Malaysia Sebut Asean akan Kirim Tim untuk Negosiasi Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan negaranya dan anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akan mengirim tim negosiasi ke Washington, D.C. untuk melakukan pembicaraan menyusul penerapan tarif global oleh Presiden Donald Trump.

“Mungkin ada ruang terbatas untuk meninjau kembali maksud yang mendasarinya, tetapi masih ada ruang untuk menyesuaikan penerapan kebijakan tersebut,” kata Anwar dalam pidato pembukaannya di Konferensi Investasi Asean 2025, dikutip dari Bloomberg pada Selasa (8/4/2025).

Prabowo Buka 10 Pasar Ekspor Baru Demi Antisipasi Efek Tarif Trump

Prabowo Buka 10 Pasar Ekspor Baru Demi Antisipasi Efek Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia bakal melakukan diversifikasi pasar usai adanya kebijakan tarif timbal balik atau tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump kepada seluruh mitra dagang Amerika Serikat (AS).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia berpeluang membuka pasar di 83% perdagangan global. Untuk mewujudkannya, pemerintah akan memanfaatkan pasar dan investasi dari berbagai forum kerja sama internasional.

Selain itu, juga tengah mempercepat perundingan sejumlah perjanjian dagang, salah satunya Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).