Tarif Impor

Pengamat Ungkap Tarif Impor AS Bisa Berdampak ke Industri Asuransi

Pengamat Ungkap Tarif Impor AS Bisa Berdampak ke Industri Asuransi

()

Bisnis.com, JAKARTA — Penerapan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor ekonomi Indonesia, termasuk industri asuransi. 

Pengamat asuransi, Irvan Rahardjo, mengungkapkan bahwa dalam jangka pendek, lini asuransi pengangkutan laut (marine cargo insurance) akan terdampak langsung akibat penurunan volume ekspor ke AS. 

“Yang terutama terdampak dalam waktu dekat adalah lini asuransi pengangkutan laut ke negara AS karena meningkatnya tarif akan berdampak pada jumlah volume ekspor ke AS,” kata Irvan saat dihubungi Bisnis pada Senin (7/4/2025). 

DPR Wanti-wanti Pemerintah Evaluasi Dampak Tarif Impor AS: Jelas Menurunkan Daya Saing!

DPR Wanti-wanti Pemerintah Evaluasi Dampak Tarif Impor AS: Jelas Menurunkan Daya Saing!

()

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro meminta pemerintah melakukan evaluasi terkait dampak kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS).

Secara khusus, Fauzi mendorong evaluasi segera dilakukan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan.

"Komisi XI mendorong agar pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan, segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap potensi dampaknya terhadap pendapatan negara, devisa, dan sektor usaha ekspor," kata Fauzi saat dikonfirmasi, Senin (7/4/2025).

Prabowo Ungkap Afrika Jadi Pasar Baru: Mereka Hobinya Makan Indomie

Prabowo Ungkap Afrika Jadi Pasar Baru: Mereka Hobinya Makan Indomie

()

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Afrika dapat menjadi pasar baru bagi Indonesia. Sebab, ia melihat kesuksesan Indomie di sana.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pertemuannya dengan enam pemimpin redaksi di kediaman pribadinya, di Padepokan Garuda Yaksa Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025).

"Ada pengusaha-pengusaha kita yang berani ke Afrika. Salim Group, dia di mana-mana di Afrika itu. Mereka sekarang hobinya makan Indomie. Dan mereka kira Indomie itu makanan mereka. Ada di Nigeria, di Turkiye, di Mesir. Jadi, we have to look for new market (kita harus mencari pasar baru)," ujar Prabowo dilansir dari Kompas.id, Senin (7/4/2025).

Perang Dagang Berkobar, Pengamat Wanti-Wanti Risiko Kredit Bank Memburuk

Perang Dagang Berkobar, Pengamat Wanti-Wanti Risiko Kredit Bank Memburuk

()

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor perbankan akan merasakan dampak negatif dari kombinasi sentimen kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran Arianto Muditomo menyebut dampak kebijakan tarif Trump dan pelemahan rupiah terhadap bisnis perbankan di Indonesia dapat terlihat dari meningkatnya volatilitas nilai tukar serta tekanan terhadap stabilitas makroekonomi. 

Dia menjelaskan kebijakan tarif Trump yang bersifat proteksionis memicu ketegangan dagang global, terutama antara AS dan China. Hal tersebut menyebabkan arus modal asing keluar dari pasar negara berkembang seperti Indonesia. 

Obama dan Kamala Kompak Kritik Kebijakan Trump, Termasuk soal Tarif

Obama dan Kamala Kompak Kritik Kebijakan Trump, Termasuk soal Tarif

()

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan mantan Wakil Presiden AS Kamala Harris melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump, termasuk soal tarif resiprokal.

Obama mengatakan, dirinya tidak berpikir bahwa kebijakan Donald Trump tersebut akan baik bagi Negeri Paman Sam.

Dia juga melemparkan kritikan tajam terhadap upaya Trump untuk merombak pemerintah federal, menindak imigrasi dan perbedaan pendapat, serta mengintimidasi outlet berita dan lembaga hukum.

Australia Tak Khawatir Meski Ada Risiko Ekonomi Melemah Dampak Tarif Trump

Australia Tak Khawatir Meski Ada Risiko Ekonomi Melemah Dampak Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Australia optimistis mampu mengelola dampak langsung dari tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, meski akan menghadapi penurunan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) seiring dengan perekonomian global yang melambat.

"Kami memperkirakan dampak yang lebih dapat dikelola pada ekonomi Australia, tetapi kami tetap memperkirakan PDB Australia akan terpukul dan kami memperkirakan akan ada dampak pada harga di sini juga," kata Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers dalam konferensi pers dikutip dari Reuters, Senin (7/4/2025).

Prabowo Utus Airlangga ke AS Negosiasi Tarif Impor Trump

Prabowo Utus Airlangga ke AS Negosiasi Tarif Impor Trump

()

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto akan mengutus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk ke Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut diungkapkannya dalam perbincangan dengan enam pemimpin redaksi (pemred) di kediaman Prabowo, Padepokan Garuda Yaksa Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025).

Ia menugaskan Airlangga untuk menegosiasikan tarif impor sebesar 32 persen yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Kita terus hubungan, negosiasi. Saya akan kirim Pak Airlangga ke Washington. Kita sudah punya kontak dengan tokoh-tokoh di Washington. Kita akan diskusi. Kita akan negosiasi," ujar Prabowo yang dilansir dari Kompas.id, Senin (7/4/2025).

Pengusaha AS dan Vietnam Kompak Minta Trump Tunda Tarif 46% untuk Vietnam

Pengusaha AS dan Vietnam Kompak Minta Trump Tunda Tarif 46% untuk Vietnam

()

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku usaha Amerika Serikat (AS) dan Vietnam telah meminta Presiden AS Donald Trump untuk menunda penerapan tarif 46% terhadap barang-barang Vietnam, lantaran dinilai sangat tinggi serta merugikan mereka dan hubungan komersial bilateral.

Kamar Dagang dan Industri Vietnam serta Kamar Dagang AS di Hanoi menyampaikan kekhawatirannya dalam surat yang ditujukan kepada Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick.

“Tarif yang lebih rendah untuk produk yang masuk ke Vietnam dan untuk produk yang sampai ke konsumen Amerika adalah hal yang akan membantu perusahaan AS, ekonomi, dan konsumen,” kata AmCham dan VCCI dalam sebuah pernyataan, dikutip Senin (7/4/2025).

Nego Tarif Trump, Pemerintah Akan Tingkatkan Impor Barang AS hingga Revisi TKDN

Nego Tarif Trump, Pemerintah Akan Tingkatkan Impor Barang AS hingga Revisi TKDN

()

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia siap meningkatkan volume impor barang dari AS hingga merevisi aturan TKDN.

Langkah tersebut merupakan bagian dari negosiasi atas kebijakan tarif timbal balik yang diterapkan Presiden AS Donald Trump. Trump sendiri menetapkan tarif bea masuk 32% atas barang impor asal Indonesia.

Airlangga memastikan Indonesia tidak akan mengambil langkah retaliasi atau tindakan balasan. Indonesia, sambungnya, akan mengambil jalur negosiasi.

Menurutnya, ada beberapa langkah negosiasi yang sedang dikaji pemerintah. Airlangga menyatakan pemerintah Indonesia tidak perlu mengikuti langkah Vietnam yang memutuskan menurunkan bea masuk semua barang impor AS ke 0%.

Mendag se-Asean Akan Kumpul Siapkan Respons Tarif Trump

Mendag se-Asean Akan Kumpul Siapkan Respons Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan para menteri perdagangan negara-negara anggota Asean akan berkumpul pada 10 April 2025 untuk membahas perihal kebijakan tarif timbal balik Presiden AS Donald Trump.

Airlangga sendiri sudah bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim untuk membahas langkah Asean hadapi tarif Trump. Bagaimanapun, Malaysia memegang jabatan Keketuaan Asean 2025.

Dia mengaku bahwa semua negara Asean sepakat untuk tidak melakukan retaliasi melainkan ambil jalur negosiasi. Negara-negara Asean akan melakukan negosiasi dengan AS lewat US-Asean Trade and Investment Facilitation Agreement (TIFA).

Mendag Budi  Airlangga Rapat Bahas Tarif Trump, Apa Hasilnya?

Mendag Budi Airlangga Rapat Bahas Tarif Trump, Apa Hasilnya?

()

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menyerahkan negosiasi terkait kebijakan tarif resiprokal AS kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif resiprokal sebesar 32% terhadap Indonesia yang akan mulai berlaku pada 9 April 2025.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan lobi-lobi tarif ini akan dipimpin langsung oleh Menko Airlangga Hartarto.

“Nanti kan ada tim ekonomi dipimpin Pak Menko [Airlangga Hartarto]. Ya sudah. Tadi kan sudah konferensi pers Pak Menko [terkait sosialisasi penerapan tarif perdagangan baru AS], isinya kurang lebih seperti itu,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (7/4/2025).

Imbas Tarif Impor Trump, Pemerintah Diminta Bertindak Lewat WTO

Imbas Tarif Impor Trump, Pemerintah Diminta Bertindak Lewat WTO

()

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mendorong pemerintah untuk mengambil kebijakan yang menyehatkan perdagangan global imbas kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menerapkan tarif impor baru.

Said menyebutkan, kebijakan itu bisa diambil pemerintah melalui World Trade Organization (WTO) agar perdagangan global lebih adil dan menopang pertumbuhan ekonomi global secara berkelanjutan.

"Kita tidak menginginkan hanya untuk kepentingan adidaya, lalu kepentingan masyarakat global untuk mendapatkan kesejahteraan diabaikan. Indonesia perlu mengajak dunia pada tujuan dibentuknya WTO," kata Said dalam keterangannya, Senin (7/4/2025).

Imbas Perang Tarif Lawan Trump, PDB Uni Eropa Terancam Melambat hingga 1%

Imbas Perang Tarif Lawan Trump, PDB Uni Eropa Terancam Melambat hingga 1%

()

Bisnis.com, JAKARTA - Kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi kawasan euro atau Eurozone antara 0,5% dan 1%. 

Hal tersebut diungkapkan oleh gubernur bank sentral Yunani Yannis Stournaras kepada Financial Times dalam sebuah wawancara pada Senin (7/4/2025). 

Komentar Stournaras muncul di tengah pertimbangan negara-negara Uni Eropa untuk menyetujui serangkaian tindakan balasan pertama yang ditargetkan terhadap impor AS senilai hingga US$28 miliar dari benang gigi hingga berlian dalam beberapa hari mendatang.

Siasati Tarif Trump, Industri Tekstil Bakal Tingkatkan Impor Kapas dari AS

Siasati Tarif Trump, Industri Tekstil Bakal Tingkatkan Impor Kapas dari AS

()

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) akan meningkatkan importasi cotton atau kapas dari Amerika Serikat sebagai trade off kebijakan tarif impor resiprokal Presiden Donald Trump sebesar 32%. Adapun, impor kapas Indonesia dari AS hanya 17% dari total impor. 

Ketua Umum API Jemmy Kartiwa mengatakan, pelaku usaha akan mendukung upaya pemerintah yang akan melakukan negosiasi perdagangan dengan AS melalui pengurangan defisit perdagangan. 

Salah satunya yang didorong yakni dengan meningkatkan importasi komoditas dari AS, seperti cotton, dan komoditas lain di luar sektor tekstil dan produk tekstil (TPT). 

Hadapi Kebijakan Tarif Trump, ALFI Institute Rekomendasikan Ini ke Pemerintah

Hadapi Kebijakan Tarif Trump, ALFI Institute Rekomendasikan Ini ke Pemerintah

()

Bisnis.com, JAKARTA - ALFI Institute (Institut Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia) merespons kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) yang diumumkan Presiden Donald Trump beberapa waktu lalu.

ALFI menilai, kondisi perekonomian Indonesia yang terus menerus menghadapi beragam tekanan baik dari sisi eksternal maupun internal, kini bertambah dengan adanya tarif dagang 32%.

Melihat hal ini, Chairman ALFI Institute Yukki Nugrahawan Hanafi memprediksi perekonomian tidak akan mudah tahun ini dan dapat berdampak pada penurunan pertumbuhan PDB nasional.

Nego Tarif Trump, RI Buka Opsi Libatkan AS dalam Proyek Kilang

Nego Tarif Trump, RI Buka Opsi Libatkan AS dalam Proyek Kilang

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah Indonesia memiliki opsi untuk menggandeng Amerika Serikat (AS) dalam proyek pembangunan kilang minyak.Hal ini dilakukan sebagai salah satu respons penerapan tarif impor timbal balik (reciprocal tariff) sebesar 32% dari AS untuk RI.Airlangga mengatakan, pembangunan proyek strategis nasional (PSN) itu bisa menggunakan komponen dari Negeri Paman Sam. Dengan begitu, impor AS ke dalam negeri bisa meningkat.Dengan langkah itu, diharapkan Presiden AS Donald Trump dapat melakukan relaksasi atau penurunan tarif resiprokal kepada Indonesia."Indonesia sendiri dalam proyek strategis nasional akan membangun beberapa proyek termasuk refinery dan mungkin salah satu komponennya kita beli dari Amerika," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (7/4/2025).Selain itu, dalam rapat bersama para pelaku usaha, diketahui RI berencana meningkatkan impor minyak dan gas bumi (migas) dari AS. Dalam bahan paparannya, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah siap bernegosiasi dalam melihat AS sebagai mitra strategis.Menurutnya, jalur diplomasi dan negosiasi dipilih sebagai solusi yang saling menguntungkan, tanpa mengambil langkah retaliasi terhadap kebijakan tarif. Salah satunya melalui revitalisasi perjanjian kerja sama Trade and Investment Framework Agreement (TIFA).Adapun, sejumlah kebijakan dalam paket negosiasi itu seperti meningkatkan impor dan investasi dari AS, termasuk pembelian migas oleh PT Pertamina (Persero)."Meningkatkan impor dan investasi dari AS [pembelian migas oleh Pertamina dan lain-lain]," demikian tertulis dalam bahan paparan Airlangga.Indonesia saat ini memang memiliki rencana membangun proyek kilang minyak berkapasitas 1 juta barel per hari.Adapun, pembangunan kilang berkapasitas 1 juta barel itu mulanya hanya direncanakan untuk kapasitas 500.000 barel per hari. Kilang 500.000 barel itu pun rencananya dibangun di Pulau Pemping, Kepulauan Riau.Seiring berjalannya waktu, rencana itu berubah. Pemerintah menaikkan kapasitas kilang menjadi 1 juta barel dan akan membangun di beberapa daerah di Indonesia.Kilang yang akan dibangun di beberapa daerah itu disebut akan dibiayai oleh investor dalam negeri, termasuk lewat BPI Danantara.

Ekonom Minta Prabowo Tak Gegabah Sikapi Kebijakan Tarif Trump

Ekonom Minta Prabowo Tak Gegabah Sikapi Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom meminta agar pemerintah tidak terburu-buru dan menebar janji yang berlebih dalam menegosiasikan kebijakan tarif resiprokal sebesar 32% yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump terhadap Indonesia.

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai pemerintah harus melakukan lobi yang konkret dan terukur dalam menyikapi tarif Trump. Negosiasi ini, kata dia, harus merupakan bagian dari strategi besar ekonomi Indonesia.

“Jangan terburu-buru dan overpromise, jangan sampai karena ingin membuat senang Trump, partner [mitra dagang] kita yang lain seperti India, China, Thailand, Jepang, hingga Korea Selatan merasa dianaktirikan, sehingga menimbulkan potensi masalah baru,” kata Samirin kepada Bisnis, Senin (7/4/2025).

Tarif Impor AS Bikin Cuan Bursa Asia Menguap Sekejap Mata

Tarif Impor AS Bikin Cuan Bursa Asia Menguap Sekejap Mata

()

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham di pasar negara berkembang (emerging market) kompak berguguran dalam penurunan paling dalam sejak krisis keuangan global 2008. Implementasi tarif impor oleh Amerika Serikat dikhawatirkan membawa resesi.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks MSCI berjangka yang mengukur harga saham di masa depan jatuh hingga 7,3% pada Senin (7/4/2025). Koreksi itu merupakan penurunan harian terparah sejak 2008, dengan indeks komposit di China,  Hong Kong, Korea Selatan, dan Taiwan seluruhnya anjlok berjamaah.

PDIP Buka Suara soal Dampak Tarif Trump ke Rupiah dan Pariwisata RI

PDIP Buka Suara soal Dampak Tarif Trump ke Rupiah dan Pariwisata RI

()

Bisnis.com, JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI sekaligus Legislator PDI Perjuangan (PDIP) Novita Hardini berpendapat kebijakan tarif proteksionis yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menjadi peluang besar untuk memperkuat pariwisata dalam negeri sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Menurut dia, tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat ketegangan ekonomi global dan kebijakan tarif internasional berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama bagi mereka yang biasa bepergian ke luar negeri.

“Biaya perjalanan ke luar negeri melonjak dan ini saat yang tepat untuk mendorong pergeseran arus wisata ke destinasi lokal,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (7/4/2025).

Korea Selatan Siapkan Sejumlah Langkah Hadapi Tarif Trump, Apa Saja?

Korea Selatan Siapkan Sejumlah Langkah Hadapi Tarif Trump, Apa Saja?

()

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Korea Selatan mengatakan pemerintah akan menyiapkan sejumlah langkah dukungan untuk sektor-sektor dengan kebutuhan mendesak.

Kebijakan tersebut akan dikeluarkan jelang pemberlakuan tarif 25% yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump mulai minggu ini.

"Menteri Choi Sang-mok menekankan perlunya menganalisis dampak pada ekonomi makro dan menyiapkan langkah-langkah dukungan untuk sektor-sektor dengan kebutuhan mendesak," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters, Senin (7/4/2025).

Pada 2 April 2025, Trump memberlakukan tarif menyeluruh terhadap impor ke Amerika Serikat dan tarif yang lebih tinggi terhadap negara-negara yang dinilai sebagai pelanggar terburuk, termasuk bea masuk sebesar 25% atas impor dari Korea Selatan, yang akan mulai berlaku pada Rabu (9/4/2025).

Tarif Trump 32%, Menko Airlangga: RI Harus Tingkatkan Perdagangan di Luar AS

Tarif Trump 32%, Menko Airlangga: RI Harus Tingkatkan Perdagangan di Luar AS

()

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia harus meningkatkan perdagangan di negara luar AS, menyusul kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tarif bea masuk 32% atas barang impor dari Indonesia.

Airlangga menjelaskan, AS ‘hanya’ berkontribusi ke 13% ke perdagangan global. Oleh sebab itu, kenaikan pengenaan tarif di AS harus menjadi pendorong meningkatkan perdagangan dengan negara-negara lain.

"Perekonomian dunia itu 83% non-Amerika, 13% itu AS. Kita harus meningkatkan yang 83% itu," ujar Airlangga seperti yang disimak Bisnis melalui Zoom dalam paparannya di acara Sosialisasi dan Masukan Asosiasi Usaha terkait tarif timbal balik Trump, Senin (7/4/2025).

Miliarder AS Bill Ackman Kecam Kebijakan Tarif Trump

Miliarder AS Bill Ackman Kecam Kebijakan Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA - Miliarder Bill Ackman dan Stanley Druckenmiller mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk meluncurkan tarif impor global yang ekspansif, yang telah menjerumuskan pasar ke dalam kekacauan. 

Melansir Bloomberg pada Senin (7/4/2025), dalam unggahannya di X, Ackman menyebut rezim perdagangan baru tersebut sebagai sebuah "kesalahan".

"Saya sangat yakin bahwa penerapan tarif pada tanggal 9 April terhadap seluruh dunia — jauh melebihi apa yang dikenakan kepada kita — adalah sebuah kesalahan," tulis Ackman dalam sebuah posting di X. 

RI jadi Target Tarif Trump dan Perang Dagang, Prabowo: Kita Hadapi dengan Gagah!

RI jadi Target Tarif Trump dan Perang Dagang, Prabowo: Kita Hadapi dengan Gagah!

()

Bisnis.com, MAJALENGKA – Presiden Prabowo Subianto mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang, meskipun dunia tengah digoncang oleh perang dagang yang melibatkan negara-negara besar akibat kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump. 

Meskipun Indonesia turut terkena dampak dari kebijakan tarif Trump, Prabowo menilai negara ini memiliki kekuatan untuk menghadapi tantangan tersebut.

"Mungkin sudah mendengar, seluruh dunia digoncang oleh banyak masalah. Di mana-mana. Perseteruan antara negara-negara besar. Yang terakhir, perang dagang, kita juga kena. Tapi kita tenang. Kita punya kekuatan, kita juga nanti akan berunding," ujar Prabowo usai usai menghadiri agenda penyerapan pengadaan gabah perum Bulog di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025).

PM Ishiba Desak Trump Pangkas Tarif Resiprokal 24% untuk Jepang

PM Ishiba Desak Trump Pangkas Tarif Resiprokal 24% untuk Jepang

()

Bisnis.com, JAKARTA — Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menyatakan bakal terus meminta Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan tarif impor "resiprokal" terhadap Jepang.

Meskipun pemerintah Jepang telah meminta Trump untuk memangkas tarif resiprokal, namun Ishiba pesimistis bahwa permintaan itu bakal langsung dikabulkan.

"[Perubahan tarif impor Trump untuk Jepang] Tidak akan datang dalam semalam," ujar Ishiba silansir Reuters pada Senin (7/4/2025), 

PM Ishiba menyatakan bahwa pemerintah harus dapat mencari strategi agar bisa meredam imbas dari kebijakan tarif resiprokal yang dinilai kontroversial tersebut, khususnya terhadap ekonomi Negeri Sakura. 

RI Antisipasi Banjir Produk Impor hingga Pengamanan Bahan Baku Imbas Tarif Trump

RI Antisipasi Banjir Produk Impor hingga Pengamanan Bahan Baku Imbas Tarif Trump

()

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah tengah mengantisipasi banjir produk impor ke dalam negeri, terlebih dari negara-negara yang juga terkena tarif impor resiprokal dari Amerika Serikat (AS), seperti China, Vietnam, Taiwan dan lainnya. 

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, pemerintah telah mendapatkan permintaan dari pelaku usaha untuk segera memitigasi potensi pengalihan ekspor negara lain dari AS ke pasar Indonesia. 

“Oleh karena itu, ada permohonan dari beberapa asosiasi secara langsung kepada Kemenperin agar ada pengawasan borderline kita, supaya barang yang seharusnya diekspor ke AS ini tidak masuk ke pasar kita,” kata Faisol dalam sosialisasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (7/4/2025). 

Prabowo Siap Berunding dengan AS soal Tarif Trump 32% untuk RI

Prabowo Siap Berunding dengan AS soal Tarif Trump 32% untuk RI

()

Bisnis.com, MAJALENGKA — Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara soal kebijakakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menetapkan tarif impor dan "resiprokal" kepada berbagai negara, termasuk Indonesia. 

Meskipun Indonesia terdampak oleh kebijakan tarif yang dikenakan oleh Donald Trump, Prabowo mengaku pemerintahannya tetap tenang dan optimis.

"Seluruh dunia sedang digoncang oleh banyak masalah, termasuk perseteruan antara negara-negara besar. Perang dagang kita juga kena. Tapi kita tenang. Kita punya kekuatan dan kita akan berunding," ujarnya di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Senin (7/4/2025).

Respons Tarif Trump, RI Ancang-ancang Kerek Impor Migas dari AS

Respons Tarif Trump, RI Ancang-ancang Kerek Impor Migas dari AS

()

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia berencana meningkatkan impor minyak dan gas bumi (migas) dari Amerika Serikat (AS) sebagai respons penerapan tarif impor timbal balik atau tarif resiprokal sebesar 32%.Langkah tersebut diketahui dari pembahasan rapat Menteri Koordinator Ekonomi Airlangga Hartarto dengan para pelaku usaha, Senin (7/4/2025). Bisnis menyimak paparan tersebut melalui Zoom meeting.Dalam bahan paparannya, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah siap bernegosiasi dalam melaihat AS sebagai mitra strategis. Menurutnya, jalur diplomasi dan negosiasi dipilih sebagai solusi yang saling menguntungkan, tanpa mengambil langkah retaliasi terhadap kebijakan tarif. Salah satunya melalui revitalisasi perjanjian kerja sama Trade and Investment Framework Agreement (TIFA).Adapun, sejumlah kebijakan dalam paket negosiasi itu seperti meningkatkan impor dan investasi dari AS, termasuk pembelian migas oleh PT Pertamina (Persero)."Meningkatkan impor dan investasi dari AS [pembelian migas oleh Pertamina dan lain-lain]," demikian tertulis dalam bahan paparan Airlangga.Selain itu, pemerintah juga melakukan deregulasi non-tarif measures (NTMs) melalui relaksasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari AS. Ini khususnya berlaku untuk Apple, Oracle, hingga Microsoft.Pemerintah juga berencana melakukan evaluasi larangan terbatas (lartas) dan percepatan sertifikasi halal. Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan insentif fiskal dan non-fiskal seperti penurunan bea masuk, PPh impor, hingga PPN impor. Hal ini dilakukan demi mendorong impor dari AS dan menjaga daya saing ekspor ke Negeri Paman Sam.Dihubungi terpisah, VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengaku pihaknya masih menunggu arahan pemerintah terkait meningkatkan pembelian migas dari AS."Kami menunggu arahan pemerintah," ujar Fadjar kepada Bisnis.Bisnis juga telah menghubungi Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana untuk menanyakan detail terkait rencana peningkatan pembelian migas dari AS itu. Namun, hingga berita ini diturunkan, Dadan belum memberikan respons. Presiden AS Donald Trump resmi mengumumkan pengenaan bea masuk yang diatur dalam tarif timbal balik alias resiprokal. Orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu menetapkan pengenaan tarif resiprokal Indonesia sebesar 32%. Kebijakan Trump itu diumumkan di Gedung Putih, Washington DC, pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat.Sebagaimana dilansir dari laman resmi Gedung Putih, Trump menyoroti penerapan kebijakan persyaratan konten lokal di berbagai sektor. Trump merasa keberatan dengan kebijakan pemerintahan Indonesia yang berupaya meningkatkan penggunaan produk lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang impor.Selain itu, Trump juga menyoroti tentang rezim perizinan impor yang kompleks. Persoalan lain yang tak kalah penting adalah kewajiban perusahaan sumber daya alam untuk memindahkan semua pendapatan ekspor atau devisa hasil ekspor (DHE) mereka ke dalam negeri untuk transaksi senilai $250.000 atau lebih. Kebijakan DHE baru berlaku 1 Maret 2025 lalu. Trump juga menganggap Indonesia tidak adil karena mengenakan tarif terhadap etanol sebesar 30%. Padahal AS hanya 2,5%.   "Tarif moneter dan tarif non-moneter adalah dua jenis hambatan perdagangan yang digunakan pemerintah untuk mengatur impor dan ekspor. Presiden Trump menangkal keduanya melalui tarif timbal balik untuk melindungi pekerja dan industri Amerika dari praktik tidak adil ini," demikian keterangan resmi Gedung Putih yang dikutip, Kamis (3/4/2025).

Dampak Kebijakan Tarif Trump, Wamenperin Buka Opsi Pengalihan Ekspor ke Uni Eropa

Dampak Kebijakan Tarif Trump, Wamenperin Buka Opsi Pengalihan Ekspor ke Uni Eropa

()

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza membuka kemungkinan pergeseran pasar eskpor Indonesia dari Amerika Serikat (AS) ke Uni Eropa.

Dalam sebuah pertemuan di Zoom yang disimak Bisnis, Faisol menuturkan pegeseran ini terjadi imbas dari kebijakan tarif timbal balik atau reciprocal tariff yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump.

“Beberapa asosiasi juga merespons terhadap tarif ini, kemungkinan akan ada pergeseran pasar ekspor kita, salah satunya ke Uni Eropa,” kata Faisol dalam Zoom seperti dipantau Bisnis, Senin (7/4/2025).

Trump Sebut Kebijakan Tarif Impor AS Jadi ’Obat’ untuk Ekonomi

Trump Sebut Kebijakan Tarif Impor AS Jadi ’Obat’ untuk Ekonomi

()

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa pemerintah asing harus membayar mahal jika ingin tarif tinggi yang ditetapkannya dicabut. Trump menyebut kebijakan itu sebagai ”obat pahit” yang harus ditelan, meskipun dampaknya membuat pasar global berdarah-darah.

Bursa saham Asia anjlok pada perdagangan awal Senin (7/4/2025) dan pasar saham berjangka AS dibuka turun tajam. Koreksi tersebut seiring dengan kekhawatiran investor bahwa tarif Trump dapat menyebabkan harga yang lebih tinggi, permintaan yang lebih lemah, kepercayaan yang lebih rendah, dan kemungkinan resesi global.

Dampak Tarif Trump, Goldman Sasch Naikkan Potensi Resesi AS jadi 45%

Dampak Tarif Trump, Goldman Sasch Naikkan Potensi Resesi AS jadi 45%

()

Bisnis.com, JAKARTA - Goldman Sachs telah menaikkan kemungkinan resesi Amerika Serikat (AS) menjadi 45% dalam 12 bulan atau satu tahun ke depan setelah setelah penerapan tarif impor oleh Presiden Donald Trump.

Goldman Sachs bergabung dengan bank-bank investasi lainnya dalam merevisi perkiraan mereka soal resesi ekonomi di AS menyusul kekhawatiran akan perang dagang mencengkeram pasar. 

Dilansir dari Reuters pada Senin (7/4/2025), Goldman Sachs menaikkan kemungkinan resesi ekonomi AS dalam 12 bulan ke depan atau naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 35%.